Bagi perusahaan, membangun cyber resilience (ketahanan terhadap serangan siber) pada penyimpanan sekunder sangat penting untuk melindungi salinan backup data. Peringatan World Backup Day 2025 menjadi momen tepat untuk mengingatkan kita akan pentingnya mencadangkan dan melindungi data. Bagi pemimpin keamanan siber seperti CISO, langkah ini wajib dilakukan — idealnya sebagai bagian dari kerangka perlindungan data generasi terbaru. Backup generasi baru tidak hanya sekadar backup, restore, dan disaster recovery biasa. Menyimpan data di tempat yang benar-benar aman secara siber berbeda dengan sekadar memindahkan data ke repositori online. Backup tradisional sering menjadi target empuk serangan siber. Backup tradisional biasanya dirancang untuk mempercepat proses penyimpanan (ingest) data menggunakan teknik inline deduplication, tetapi kelemahannya adalah proses pemulihan yang lambat. Saat ini, dengan ransomware, malware, dan serangan lain yang menargetkan penyimpanan sekunder, perusahaan butuh storage yang tahan serangan (cyber resilient) dengan kemampuan deteksi dan pemulihan cepat hampir seketika. Perusahaan harus punya strategi cyber-focused, recovery-first — fokus pada pemulihan, dengan deteksi cepat, dan pemulihan instan jika terjadi serangan. Sebelum menentukan langkah, tanyakan pada diri sendiri: Data apa saja yang harus dipulihkan? Di mana data itu disimpan? Bagaimana cara melindunginya saat ini? Seberapa cepat harus dipulihkan? Berapa kerugian yang akan dialami setiap menit/jam jika data penting belum dipulihkan? Apakah tujuan pemulihan (business recovery objectives) sudah menjadi bagian dari strategi siber perusahaan? Seberapa besar risiko yang siap ditanggung? Tanpa backup yang aman secara siber, risiko akan jauh lebih tinggi. Ransomware dapat merusak atau menghapus salinan backup, membuat bisnis kehilangan pelanggan, berhenti beroperasi, bahkan merusak reputasi selamanya. Solusi dari Infinidat InfiniBox® dan InfiniGuard® dilengkapi teknologi InfiniSafe® yang membuat pemulihan data hampir instan. InfiniGuard: perangkat backup khusus dengan kinerja cepat, skala besar, dan kompatibel dengan backup software populer (Commvault, Veritas, Veeam, IBM Protect, dll.). InfiniBox: penyimpanan utama dengan ketersediaan 100% dan performa tinggi berkat arsitektur triple-active redundant. Keduanya dirancang untuk memudahkan backup, pemulihan cepat, dan analisis forensik. Fitur Keamanan Utama: Immutable snapshots (salinan yang tidak bisa diubah atau dihapus) Air-gapping logis dan jarak jauh (memisahkan data dari jaringan utama) Lingkungan forensik tertutup untuk investigasi Pemulihan instan (1 menit atau kurang untuk InfiniBox, 20 menit atau kurang untuk InfiniGuard, tanpa memandang ukuran data) Bahkan dalam demo, InfiniBox memulihkan 2PB data hanya dalam 4 detik, dan InfiniGuard memulihkan repository 25,5PB dalam 13 menit. Fitur Lanjutan InfiniSafe Automated Cyber Protection (ACP): memantau dan memicu pembuatan immutable snapshot otomatis saat ada indikasi serangan (terintegrasi dengan SIEM, SOAR, SOC, dll.). InfiniSafe Cyber Detection: menggunakan AI & ML untuk mendeteksi kerusakan atau tanda serangan dengan akurasi hingga 99,99%, dan menemukan salinan terakhir yang aman untuk dipulihkan. Dengan fitur ini, Anda bisa tahu kondisi pasti data, menemukan backup yang sehat terakhir, dan memulihkannya dalam sekali klik. Kesimpulan: Jika cara backup data perusahaan Anda sekarang masih konvensional, bisa jadi itu titik lemah. World Backup Day 2025 adalah pengingat bahwa sudah saatnya beralih ke cyber secure backup generasi terbaru. Untuk informasi lebih lanjut atau demo, hubungi Infinidat atau partner resmi, atau kunjungi booth Infinidat di RSA 2025, Moscone Center, San Francisco (28 April – 1 Mei 2025). Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Category: Blog
Relokasi Bucket Cloud Storage: Fitur Pertama di Industri untuk Migrasi Tanpa Gangguan
Seiring berkembangnya kebutuhan operasional, kadang Anda perlu memindahkan data dari bucket Cloud Storage milik Google ke lokasi baru. Tujuannya bisa untuk meningkatkan ketahanan sistem, mengoptimalkan performa, memenuhi regulasi, atau sekadar menata ulang infrastruktur. Namun, proses ini biasanya rumit, berisiko, dan bisa menyebabkan downtime atau bahkan kehilangan data. Akibatnya, banyak organisasi enggan melakukan perubahan penting ini. Nah, kini Google Cloud memperkenalkan fitur relokasi bucket, sebuah terobosan yang memudahkan Anda memindahkan bucket ke lokasi baru tanpa ribet. Fitur ini menghilangkan kebutuhan skrip manual yang kompleks dan meminimalisir downtime serta gangguan ke aplikasi. Nama bucket dan semua metadata objek tetap sama, jadi tidak ada perubahan path dan aplikasi Anda bisa terus berjalan normal. Bahkan, kelas penyimpanan objek (seperti Standard, Nearline, Coldline, Archive) dan waktu penyimpanannya tetap utuh setelah dipindah. Ini penting untuk efisiensi biaya dan memastikan fitur seperti Autoclass tetap berfungsi dengan baik. Apa Itu Bucket Relocation? Bucket relocation adalah bagian dari Storage Intelligence, sebuah rangkaian fitur canggih Google Cloud. Di dalamnya juga ada Storage Insights yang memberikan analisis dan saran untuk optimasi penyimpanan. Setelah mendapat insight, Anda bisa langsung bertindak dengan memindahkan bucket ke lokasi regional, dual-region, atau multi-region — sesuai kebutuhan bisnis, performa, atau kepatuhan. Bagaimana Cara Kerjanya? Fitur ini bekerja dengan dua teknik utama: 1. Asynchronous Data Copy (Salin Data Secara Asinkron) Data disalin di latar belakang tanpa mengganggu aktivitas di bucket. Anda tetap bisa membaca, menulis, dan memperbarui data selama proses berlangsung. 2. Metadata Tetap Terjaga Tidak seperti metode lama (misalnya Storage Transfer Service) yang hanya menyalin objek lalu menghapusnya, bucket relocation memindahkan semua metadata juga, seperti: Kelas penyimpanan: Tetap sama, tidak berubah. Nama bucket dan objek: Tidak berubah. Timestamp pembuatan dan pembaruan: Tetap utuh agar aturan lifecycle management tetap berfungsi. ACL & IAM: Pengaturan izin juga ikut dipindahkan. Metadata buatan pengguna: Ikut dibawa seluruhnya. Karena nama bucket tidak berubah, aplikasi Anda tidak perlu disesuaikan setelah migrasi. Cara Relokasi Bucket: 3 Langkah Mudah Langkah 1: Simulasi dengan Dry Run Lakukan percobaan dulu tanpa benar-benar memindahkan data, untuk mengecek potensi masalah (misalnya, bucket dengan CMEK, data yang dikunci, dsb). gcloud storage buckets relocate gs://BUCKET_NAME –location=LOCATION –dry-run Ganti BUCKET_NAME dengan nama bucket Anda, dan LOCATION dengan lokasi tujuan. Langkah 2: Mulai Relokasi Hapus flag –dry-run untuk mulai proses pemindahan sebenarnya. Anda masih bisa membaca dan menulis objek, tapi metadata bucket akan dikunci agar tidak berubah selama migrasi. gcloud storage buckets relocate gs://BUCKET_NAME –location=LOCATION Langkah 3: Finalisasi Setelah proses hampir selesai (~99%), jalankan finalisasi. Pada tahap ini, semua perubahan terakhir disalin ke lokasi baru, lalu sistem akan secara otomatis mengarahkan semua permintaan ke bucket baru. Catatan: Saat finalisasi berlangsung, proses write ke bucket akan diblokir sebentar (akan menghasilkan error HTTP 412). Untuk relokasi dari multi-region ke dual-region dalam region yang sama, tidak perlu finalisasi manual. gcloud storage buckets relocate –finalize –operation=projects/_/buckets/BUCKET_NAME/operations/OPERATION_ID Ganti OPERATION_ID dengan ID dari hasil perintah sebelumnya di langkah 2. Apa Kata Pengguna Awal? “Dengan Storage Intelligence dan bucket relocation, kami pindah ke dual-region tanpa gangguan. Prosesnya mulus, downtime minim, dan data tetap aman.” — Adam Steele, Product Manager, Spotify “Kami sukses memigrasi sekitar 300 bucket dan petabyte data dari multi-region ke regional, demi efisiensi biaya jaringan. Tanpa bucket relocation, ini akan memakan waktu dan banyak skrip otomatis.” — Deepak Mahato, Data Platform Infrastructure Manager, GroupOn Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Perbedaan Enterprise Data Cloud dan Penyimpanan Tradisional: Mana yang Lebih Unggul?
Perbandingan antara Enterprise Data Cloud (EDC) dan penyimpanan tradisional bukan hanya soal teknis. Penyimpanan data bukan cuma tempat menyimpan file—tapi juga memengaruhi bagaimana data diatur, diakses, dilindungi, dan dimanfaatkan. Dengan kata lain, strategi penyimpanan Anda akan sangat memengaruhi cara Anda mengelola data. Dan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan AI, memodernisasi sistem, dan tetap fleksibel, manajemen data yang baik bisa menentukan arah bisnis secara keseluruhan. Baik EDC maupun penyimpanan tradisional memang dirancang untuk mendukung kebutuhan data yang terus berkembang, tapi cara keduanya bekerja sangat berbeda. Memahami perbedaannya penting agar Anda bisa memilih fondasi infrastruktur yang tepat. Kelebihan dan Kekurangan Penyimpanan Tradisional Penyimpanan tradisional diciptakan untuk kebutuhan masa lalu—di mana beban kerja bisa diprediksi, sistem infrastruktur bersifat tetap, dan setiap aplikasi memiliki sistem tersendiri. Tapi model seperti itu sudah tidak cocok lagi dengan dunia digital saat ini yang cepat dan didorong oleh data. Beberapa kelemahan penyimpanan tradisional antara lain: Data tersebar dan terkotak-kotak Data tersebar di banyak sistem—baik di kantor (on-prem), di cloud, atau antar departemen. Ini menyulitkan pengelolaan data secara menyeluruh, membuat pengambilan keputusan lambat, dan membuat peluang pemanfaatan data terlewat. Banyak pekerjaan manual Tim IT terlalu sibuk dengan tugas seperti memindahkan, menyalin, atau menyiapkan data, sehingga waktu mereka habis untuk hal-hal teknis dan bukan strategis. Padahal kesalahan kecil bisa menyebabkan downtime, kehilangan data, atau pelanggaran kepatuhan. Data makin banyak dan tak terkendali Setiap tim membuat salinan data untuk kebutuhannya sendiri. Ini menambah biaya, kompleksitas, dan risiko—terutama soal keamanan dan pengawasan. Manajemen yang reaktif Tim IT sering kewalahan menangani masalah kapasitas, performa, atau gangguan sistem. Akibatnya sulit untuk merencanakan ke depan atau mendukung inovasi. Penyimpanan tradisional ibarat mobil tua yang masih bisa jalan tapi kesulitan saat melaju di jalan tol. Masih berfungsi, tapi tidak mampu mengikuti tuntutan zaman seperti AI, hybrid cloud, dan strategi berbasis data. Enterprise Data Cloud: Solusi Modern—Dengan Beberapa Catatan Cloud computing sudah mengubah standar dunia IT—dengan kemudahan akses, otomatisasi, dan fleksibilitas. Inilah yang menjadi dasar dari Enterprise Data Cloud (EDC). EDC membawa fleksibilitas ala cloud ke sistem lokal (on-premise), dengan keunggulan seperti: Akses aman dari berbagai lingkungan EDC mempermudah kepatuhan dengan kebijakan terpusat dan visibilitas yang jelas terhadap semua data. Otomatisasi tugas-tugas manual Proses seperti provisioning, backup, dan perencanaan kapasitas bisa dijalankan otomatis, mengurangi risiko dan menghemat waktu tim IT. Mengurangi silo data EDC menyatukan akses dan kendali atas data tanpa perlu membuat banyak salinan, sehingga pengambilan keputusan jadi lebih cepat dan mudah diawasi. Dengan kata lain, EDC memungkinkan data digunakan kapan saja dan di mana saja dibutuhkan—cocok untuk beban kerja kompleks seperti AI. Tapi EDC Juga Punya Tantangan Walau konsepnya bagus, banyak EDC awal dibangun di atas sistem lama. Bukan dirancang dari awal. Akibatnya: Sulit diskalakan Performa tidak stabil saat beban meningkat Sistem tetap rumit Banyak organisasi masih belum bisa melihat semua datanya secara utuh Apa yang terjadi jika Anda menjalankan beban kerja modern di sistem lama? Data jadi macet. Survei dari SnapLogic menemukan: 22% pemimpin IT punya data yang “terjebak” di sistem lama dan tak bisa dipindahkan 79% menggunakan alur data (pipeline) yang tidak terdokumentasi dan enggan disentuh Menyelesaikan Masalah Infrastruktur Solusi terbaik bukan menambahkan fitur baru ke sistem lama, tapi membangun ulang dari dasar—dari perangkat keras hingga software. Di Pure Storage, pendekatan ini dilakukan dengan membangun Enterprise Data Cloud dari nol. Hasilnya: Lapisan data terpadu Otomatisasi bawaan Skalabilitas tanpa gangguan Salah satu contoh nyata adalah Evergreen//One™, layanan Storage-as-a-Service (STaaS) yang cepat, hemat daya (hingga 85%), dan efisien dalam penggunaan ruang (hemat hingga 77%). Tanpa perlu ganti sistem besar-besaran. Tanpa gangguan. Cukup solusi penyimpanan modern yang siap menghadapi kebutuhan masa depan. Kesimpulan: Bukan Banyaknya Data yang Penting—Tapi Kemampuan Menggunakannya Di era digital, keunggulan bisnis bukan ditentukan oleh seberapa banyak data yang dimiliki, tapi seberapa efektif data itu bisa dimanfaatkan. Enterprise Data Cloud memberikan fondasi yang lebih baik daripada penyimpanan tradisional—selama dibangun dengan cara yang tepat sejak awal. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Otomatisasi Manajemen Data: Sekilas tentang Azure Storage Actions
Azure Storage Actions adalah platform yang dikelola sepenuhnya oleh Microsoft Azure untuk mengotomatiskan tugas-tugas manajemen data. Dengan layanan ini, Anda bisa memproses miliaran blob (file/data di penyimpanan) dengan mudah, cepat, dan tanpa perlu mengelola infrastruktur sendiri. Azure Storage Actions mendukung: Azure Blob Storage Azure Data Lake Storage Solusi dan Layanan Manajemen Data di Azure Storage Movement (Pemindahan Data) Pengalaman menyeluruh untuk menemukan, merencanakan, dan memindahkan data ke Azure dengan aman, cepat, dan hemat biaya. Insights (Wawasan) Menyimpan dan mengelola metrik serta metadata untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang data Anda. Actions (Tindakan Otomatis) Platform tanpa server (serverless) yang fleksibel dan bisa diskalakan, untuk memproses data secara otomatis demi keperluan manajemen, perlindungan, keamanan, dan tata kelola data. Tantangan yang Dihadapi Organisasi Volume data terus bertambah. Banyak pelanggan memiliki ratusan akun storage dengan miliaran objek di dalamnya. Operasi massal seperti penghapusan, tagging, dan proteksi data menjadi rumit. Kebijakan otomatis bawaan (lifecycle) terlalu terbatas dan sulit dikembangkan lebih lanjut. Perkenalan Azure Storage Actions Platform otomatisasi manajemen data yang: Bisa memproses miliaran blob dengan mudah. Tanpa perlu pengaturan infrastruktur manual. Mendukung berbagai skenario seperti: proteksi data, optimasi biaya, tagging, duplikasi, hingga penghapusan file. Bagaimana Cara Kerja Azure Storage Actions? Azure Storage Actions menggunakan prinsip Event-Condition-Action (Peristiwa – Kondisi – Aksi): Dapat dijalankan secara terjadwal atau on-demand (saat dibutuhkan). Memproses blob berdasarkan kondisi tertentu, seperti nama file, tipe blob, waktu pembuatan, dll. Menggunakan aksi bawaan (seperti copy, delete, set tag, dsb). Tanpa server (serverless): Tidak perlu infrastruktur khusus. Azure akan otomatis menskalakan sesuai kebutuhan. Tanpa coding: Hanya perlu klik-klik untuk membuat tugas otomasi. Fitur Utama Azure Storage Actions Proteksi Data: Immutability (data tidak bisa diubah), legal hold (penahanan hukum), pengaturan waktu kedaluwarsa blob. Optimasi Biaya: Pindahkan atau hapus blob yang sudah lama. Tagging Otomatis: Mengelola tag blob berdasarkan kondisi. Undelete: Memulihkan blob yang terhapus. Copy Blob & Folder: Operasi pemindahan dan penggandaan file atau folder. Cara Memulai Azure Storage Actions Masuk ke Azure Portal Cari dan buka Azure Storage Actions Buat Tugas (Create Task): Tentukan Kondisi (Define Conditions) dengan ekspresi logika, contoh: and(endsWith(Name, ‘pdf’), equals(BlobType, ‘BlockBlob’)) Artinya: File harus berakhiran .pdf Tipe blob harus BlockBlob Jika kondisi ini dipenuhi, maka: Tag process = true akan ditambahkan Kebijakan immutability akan disetel ke “locked” Buat Penugasan (Create Assignment) Pilih blob/folder atau storage account mana yang akan dikenakan tugas tersebut. Pantau Eksekusi Setelah tugas dijalankan, hasilnya akan tersimpan di dalam container storage dalam bentuk laporan. Contoh Penggunaan (Use Cases) Manajemen Retensi Otomatiskan durasi penyimpanan dan kedaluwarsa file audio berdasarkan tag dan waktu pembuatan. Manajemen Versi Dataset Kelola siklus hidup dataset dengan metadata dan tag untuk perlindungan dan penghematan biaya. Pemrosesan Sekali Jalan (One-Off) Mengaktifkan kembali data dari tier archive. Menghapus data lama dan tidak diperlukan. Reset tag hanya pada sebagian dataset. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Kurangi Risiko Downtime dengan Perlindungan Data Generasi Terbaru dari Infinidat: Deteksi Ransomware untuk Kesiapan Pemulihan!
Menurut artikel dari SiliconANGLE pada Februari 2025, laporan terbaru dari Bitdefender menyatakan bahwa Februari 2025 adalah bulan terburuk dalam sejarah untuk serangan ransomware. Bulan tersebut mencatat jumlah serangan ransomware tertinggi yang pernah dilaporkan. Check Point Research juga mencatat lonjakan serangan siber global terbesar dalam dua tahun terakhir—naik 30% di kuartal 2 tahun 2024 dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya, dengan 1.636 serangan per minggu. Sementara itu, Comparitech dalam laporan “Ransomware Roundup” untuk kuartal 1 tahun 2025 mencatat 2.190 serangan ransomware secara global, meningkat 184% dibanding kuartal 1 tahun 2024. Dampak keuangan dari kejahatan siber sangat besar. Menurut Cybersecurity Ventures, biaya yang ditimbulkan akibat kejahatan siber diperkirakan mencapai $10,5 triliun pada 2025. Comparitech melaporkan bahwa rata-rata tebusan yang diminta dalam serangan ransomware yang dikonfirmasi adalah $2,14 juta, dan bahkan bisa mencapai $6,7 juta untuk organisasi pemerintah. “Dalam kondisi krisis ransomware saat ini, pertanyaannya bukan lagi apakah serangan akan terjadi, tapi kapan.” — Michael Colby Ancaman semakin besar karena para pelaku kejahatan siber terus mengembangkan metode baru, kini bahkan menggunakan AI untuk mempercepat serangan dan mengeksploitasi celah keamanan. Bagaimana Serangan Ransomware Terjadi? Metode mereka bukan lagi rahasia: Masuk lewat celah keamanan. Lanjut ke fase intrusi manual. Tanam kode ransomware secara diam-diam. Menyebar dan menanamkan malware di seluruh infrastruktur data organisasi. Biasanya, proses ini terjadi diam-diam selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Tapi sekarang, hanya dalam hitungan hari bahkan jam, mereka bisa menyebar, mengenkripsi data, dan melancarkan serangan besar-besaran. Cara Ransomware Menyembunyikan Serangan Sebelum Diluncurkan: Timebomb Ransomware: Tidak langsung aktif, membuat backup data ikut terinfeksi tanpa disadari. Enkripsi Lambat & Bertahap: Hanya mengenkripsi sebagian file secara perlahan agar tak terdeteksi oleh alat monitoring biasa. Metadata Tidak Berubah: File yang telah dienkripsi tetap terlihat normal karena metadata (nama, ukuran, ekstensi) tidak berubah. Korupsi Database Halus: Menyisipkan kerusakan ke dalam halaman database agar tidak langsung terdeteksi. Shadow Encryption: Teknik baru dengan enkripsi dalam memori dan algoritma ganda yang sangat sulit dideteksi. Karena teknik serangan semakin canggih dan cepat, deteksi dini menjadi sangat penting untuk meminimalkan kerusakan dan mempercepat respons. Solusi dari Infinidat: InfiniSafe® Cyber Detection Infinidat tidak hanya fokus pada pemberitahuan setelah serangan dimulai—itu sudah terlambat! Dengan teknologi deteksi proaktif berbasis AI dari CyberSense milik Index Engines, InfiniSafe Cyber Detection mendeteksi tanda-tanda serangan jauh sebelum ransomware aktif. Sistem ini: Menganalisis isi file dan halaman database. Menggunakan lebih dari 200 analisis berbasis konten. Dapat mengidentifikasi perubahan halus dalam file yang menjadi tanda awal serangan ransomware. “InfiniSafe Cyber Detection hasil kolaborasi Infinidat dan Index Engines telah dilatih untuk mengenali perilaku khas ransomware.” — Michael Colby Kecerdasan Buatan yang Terlatih dan Akurat AI dilatih menggunakan puluhan juta data sampel dari dunia nyata. 10 mesin pembelajaran mesin (ML) bekerja secara mandiri dan menghasilkan prediksi kolektif apakah ada indikasi serangan ransomware. 850+ varian ransomware baru dianalisis setiap hari untuk terus melatih sistem. Validasi dilakukan terhadap 15 juta sampel pelanggan. Uji akhir dilakukan pada 30 juta data baru untuk memastikan akurasi 99,99%, seperti yang dikonfirmasi oleh ESG. Manfaat Utama untuk Organisasi Anda: ✅ Deteksi serangan lebih awal, bahkan sebelum terjadi kerusakan besar. ✅ Keyakinan bahwa data Anda aman dan tidak dikorupsi diam-diam. ✅ Perlindungan aktif terhadap teknik serangan ransomware terbaru. ✅ Siap untuk pemulihan cepat dan minimalkan downtime. Ini adalah akhir dari Bagian 1. Nantikan Bagian 2, yang akan membahas bagaimana InfiniSafe Cyber Detection juga memberikan analisis forensik dan pelaporan serangan siber secara mendalam, menggunakan AI yang sama. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Diumumkan: Dukungan Pure Storage Cloud untuk Amazon Elastic VMware Service (EVS)
Hari ini, kami dengan bangga mengumumkan bahwa Pure Storage Cloud kini mendukung Amazon Elastic VMware Service (EVS)—sebuah integrasi baru yang membawa kekuatan block storage berbasis Purity ke lingkungan VMware yang berjalan di AWS. Baik Anda sedang melakukan migrasi dari on-premise, memperluas operasi hybrid, atau beralih dari deployment cloud lainnya, Pure Storage Cloud memberikan jalur yang mulus dan dioptimalkan untuk penyimpanan bagi pelanggan EVS. Perluas Lingkungan VMware Anda ke AWS—Tanpa Kompromi Seiring banyak organisasi meninjau ulang strategi infrastruktur dan aplikasinya akibat perubahan industri, satu tujuan tetap sama: berpindah ke cloud tanpa mengorbankan performa, visibilitas, atau kontrol. Di sinilah Pure Storage Cloud Dedicated hadir—layanan block storage yang dikelola oleh pelanggan di AWS. Layanan ini memberikan fleksibilitas bagi lingkungan VMware untuk masuk ke AWS dengan alat, kontrol, dan performa tingkat enterprise yang sama seperti di data center Anda. Mengapa Pure Storage Cloud Dedicated + EVS? Berikut beberapa manfaat utama dari integrasi baru ini: 1. Pengalaman VMware yang Sama—Sekarang di AWS EVS memungkinkan Anda menjalankan VMware Cloud Foundation (VCF) langsung di Amazon VPC Anda, berdampingan dengan aplikasi lain. Pure Storage telah mendukung integrasi lanjutan untuk VCF, sehingga Anda bisa tetap menggunakan alat dan antarmuka yang sudah familiar. Dengan dukungan VMFS, VAAI, plug-in vSphere Client, dan integrasi datastore native, model operasional Anda tetap konsisten. 2. Dirancang untuk Efisiensi dan Skalabilitas Cloud Kurangi jejak penyimpanan Anda di AWS dengan teknologi kompresi dan thin provisioning terbaik di industri, tanpa batasan throughput. Dukungan untuk protokol iSCSI dan NVMe-TCP, serta kemampuan untuk menskalakan penyimpanan secara independen dari komputasi, memungkinkan penghematan hingga 50% dari total biaya kepemilikan (TCO). 3. Perlindungan Tingkat Lanjut, Terintegrasi Lindungi data VMware Anda dengan fitur-fitur enterprise seperti snapshot yang tidak dapat diubah, replikasi, manajemen salinan data, dan perlindungan ransomware SafeMode. Penuhi target RTO dan RPO tanpa konfigurasi rumit atau overprovisioning. 4. Mobilitas Hybrid Cloud yang Mulus Migrasikan workload VMware ke AWS tanpa perlu mendesain ulang arsitektur. Pure Storage Cloud memungkinkan pelanggan EVS memindahkan workload dengan fleksibel—menjaga performa aplikasi dan konsistensi infrastruktur, sekaligus membuka jalan menuju layanan cloud-native dan EC2. 5. Harga yang Sederhana dan Transparan Berbeda dengan kompetitor yang menggunakan model provisioning berbasis kapasitas dan lisensi rumit, Pure Storage Cloud menawarkan harga yang dapat diprediksi, memudahkan perencanaan dan skalabilitas. Siapa yang Cocok Menggunakan EVS + Pure Storage? Pure Storage Cloud sangat ideal bagi: Perusahaan yang memigrasikan workload VMware ke AWS Pengguna VMware Cloud on AWS (VMC) yang ingin opsi yang lebih fleksibel Tim IT hybrid yang ingin standarisasi dengan Pure Storage di cloud dan on-premise Arsitek cloud yang ingin modernisasi infrastruktur tanpa mengorbankan integrasi VMware Tersedia Sekarang Pure Storage Cloud Dedicated sudah tersedia hari ini di AWS Marketplace, serta melalui Pure Storage dan jaringan global integrator sistem, reseller, dan penyedia layanan terkelola. Ringkasan Pure Storage Cloud Dedicated kini mendukung Amazon Elastic VMware Service (EVS)—memungkinkan organisasi memigrasikan workload VMware ke AWS secara mulus dengan alat, antarmuka, dan performa yang sudah mereka kenal. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Visibilitas Operasional Didefinisikan Ulang dengan NetApp Data Infrastructure Insights
Pengiriman aplikasi modern sangat bergantung pada visibilitas—kemampuan untuk melihat, memahami, dan mengambil tindakan atas apa yang terjadi di dalam lingkungan kontainer yang dinamis. Tim rekayasa platform di NetApp IT menghadapi tantangan umum: bagaimana memastikan observabilitas dan keamanan secara real-time pada klaster Kubernetes, tanpa menambah kerumitan atau biaya. Yang awalnya hanya sebuah eksperimen, akhirnya berkembang menjadi keputusan untuk mengganti alat pemantauan industri yang kami gunakan dengan solusi buatan sendiri dari NetApp: NetApp Data Infrastructure Insights (DII). Mengubah Tumpukan Teknologi: Dari Sysdig ke DII Sebelumnya, kami menggunakan Sysdig untuk memantau klaster Kubernetes, terutama karena fitur observabilitas dan keamanannya. Namun saat kami mulai menerapkan paket keamanan SDLC modern di platform kami, kami mulai mengevaluasi ulang alat yang kami gunakan. Di saat yang sama, DII juga berkembang pesat. Setelah menilai kemampuannya dalam observabilitas, kami memutuskan untuk: Menghentikan penggunaan Sysdig Monitor Mengalihkan lisensi yang ada untuk Sysdig Secure (perlindungan saat runtime) Mengadopsi DII sebagai platform utama untuk pemantauan dan diagnosis “Keputusan ini tidak kami ambil dengan enteng,” kata David Fox, Pimpinan Tim Rekayasa Platform di NetApp. “Kami menguji DII dengan ketat seperti halnya kami menguji alat eksternal. Kami harus yakin bahwa DII benar-benar bisa memberi wawasan yang kami butuhkan, terutama saat terjadi masalah di produksi.” Pemecahan Masalah dan Analisis Akar Masalah secara Real-Time Bagi tim kami, observabilitas adalah hal yang sangat penting. Kami harus bisa merespons dengan cepat jika terjadi masalah seperti koneksi terputus atau performa lambat. Kini, DII menjadi alat utama kami untuk menemukan akar masalah dan menyelesaikan insiden dengan cepat. Ketika developer melaporkan masalah, kami menggunakan DII untuk melacak metrik seperti penggunaan CPU, tekanan memori, pemanfaatan host, dan tingkat error. DII membantu kami menghubungkan lonjakan sumber daya dengan konfigurasi atau batasan pod, misalnya menemukan kontainer yang mencapai batas CPU sebelum mengganggu sistem lainnya. Salah satu fitur andalan DII adalah kemampuan pelacakan perubahan. Kami bisa melihat perubahan pada file manifest aplikasi dari waktu ke waktu dan menghubungkannya dengan laporan insiden. Jika ada masalah yang muncul tiga hari lalu, DII menunjukkan perubahan apa yang terjadi dan kapan itu terjadi. Fitur ini sangat penting untuk menyelesaikan masalah yang tidak konsisten. Membangun Platform: Dari Tantangan Awal ke Kolaborasi Strategis Perjalanan kami dengan DII tidak selalu mulus. Versi awal belum memiliki fitur selengkap Sysdig, dan ada beberapa masalah kompatibilitas. Tapi kami tidak menghadapi ini sendirian—kami bekerja erat dengan tim pengembang DII, mengajukan permintaan peningkatan, dan menguji fitur baru saat diluncurkan. “Dalam banyak hal, kami berperan sebagai pelanggan sekaligus mitra pengembang,” kata Fox. “Kami ikut membentuk arah pengembangan DII, dan itu adalah pengalaman yang sangat berharga.” Kolaborasi ini membuat tim IT NetApp punya pengaruh langsung dalam pengembangan alat internal—sesuatu yang sangat jarang terjadi dan sangat bernilai. Memperluas Visibilitas: Cloud, Biaya, dan Masa Depan Seiring perkembangan DII, kami terus mendorong integrasi yang lebih dalam antar platform, otomatisasi yang lebih luas, serta dukungan untuk lingkungan multi-klaster dan multi-cloud. Kami menggunakan layanan seperti Amazon FSx for NetApp ONTAP untuk memperluas visibilitas kami ke lingkungan cloud publik. Dengan FSx for ONTAP, kami dapat mempertahankan standar observabilitas dan otomatisasi yang konsisten di lingkungan on-premise maupun cloud, didukung oleh Trident dan terintegrasi erat dengan platform DII. DII juga mulai menjadi komponen penting dalam strategi observabilitas dan FinOps kami, memberikan wawasan menyeluruh tentang kesehatan sistem, performa, biaya, dan perilaku aplikasi dalam skala besar. Perubahan ini bukan sekadar mengganti alat—tetapi bagian dari komitmen kami terhadap keunggulan operasional, ketahanan platform, dan penyediaan observabilitas yang terpadu di seluruh infrastruktur hybrid NetApp IT. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Bagaimana Pendulum Mencapai Pemrosesan 6x Lebih Cepat dan Pengurangan Biaya 40% dengan Amazon S3 Tables
Pendulum adalah platform analitik bertenaga AI yang mengumpulkan dan menganalisis data real-time dari media sosial, berita, dan podcast. Platform ini dirancang untuk membantu organisasi memantau reputasi, mendeteksi krisis lebih awal, dan melacak aktivitas influencer. Dengan memanfaatkan machine learning (ML), Pendulum mampu menampilkan wawasan penting dari berbagai saluran digital dan memberikan pandangan menyeluruh terhadap dunia digital. Salah satu komponen penting dari solusi Pendulum adalah kemampuan mereka untuk mengolah miliaran data dari lebih dari 20 platform pihak ketiga dan memproses data tersebut menjadi data lake sebesar lebih dari 10 TB yang disimpan di Amazon S3. Pendulum memilih Apache Iceberg sebagai format tabel karena kemampuannya dalam mengoptimalkan query, mendukung evolusi skema dan indeks secara fleksibel, fitur time travel, dan konsistensi data melalui pendekatan merge-on-read. Namun, pengelolaan tabel Iceberg secara manual di lingkungan S3 mereka membutuhkan banyak waktu dan tenaga dari tim engineer. Masuknya Amazon S3 Tables menjadi solusi besar yang mengubah proses operasional yang mahal ini. S3 Tables adalah cloud object store pertama yang mendukung Iceberg secara bawaan dan merupakan cara termudah untuk menyimpan data tabel dalam skala besar. Dengan beralih ke S3 Tables, Pendulum berhasil memangkas lebih dari 4 jam kerja mingguan untuk perawatan tabel, meningkatkan performa query sekitar 70%, menurunkan biaya hingga 40%, dan mencapai kecepatan pemrosesan sistem hingga 6 kali lebih cepat dari sebelumnya. Sistem Lama Sebelum menggunakan S3 Tables, Pendulum mengelola tabel Iceberg mereka secara manual di bucket S3 biasa. Proses ini melibatkan skrip otomatisasi kustom di AWS Glue untuk compaction, implementasi Iceberg dasar, pengaturan Glue Optimization secara manual, serta pengelolaan snapshot dan pembersihan data. Skrip-skrip ini memakan banyak waktu (sekitar 1 jam per proses) dan sumber daya (Data Processing Units/DPU). Implementasi S3 Tables Dengan S3 Tables, Pendulum membangun pipeline data otomatis dan berskala besar menggunakan arsitektur serverless di AWS. Lapisan Ingest (Pengambilan Data) Platform pengambilan data dibangun sepenuhnya menggunakan layanan serverless AWS. AWS Step Functions digunakan untuk menjadwalkan alur kerja, yang memanggil fungsi AWS Lambda melalui Amazon EventBridge. Untuk pengambilan data secara langsung, permintaan dikirim ke Amazon SQS, yang secara instan memicu Lambda terkait. Sistem ini mengambil data dari 26 platform sosial dan media, memproses sekitar 90 juta postingan per hari dari 4 juta saluran. Data disimpan di S3 dengan partisi berdasarkan tanggal, platform, dan pembuat konten. Waktu proses ETL menjadi jauh lebih cepat karena S3 Tables menangani optimasi Iceberg secara otomatis. Lapisan Pra-Pemrosesan Data yang diambil diproses menggunakan Glue Streaming ETL. Di sini data dibersihkan dan dikategorikan menjadi dua jenis: Channels (akun sumber) dan Posts (konten dari akun). Setelah diklasifikasikan, data disimpan ke bucket tabel yang sesuai. Lapisan Penyimpanan Data Data yang sudah diproses disimpan dalam tiga bucket S3 Tables: channel_latest_s3: Menyimpan seluruh akun sosial media yang pernah terlihat. Diperbarui tiap hari. post_latest_s3: Menyimpan semua postingan media sosial. Diperbarui tiap hari. enriched_snippets: Tabel streaming real-time yang menyimpan potongan teks hasil analisis NLP dari Amazon SageMaker. Lapisan Analitik Data kumulatif ini digunakan untuk analitik lanjutan seperti: Query real-time di Amazon Athena Proses embedding di Amazon EMR Serverless untuk platform AI Pendulum Indexing ke Amazon OpenSearch Visualisasi di platform analitik Pendulum dan Amazon QuickSight Dengan struktur ini, querying menjadi efisien, dan performa tetap optimal. Dampak Sistem Dengan S3 Tables, Pendulum menghemat lebih dari 4 jam kerja mingguan tiap engineer yang sebelumnya digunakan untuk pemeliharaan tabel. Tim engineer kini bisa fokus pada proyek-proyek data yang lebih strategis. Sebelumnya, proses manual mereka mencakup: Skrip otomatisasi compaction Pengelolaan Iceberg mandiri Pengaturan optimasi Glue secara manual Pemeliharaan snapshot dan rutinitas pembersihan Setelah beralih ke S3 Tables, performa meningkat drastis. Salah satu tabel terbesar mereka (post_latest_s3) kini diproses 6 kali lebih cepat — dari 1 jam menjadi hanya 10 menit per hari. Hal ini berkat fitur optimasi otomatis seperti file compaction, indexing, dan adaptive query execution (AQE). Selain kecepatan, biaya juga turun sekitar 40% karena lebih hemat DPU Glue dan tidak lagi membutuhkan skrip tambahan. Biaya tersembunyi yang juga tereliminasi meliputi: Waktu engineer untuk perawatan Dampak bisnis karena keterlambatan data Biaya infrastruktur untuk monitoring dan skrip Manfaat lain yang dirasakan Pendulum: Keandalan data meningkat karena optimasi otomatis yang konsisten Skalabilitas tinggi untuk data yang terus bertambah Performa query yang lebih baik bagi pengguna bisnis Akses data lebih cepat dan mudah Kesimpulan Sebelum menggunakan Amazon S3 Tables, Pendulum harus mengalokasikan banyak waktu engineer untuk mengelola tabel Iceberg. Seiring pertumbuhan data dan inisiatif baru, pendekatan ini menjadi tidak efisien. S3 Tables hadir sebagai solusi yang sangat cocok untuk kebutuhan Pendulum. Dengan sistem ini, mereka menghemat waktu, meningkatkan performa hingga 6 kali, dan memangkas biaya sebesar 40%. Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk mengelola tabel Iceberg secara manual, S3 Tables bisa menjadi solusi terbaik untuk menyimpan data tabular dalam skala besar dengan manajemen sepenuhnya otomatis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Uji Pemulihan Otomatis dengan AWS Backup Restore Testing
Dalam strategi pemulihan bencana (Disaster Recovery/DR) dan ketahanan siber, daya tahan data (data resilience) adalah kunci. Namun, banyak organisasi yang hanya fokus membuat cadangan data (backup), tapi tidak pernah benar-benar memastikan apakah backup tersebut bisa dipulihkan (restore) saat dibutuhkan. Akibatnya, bisa muncul kejutan mahal—misalnya, tim aplikasi baru menyadari bahwa proses restore database mereka butuh waktu enam jam, padahal target RTO-nya hanya empat jam. Ini bisa berarti gangguan layanan selama berjam-jam saat krisis. Dengan regulasi yang makin ketat dan ancaman siber yang terus berkembang, memastikan backup bisa dipulihkan bukan lagi pilihan—melainkan keharusan. Untuk itulah AWS Backup restore testing hadir sejak November 2023, menyediakan cara otomatis dan efisien untuk menguji backup Anda. Apa Itu AWS Backup Restore Testing? Fitur ini mengotomatiskan proses verifikasi backup, menggantikan pekerjaan manual yang memakan waktu dengan alur kerja otomatis dan andal. Anda bisa memastikan bahwa backup benar-benar bisa dipulihkan, bukan hanya berasumsi. Berikut tiga alasan utama untuk mulai menggunakan restore testing: 1. Penuhi Target Pemulihan Internal (RTO/RPO) Backup bukan sekadar menyimpan data—Anda harus tahu apakah data itu bisa dipulihkan sesuai waktu yang ditentukan. Misalnya, jika organisasi punya target RTO empat jam untuk aplikasi kritikal, restore testing membantu memastikan bahwa waktu itu bisa dicapai. Contohnya, sebuah perusahaan menemukan proses restore database mereka memakan waktu enam jam karena ada konfigurasi yang luput dari tinjauan manual. Dengan restore testing, kesalahan ini ditemukan dan diperbaiki sebelum terjadi insiden nyata. AWS Backup restore testing mendukung layanan AWS seperti: Amazon EBS (penyimpanan blok) Amazon RDS (database) Amazon S3 (penyimpanan objek) Restore dilakukan di lingkungan terisolasi sehingga tidak mengganggu sistem produksi. 2. Penuhi Kewajiban Regulasi Di industri seperti keuangan dan kesehatan, menguji kemampuan backup bukan hanya praktik baik—melainkan syarat hukum. Banyak regulasi global dan lokal yang mewajibkan pengujian backup secara rutin, seperti: NIST CSF & ISO 27001/27031: Standar global ketahanan sistem DORA (Eropa): Uji backup wajib untuk institusi keuangan GDPR: Wajibkan uji aksesibilitas dan integritas data MAS TRM (Singapura): Perlu bukti dokumentasi pengujian backup SEC 17a-4 / FINRA / RBI / BaFin / APRA CPS 234 / BSP MORB, dan banyak lagi. Dengan restore testing, Anda dapat: Melakukan pengujian secara berkala sesuai regulasi Menyediakan log audit lengkap untuk pembuktian Menyesuaikan frekuensi pengujian sesuai kebutuhan peraturan 3. Pertahankan Integritas Backup dari Ancaman Siber Ancaman siber makin canggih, termasuk serangan ransomware yang menarget backup. Tanpa validasi, backup bisa rusak atau tidak bisa dipulihkan. Restore testing memeriksa backup secara rutin di lingkungan sandbox yang aman: Memastikan data tidak rusak atau dimanipulasi Menjalankan simulasi pemulihan agar Anda siap saat krisis nyata Bekerja dengan AWS Backup Vault Lock untuk membuat backup yang tahan gangguan Dengan ini, Anda punya bukti kuat untuk kebutuhan asuransi siber dan ketahanan data. Arsitektur Terdistribusi yang Aman AWS Backup restore testing menggunakan arsitektur yang terpisah: Akun workload menyimpan backup Vault account menyimpan backup secara terisolasi (air-gapped) Akun forensik menjalankan proses restore testing Hasil pengujian bisa dilaporkan menggunakan AWS Backup Audit Manager. Ini meningkatkan keamanan dan objektivitas hasil uji. Integrasi Tambahan Solusi dari AWS Partner Network (seperti Elastio) bisa ditambahkan untuk deteksi ancaman dan respons selama proses restore testing. Kesimpulan Backup yang tidak diuji sama saja dengan berjudi soal keberhasilan pemulihan data. Restore testing dari AWS Backup memberikan: Validasi otomatis Pelaporan untuk audit Pengujian aman di lingkungan terisolasi Saat terbaik untuk menguji backup adalah sebelum terjadi insiden. Jangan menunggu krisis untuk mengetahui apakah data Anda bisa dipulihkan. Mulailah sekarang untuk memastikan organisasi Anda tangguh terhadap gangguan dan serangan siber. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Kebijakan Perlindungan Microsoft Purview untuk Azure Data Lake & Blob Storage Kini Tersedia di Semua Wilayah
Saat ini, organisasi menghadapi tantangan penting: bagaimana menerapkan tata kelola data (data governance) secara otomatis dan konsisten di seluruh lanskap data yang terus berkembang pesat. Dengan meningkatnya penggunaan AI dan kebutuhan akan data dalam jumlah besar untuk pelatihan model, Chief Data Officer (CDO) dan Chief Information Security Officer (CISO) harus mampu mencegah kebocoran data sensitif seperti PII (data pribadi) atau informasi kartu kredit—sekaligus tetap mematuhi regulasi data dan hukum yang berlaku. Banyak organisasi yang menggunakan Azure Blob Storage dan Azure Data Lake Storage (ADLS) untuk menyimpan data dalam skala besar karena menawarkan solusi penyimpanan cloud yang aman, fleksibel, dan selalu tersedia. Sistem seperti RBAC (role-based access control), ABAC (attribute-based access control), dan ACL (access control lists) memang bisa membantu membatasi akses ke data berdasarkan metadata seperti nama file, tag, atau nama kontainer. Namun, dalam beberapa kasus, organisasi juga perlu membatasi akses secara otomatis berdasarkan isi data itu sendiri—misalnya, untuk mendeteksi dan melindungi data sensitif seperti nomor kartu kredit di dalam sebuah blob. Di sinilah peran solusi seperti Microsoft Information Protection (MIP) menjadi penting. Solusinya: Microsoft Purview Information Protection (MIP) MIP menyediakan cara sentral dan efisien untuk melindungi data, dengan membatasi akses ke data berdasarkan label sensitivitas yang ditemukan melalui pemindaian otomatis. Perlindungan ini bisa diterapkan langsung ke data di akun penyimpanan Azure, tanpa perlu proses pemindaian atau pelabelan manual oleh tim internal. Dengan fitur ini, organisasi dapat menerapkan tata kelola data yang konsisten sekaligus memenuhi standar keamanan dan kepatuhan. Contoh Kasus: Meningkatkan Tata Kelola Data dengan Kebijakan Perlindungan MIP Misalnya, perusahaan global seperti Contoso menyimpan data dalam jumlah besar di Azure Storage. Penggunanya beragam—mulai dari auditor keuangan, tim hukum, hingga analis data. Data baru terus diunggah setiap hari, dan sebagian besar mengandung informasi sensitif. Jika analis data mengakses blob bernama “logs”, dan file tersebut berisi PII atau data keuangan, maka akses seharusnya hanya diberikan kepada tim keuangan. Dengan kebijakan perlindungan MIP, akses dapat diatur secara otomatis berdasarkan label sensitivitas yang ditemukan dalam isi file—dan diperbarui sesuai konten terbaru. Keunggulan Utama: Pelabelan Otomatis: Secara otomatis memberi label sensitivitas pada data di Azure Storage berdasarkan tipe informasi sensitif yang terdeteksi. Perlindungan Otomatis: Secara otomatis membatasi akses berdasarkan label. Misalnya, hanya grup tertentu yang bisa mengakses data dengan label “Highly Confidential”. Kontrol Tingkat Enterprise: Kebijakan ini memastikan hanya pengguna yang terautentikasi (Azure Entra ID atau grup pengguna M365) yang bisa membaca blob. Manajemen Kebijakan Terpusat: Admin bisa membuat, mengatur, dan menerapkan kebijakan perlindungan dari satu portal Microsoft Purview untuk semua akun Azure Storage. Dengan menerapkan kebijakan ini, Contoso berhasil mengamankan data mereka dan menjaga kepatuhan dengan cara yang efisien dan terpusat. Syarat yang Diperlukan: Memiliki lisensi Microsoft 365 E5 Menggunakan model pembayaran Pay-as-you-go berdasarkan jumlah aset yang dilindungi Informasi lebih lanjut tentang lisensi dan pembayaran dapat ditemukan di dokumentasi Microsoft Untuk mencoba, Anda bisa mendaftar uji coba M365 E5 melalui portal Microsoft Cara Memulai: Fitur Public Preview ini mendukung layanan berikut: Azure Blob Storage Azure Data Lake Storage (ADLS) Langkah-langkah mengaktifkan perlindungan: Masuk ke portal Microsoft Purview > pilih kartu Information Protection > pilih Policies Gunakan atau buat label sensitivitas baru untuk data di Azure Storage Konfigurasikan pelabelan otomatis berdasarkan tipe informasi sensitif Buat kebijakan perlindungan dan hubungkan dengan label yang relevan Terapkan kebijakan tersebut ke akun Azure Blob Storage atau ADLS Anda Ilustrasi Proses (Diagram) (Di bagian ini, Anda dapat menambahkan diagram alur atau proses sesuai kebutuhan presentasi atau dokumen) Batasan Selama Masa Uji Coba (Public Preview): Maksimal 10 akun penyimpanan bisa diatur dalam satu kebijakan Jika aturan pola (pattern rules) diubah, maka label akan diperbarui ulang di semua akun Sinkronisasi label bisa tertunda, yang berdampak pada penerapan kebijakan Jika akun penyimpanan menggunakan Customer-Managed Keys (CMK), maka kebijakan MIP tidak berlaku Langkah Selanjutnya Dengan fitur ini yang kini tersedia di semua wilayah, organisasi bisa langsung mulai menerapkan kebijakan perlindungan di akun Azure Storage mereka untuk memastikan tata kelola data yang konsisten dan aman. Kami mendorong Anda untuk mencoba fitur ini dan memberikan masukan. Umpan balik Anda akan sangat membantu dalam pengembangan fitur ke tahap general availability. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!