Skip to content
  • Jakarta - Indonesia
  • [email protected]
  • 021-53660861
  • Jakarta - Indonesia
  • Beranda
  • Produk
  • Jasa Instalasi
  • Youtube Channel
  • PROMO
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
  • Jasa Instalasi
  • Youtube Channel
  • PROMO
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
qstorage.png

Tag: storage AWS

August 26, 2025

Menerapkan Workflow Multi-Party Approval untuk AWS Backup Logically Air-Gapped Vaults

Di era serangan siber yang semakin canggih, perusahaan menghadapi tantangan besar dalam melindungi data cadangan (backup). Sering kali, sistem backup berbagi kredensial dengan lingkungan produksi. Jika kredensial tersebut diretas, bukan hanya sistem utama yang lumpuh, akses ke backup pun bisa hilang. Inilah mengapa perlindungan tambahan diperlukan. Salah satu solusi terbaru datang dari integrasi Multi-party approval (persetujuan multi-pihak) dengan AWS Backup. Fitur ini membuat jalur akses terpisah dan lebih aman ke data backup, bahkan jika akun utama atau organisasi AWS Anda diretas. Dengan mekanisme ini, perubahan penting tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, melainkan harus melalui beberapa persetujuan. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana cara menerapkan workflow Multi-party approval, baik untuk skenario pemulihan akun maupun pemulihan organisasi. Pola Pemulihan (Recovery Patterns) Ada dua pola utama yang bisa diterapkan: Account Recovery Pattern Digunakan ketika akun yang menyimpan vault backup tidak bisa diakses. Dengan Multi-party approval, tim pemulih bisa meminta akses cadangan lewat jalur independen. Organization Recovery Pattern Digunakan ketika seluruh struktur AWS Organizations diretas. Dalam kasus ini, cadangan tetap bisa diakses lewat organisasi pemulihan terpisah yang memiliki sistem identitas (IdP) independen. Langkah Implementasi untuk Account Recovery Untuk memulai, Anda butuh minimal dua akun AWS dalam satu organisasi: Workload account → Akun utama dengan sistem produksi dan vault backup. Recovery account → Akun cadangan yang akan digunakan jika akun utama tidak bisa diakses. 1. Aktifkan Multi-party Approval Di akun manajemen organisasi, aktifkan Multi-party approval lewat IAM Identity Center. Setelah itu, AWS akan menyediakan Approval Portal tempat mengelola permintaan persetujuan. 2. Buat Tim Approval Buat tim berisi beberapa anggota, dengan syarat minimal dua orang sebagai persetujuannya. Hal ini mencegah satu orang mengakses backup sendirian. 3. Undangan dan Aktivasi Tim Setiap anggota akan menerima undangan email untuk bergabung. Setelah semua anggota menerima, tim berstatus aktif dan siap digunakan. 4. Bagikan Tim ke Akun Target Gunakan AWS Resource Access Manager (RAM) untuk membagikan tim approval ke akun-akun lain, termasuk recovery account. 5. Tambahkan Kontrol dengan SCP (Opsional) Service Control Policies bisa dipakai untuk memastikan hanya tim tertentu yang bisa mengakses vault backup, meningkatkan keamanan. 6. Hubungkan Tim dengan Vault Di konsol AWS Backup, pilih vault backup yang sudah dibuat dan hubungkan dengan tim approval. Sejak saat itu, semua perubahan terkait vault harus melewati persetujuan multi-pihak. Proses Pemulihan saat Akun Utama Tidak Bisa Diakses Jika akun utama diretas, recovery account bisa meminta akses ke vault backup: Dari recovery account, ajukan permintaan akses ke vault melalui Approval Portal. Tim approval akan menerima notifikasi email dan harus menyetujui permintaan tersebut. Setelah jumlah persetujuan terpenuhi, recovery account akan memiliki akses read-only ke vault backup. Dari sana, tim bisa memilih recovery point dan memulihkan data penting untuk keberlangsungan bisnis. Implementasi untuk Organization Recovery Jika seluruh organisasi AWS terkena serangan, maka langkahnya sedikit berbeda: Siapkan Recovery Organization terpisah dengan Identity Provider (IdP) independen. Best practice: Gunakan vendor IdP yang berbeda dari organisasi utama agar tidak saling bergantung. Di recovery Organization, buat tim approval seperti langkah sebelumnya. Bagikan tim approval ke organisasi utama menggunakan AWS RAM. Di organisasi utama, terima resource share dari recovery Organization. Hubungkan tim approval ini dengan vault backup yang ada di organisasi utama. Dengan begitu, jika organisasi utama benar-benar tidak bisa diakses, recovery Organization tetap bisa mengajukan permintaan untuk membuka akses ke vault. Best Practices dalam Workflow Multi-party Approval Minimal 2 approver: Jangan pernah hanya mengandalkan satu orang. Out-of-band verification: Saat ada permintaan pemulihan, pastikan validitasnya lewat saluran komunikasi lain (misalnya telepon internal). Regular drills: Uji workflow ini secara berkala agar tim siap saat insiden nyata terjadi. Simpan ARN vault di tempat aman: Termasuk di media offline untuk memastikan tetap bisa diakses saat darurat. Dokumentasi: Catat setiap proses pemulihan untuk perbaikan prosedur di masa depan. Kesimpulan Dengan mengintegrasikan Multi-party approval ke AWS Backup logically air-gapped vaults, perusahaan bisa mendapatkan lapisan perlindungan tambahan. Mekanisme ini memastikan bahwa: Akses backup tetap ada meski akun atau organisasi utama diretas. Tidak ada individu tunggal yang bisa mengakses backup secara sepihak. Recovery Organization dengan IdP independen memberikan ketahanan ekstra terhadap serangan besar. Pada akhirnya, data adalah aset paling berharga perusahaan. Dengan solusi ini, perusahaan memiliki jalur pemulihan yang aman, terdistribusi, dan tahan terhadap serangan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
August 26, 2025

Bagaimana Anuttacon Menskalakan Beban Kerja Game Berbasis AI untuk “Whispers from the Star”

Industri game saat ini sedang berkembang pesat, terutama dengan hadirnya pengalaman interaktif berbasis AI yang menjadi standar baru. Anuttacon, sebuah laboratorium riset independen, punya misi membangun humanistic general intelligence—AI multimodal yang bisa memahami emosi dan berkomunikasi secara ekspresif melalui teks, suara, maupun visual. Saat bersiap meluncurkan game baru mereka, “Whispers from the Star”, Anuttacon menghadapi tantangan besar: lonjakan trafik yang tidak terduga, kebutuhan performa tinggi lintas berbagai wilayah Amazon Web Services (AWS), serta keterbatasan kapasitas GPU. Artikel ini membahas bagaimana Anuttacon merancang arsitektur cloud yang dapat diskalakan secara fleksibel menggunakan layanan AWS. Solusi ini sangat relevan untuk perusahaan game lain yang menghadapi masalah serupa. Tantangan: di luar skema scaling tradisional Pendekatan tradisional tidak cukup untuk menangani kebutuhan unik game modern berbasis AI. Whispers from the Star menghadapi tiga tantangan besar: Pola trafik dinamis Saat peluncuran, trafik melonjak hingga 10–50 kali lipat dari normal. Menyediakan server cadangan sebanyak itu sejak awal akan sangat mahal. Selain itu, pola penggunaan pemain berbeda-beda sepanjang hari, membuat alokasi kapasitas statis jadi boros. Keterbatasan sumber daya GPU Fitur berbasis AI butuh GPU, yang ketersediaannya bervariasi di tiap Region AWS. Tim butuh cara untuk menambah kapasitas hanya dalam hitungan menit saat trafik melonjak, sekaligus menghindari kelebihan sumber daya saat sepi. Kebutuhan teknis performa konsisten Pemain di seluruh dunia harus merasakan pengalaman yang mulus tanpa jeda, meski infrastruktur di tiap wilayah berbeda. Solusi: Arsitektur Multi-Region Stateless Anuttacon menerapkan arsitektur multi-Region dengan layanan stateless agar bisa fleksibel berpindah antar-Region tanpa hambatan. Komponen utama layanan game Game ini dibangun dengan tiga komponen: Core Game Service Mengelola login, pembayaran, dan progres game. Bagian ini bersifat stateful karena menyimpan data pemain. Renderer Service Mengolah grafis dan visual. Dibuat stateless sehingga bisa berjalan di server mana pun tanpa perlu konfigurasi khusus. Inference Service Menjalankan model AI untuk respons cerdas dalam game. Juga dibuat stateless agar mudah dipindahkan antar-Region. Desain stateless memungkinkan layanan dipindahkan ke cluster Amazon EKS di Region mana pun jika kapasitas di suatu Region penuh. Komponen arsitektur pendukung Regional EKS Clusters Tiap Region AWS memiliki cluster EKS independen yang bisa menyesuaikan kapasitas berdasarkan permintaan lokal. Dengan Karpenter, node GPU bisa otomatis dipilih dan dijalankan dalam hitungan menit. Gateway Service Menjadi “penjaga pintu” yang membagi trafik ke Region yang sehat dan punya kapasitas cukup. Jika ada Region bermasalah, gateway segera mengalihkan trafik ke Region lain. Global Manager Mengatur kapasitas lintas Region dan Availability Zone (AZ). Ia memastikan distribusi beban merata dan membuat keputusan scaling yang lebih presisi. Mengatasi Masalah Cold Start pada Inference Salah satu tantangan besar ada di inference service. Model AI biasanya berukuran ratusan gigabyte. Saat server baru diluncurkan, butuh waktu lama (20–30 menit) untuk mengunduh dan memuat model sebelum bisa melayani pemain. Anuttacon menyiasati hal ini dengan pendekatan berlapis: Custom Bottlerocket AMI: Container sudah dipaketkan dalam image, jadi tidak perlu mengunduh lagi dari ECR saat server baru jalan. Amazon EBS Provisioned Rate Initialization: Mempercepat inisialisasi volume EBS, sehingga kontainer siap digunakan dalam hitungan menit. Amazon EFS: Menyimpan model AI besar agar bisa dibaca cepat oleh banyak server sekaligus. Dengan kombinasi ini, waktu cold start bisa dipangkas dari 20–30 menit menjadi kurang dari 7 menit—krusial saat trafik tiba-tiba melonjak. Praktik Terbaik untuk Cross-Region Scaling Selain desain arsitektur, Anuttacon menerapkan sejumlah praktik yang terbukti efektif: Multi-Region Deployment: Menyebarkan beban kerja ke banyak Region untuk toleransi gangguan dan ketersediaan kapasitas. Diversifikasi Instance Families: Memanfaatkan berbagai tipe EC2 agar tidak bergantung pada satu jenis GPU saja. Warm Pool Buffer: Menyediakan instance “siaga” yang sudah setengah jalan sehingga bisa melayani lebih cepat saat lonjakan. Retry & Backpressure: Otomatis mencoba ulang jika provisioning gagal, dan mengelola antrian trafik agar sistem tidak tumbang saat beban melonjak. Pelajaran Penting dari Arsitektur Ini Ada beberapa prinsip yang bisa ditarik untuk membangun infrastruktur game modern: Desain Stateless Membuat layanan stateless memungkinkan scaling cepat dan fleksibel tanpa repot migrasi data. Optimisasi Penyimpanan Model AI Dengan memuat kontainer dan model AI lebih awal melalui AMI, EBS, dan EFS, masalah cold start bisa ditekan drastis. Balancing Multi-Region Distribusi trafik berbasis kapasitas nyata memastikan pengalaman pemain tetap mulus di mana pun mereka berada. Kesimpulan Keberhasilan Anuttacon dengan “Whispers from the Star” menunjukkan bahwa desain arsitektur yang matang bisa mengatasi tantangan unik game modern berbasis AI. Dengan pendekatan stateless multi-Region dan optimisasi AWS (seperti EBS Provisioned Rate Initialization), mereka mampu: Meningkatkan skalabilitas, Mengontrol biaya, Memberikan pengalaman bermain yang konsisten dan lancar. Bagi industri game yang semakin bergerak ke arah AI-enhanced gaming dan basis pemain global, pola arsitektur ini bisa menjadi blueprint terbukti untuk mengelola lonjakan trafik dan keterbatasan GPU. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
May 19, 2025

Bagaimana Pendulum Mencapai Pemrosesan 6x Lebih Cepat dan Pengurangan Biaya 40% dengan Amazon S3 Tables

Pendulum adalah platform analitik bertenaga AI yang mengumpulkan dan menganalisis data real-time dari media sosial, berita, dan podcast. Platform ini dirancang untuk membantu organisasi memantau reputasi, mendeteksi krisis lebih awal, dan melacak aktivitas influencer. Dengan memanfaatkan machine learning (ML), Pendulum mampu menampilkan wawasan penting dari berbagai saluran digital dan memberikan pandangan menyeluruh terhadap dunia digital. Salah satu komponen penting dari solusi Pendulum adalah kemampuan mereka untuk mengolah miliaran data dari lebih dari 20 platform pihak ketiga dan memproses data tersebut menjadi data lake sebesar lebih dari 10 TB yang disimpan di Amazon S3. Pendulum memilih Apache Iceberg sebagai format tabel karena kemampuannya dalam mengoptimalkan query, mendukung evolusi skema dan indeks secara fleksibel, fitur time travel, dan konsistensi data melalui pendekatan merge-on-read. Namun, pengelolaan tabel Iceberg secara manual di lingkungan S3 mereka membutuhkan banyak waktu dan tenaga dari tim engineer. Masuknya Amazon S3 Tables menjadi solusi besar yang mengubah proses operasional yang mahal ini. S3 Tables adalah cloud object store pertama yang mendukung Iceberg secara bawaan dan merupakan cara termudah untuk menyimpan data tabel dalam skala besar. Dengan beralih ke S3 Tables, Pendulum berhasil memangkas lebih dari 4 jam kerja mingguan untuk perawatan tabel, meningkatkan performa query sekitar 70%, menurunkan biaya hingga 40%, dan mencapai kecepatan pemrosesan sistem hingga 6 kali lebih cepat dari sebelumnya. Sistem Lama Sebelum menggunakan S3 Tables, Pendulum mengelola tabel Iceberg mereka secara manual di bucket S3 biasa. Proses ini melibatkan skrip otomatisasi kustom di AWS Glue untuk compaction, implementasi Iceberg dasar, pengaturan Glue Optimization secara manual, serta pengelolaan snapshot dan pembersihan data. Skrip-skrip ini memakan banyak waktu (sekitar 1 jam per proses) dan sumber daya (Data Processing Units/DPU). Implementasi S3 Tables Dengan S3 Tables, Pendulum membangun pipeline data otomatis dan berskala besar menggunakan arsitektur serverless di AWS. Lapisan Ingest (Pengambilan Data) Platform pengambilan data dibangun sepenuhnya menggunakan layanan serverless AWS. AWS Step Functions digunakan untuk menjadwalkan alur kerja, yang memanggil fungsi AWS Lambda melalui Amazon EventBridge. Untuk pengambilan data secara langsung, permintaan dikirim ke Amazon SQS, yang secara instan memicu Lambda terkait. Sistem ini mengambil data dari 26 platform sosial dan media, memproses sekitar 90 juta postingan per hari dari 4 juta saluran. Data disimpan di S3 dengan partisi berdasarkan tanggal, platform, dan pembuat konten. Waktu proses ETL menjadi jauh lebih cepat karena S3 Tables menangani optimasi Iceberg secara otomatis. Lapisan Pra-Pemrosesan Data yang diambil diproses menggunakan Glue Streaming ETL. Di sini data dibersihkan dan dikategorikan menjadi dua jenis: Channels (akun sumber) dan Posts (konten dari akun). Setelah diklasifikasikan, data disimpan ke bucket tabel yang sesuai. Lapisan Penyimpanan Data Data yang sudah diproses disimpan dalam tiga bucket S3 Tables: channel_latest_s3: Menyimpan seluruh akun sosial media yang pernah terlihat. Diperbarui tiap hari. post_latest_s3: Menyimpan semua postingan media sosial. Diperbarui tiap hari. enriched_snippets: Tabel streaming real-time yang menyimpan potongan teks hasil analisis NLP dari Amazon SageMaker. Lapisan Analitik Data kumulatif ini digunakan untuk analitik lanjutan seperti: Query real-time di Amazon Athena Proses embedding di Amazon EMR Serverless untuk platform AI Pendulum Indexing ke Amazon OpenSearch Visualisasi di platform analitik Pendulum dan Amazon QuickSight Dengan struktur ini, querying menjadi efisien, dan performa tetap optimal. Dampak Sistem Dengan S3 Tables, Pendulum menghemat lebih dari 4 jam kerja mingguan tiap engineer yang sebelumnya digunakan untuk pemeliharaan tabel. Tim engineer kini bisa fokus pada proyek-proyek data yang lebih strategis. Sebelumnya, proses manual mereka mencakup: Skrip otomatisasi compaction Pengelolaan Iceberg mandiri Pengaturan optimasi Glue secara manual Pemeliharaan snapshot dan rutinitas pembersihan Setelah beralih ke S3 Tables, performa meningkat drastis. Salah satu tabel terbesar mereka (post_latest_s3) kini diproses 6 kali lebih cepat — dari 1 jam menjadi hanya 10 menit per hari. Hal ini berkat fitur optimasi otomatis seperti file compaction, indexing, dan adaptive query execution (AQE). Selain kecepatan, biaya juga turun sekitar 40% karena lebih hemat DPU Glue dan tidak lagi membutuhkan skrip tambahan. Biaya tersembunyi yang juga tereliminasi meliputi: Waktu engineer untuk perawatan Dampak bisnis karena keterlambatan data Biaya infrastruktur untuk monitoring dan skrip Manfaat lain yang dirasakan Pendulum: Keandalan data meningkat karena optimasi otomatis yang konsisten Skalabilitas tinggi untuk data yang terus bertambah Performa query yang lebih baik bagi pengguna bisnis Akses data lebih cepat dan mudah Kesimpulan Sebelum menggunakan Amazon S3 Tables, Pendulum harus mengalokasikan banyak waktu engineer untuk mengelola tabel Iceberg. Seiring pertumbuhan data dan inisiatif baru, pendekatan ini menjadi tidak efisien. S3 Tables hadir sebagai solusi yang sangat cocok untuk kebutuhan Pendulum. Dengan sistem ini, mereka menghemat waktu, meningkatkan performa hingga 6 kali, dan memangkas biaya sebesar 40%. Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk mengelola tabel Iceberg secara manual, S3 Tables bisa menjadi solusi terbaik untuk menyimpan data tabular dalam skala besar dengan manajemen sepenuhnya otomatis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 25, 2025

Uji Pemulihan Otomatis dengan AWS Backup Restore Testing

Dalam strategi pemulihan bencana (Disaster Recovery/DR) dan ketahanan siber, daya tahan data (data resilience) adalah kunci. Namun, banyak organisasi yang hanya fokus membuat cadangan data (backup), tapi tidak pernah benar-benar memastikan apakah backup tersebut bisa dipulihkan (restore) saat dibutuhkan. Akibatnya, bisa muncul kejutan mahal—misalnya, tim aplikasi baru menyadari bahwa proses restore database mereka butuh waktu enam jam, padahal target RTO-nya hanya empat jam. Ini bisa berarti gangguan layanan selama berjam-jam saat krisis. Dengan regulasi yang makin ketat dan ancaman siber yang terus berkembang, memastikan backup bisa dipulihkan bukan lagi pilihan—melainkan keharusan. Untuk itulah AWS Backup restore testing hadir sejak November 2023, menyediakan cara otomatis dan efisien untuk menguji backup Anda. Apa Itu AWS Backup Restore Testing? Fitur ini mengotomatiskan proses verifikasi backup, menggantikan pekerjaan manual yang memakan waktu dengan alur kerja otomatis dan andal. Anda bisa memastikan bahwa backup benar-benar bisa dipulihkan, bukan hanya berasumsi. Berikut tiga alasan utama untuk mulai menggunakan restore testing: 1. Penuhi Target Pemulihan Internal (RTO/RPO) Backup bukan sekadar menyimpan data—Anda harus tahu apakah data itu bisa dipulihkan sesuai waktu yang ditentukan. Misalnya, jika organisasi punya target RTO empat jam untuk aplikasi kritikal, restore testing membantu memastikan bahwa waktu itu bisa dicapai. Contohnya, sebuah perusahaan menemukan proses restore database mereka memakan waktu enam jam karena ada konfigurasi yang luput dari tinjauan manual. Dengan restore testing, kesalahan ini ditemukan dan diperbaiki sebelum terjadi insiden nyata. AWS Backup restore testing mendukung layanan AWS seperti: Amazon EBS (penyimpanan blok) Amazon RDS (database) Amazon S3 (penyimpanan objek) Restore dilakukan di lingkungan terisolasi sehingga tidak mengganggu sistem produksi. 2. Penuhi Kewajiban Regulasi Di industri seperti keuangan dan kesehatan, menguji kemampuan backup bukan hanya praktik baik—melainkan syarat hukum. Banyak regulasi global dan lokal yang mewajibkan pengujian backup secara rutin, seperti: NIST CSF & ISO 27001/27031: Standar global ketahanan sistem DORA (Eropa): Uji backup wajib untuk institusi keuangan GDPR: Wajibkan uji aksesibilitas dan integritas data MAS TRM (Singapura): Perlu bukti dokumentasi pengujian backup SEC 17a-4 / FINRA / RBI / BaFin / APRA CPS 234 / BSP MORB, dan banyak lagi. Dengan restore testing, Anda dapat: Melakukan pengujian secara berkala sesuai regulasi Menyediakan log audit lengkap untuk pembuktian Menyesuaikan frekuensi pengujian sesuai kebutuhan peraturan 3. Pertahankan Integritas Backup dari Ancaman Siber Ancaman siber makin canggih, termasuk serangan ransomware yang menarget backup. Tanpa validasi, backup bisa rusak atau tidak bisa dipulihkan. Restore testing memeriksa backup secara rutin di lingkungan sandbox yang aman: Memastikan data tidak rusak atau dimanipulasi Menjalankan simulasi pemulihan agar Anda siap saat krisis nyata Bekerja dengan AWS Backup Vault Lock untuk membuat backup yang tahan gangguan Dengan ini, Anda punya bukti kuat untuk kebutuhan asuransi siber dan ketahanan data. Arsitektur Terdistribusi yang Aman AWS Backup restore testing menggunakan arsitektur yang terpisah: Akun workload menyimpan backup Vault account menyimpan backup secara terisolasi (air-gapped) Akun forensik menjalankan proses restore testing Hasil pengujian bisa dilaporkan menggunakan AWS Backup Audit Manager. Ini meningkatkan keamanan dan objektivitas hasil uji. Integrasi Tambahan Solusi dari AWS Partner Network (seperti Elastio) bisa ditambahkan untuk deteksi ancaman dan respons selama proses restore testing. Kesimpulan Backup yang tidak diuji sama saja dengan berjudi soal keberhasilan pemulihan data. Restore testing dari AWS Backup memberikan: Validasi otomatis Pelaporan untuk audit Pengujian aman di lingkungan terisolasi Saat terbaik untuk menguji backup adalah sebelum terjadi insiden. Jangan menunggu krisis untuk mengetahui apakah data Anda bisa dipulihkan. Mulailah sekarang untuk memastikan organisasi Anda tangguh terhadap gangguan dan serangan siber. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 7, 2025

Beralih dari Amazon FSx File Gateway ke Amazon FSx for Windows File Server

Mulai tanggal 28 Oktober 2024, pelanggan baru tidak lagi bisa membuat Amazon FSx File Gateway (FSx File Gateway). Jika Anda masih ingin menggunakan layanan ini, pastikan membuat FSx File Gateway sebelum tanggal tersebut melalui AWS Storage Gateway Console. Perubahan ini tidak berdampak pada pelanggan yang sudah ada. AWS akan terus memberikan pembaruan keamanan dan dukungan teknis untuk FSx File Gateway. Apa itu FSx File Gateway? FSx File Gateway adalah bagian dari layanan AWS Storage Gateway. Solusi ini biasa digunakan di lingkungan lokal (on-premises) untuk mengakses file secara cepat dan aman yang disimpan di Amazon FSx for Windows File Server (FSx for Windows File Server). Solusi ini berguna jika Anda butuh akses rendah latensi ke data yang disimpan di cloud. Namun, seiring dengan meningkatnya kecepatan internet dan turunnya biaya bandwidth, banyak pelanggan kini bisa langsung mengakses FSx for Windows File Server dari lokasi on-premises tanpa perlu perantara seperti gateway atau cache lokal. Jika Anda tetap butuh cache lokal, Anda bisa mempertimbangkan Amazon FSx for NetApp ONTAP (FSx for ONTAP) dengan fitur seperti FlexCache atau Global File Cache. Langkah Beralih dari FSx File Gateway ke FSx for Windows File Server Alih-alih menggunakan FSx File Gateway, Anda bisa menghubungkan klien langsung ke FSx for Windows File Server. SMB (protokol file sharing Windows) mendukung cache di sisi klien, jadi performanya tetap optimal. 1. Memahami Konfigurasi Saat Ini Biasanya, Anda memiliki: FSx File Gateway di lingkungan lokal, terhubung ke FSx for Windows File Server di AWS. Semua komputer Windows Anda mengakses file melalui FSx File Gateway. Keduanya berada di domain Active Directory yang sama, dan terhubung melalui AWS Direct Connect atau VPN. 2. Langkah-Langkah Beralih Berikut cara memindahkan akses: ✅ Putuskan koneksi klien dari FSx File Gateway Hentikan koneksi dari komputer klien ke FSx File Gateway. ✅ Tunggu cache Gateway selesai diunggah Pantau metrik CachePercentDirty hingga menunjukkan 0.0%, artinya semua data lokal sudah disinkronkan ke server di cloud. ✅ Lepaskan (detach) file system (opsional) Setelah cache bersih, Anda bisa melepaskan FSx for Windows File Server dari konsol Storage Gateway (jika perlu). ✅ Matikan FSx File Gateway Setelah semuanya aman, matikan perangkat FSx File Gateway di lokasi Anda. ✅ Hubungkan klien langsung ke FSx for Windows File Server Lakukan pemetaan drive di komputer klien ke file share di FSx for Windows File Server secara langsung. Semua data dan izin tetap aman dan tidak berubah. ✅ Hapus FSx File Gateway (opsional) Jika sudah tidak digunakan, Anda bisa menghapus gateway melalui AWS Storage Gateway Console. Pertimbangan Jaringan Dalam banyak kasus, Anda tidak perlu mengubah firewall. Namun, jika sebelumnya Anda mengatur firewall hanya untuk mengizinkan koneksi SMB (port 445) dari FSx File Gateway ke FSx for Windows File Server, maka Anda harus mengizinkan subnet lokal (tempat klien berada) untuk mengakses file share tersebut. Catatan: Setelah menghapus FSx File Gateway, akan ada peningkatan penggunaan bandwidth karena data langsung diambil dari cloud. Tapi ini biasanya masih lebih hemat dibanding tetap membayar lisensi dan operasional FSx File Gateway. Alternatif: Gunakan FSx for ONTAP Jika Butuh Cache Lokal Jika koneksi langsung ke FSx for Windows File Server tidak memungkinkan (misalnya karena bandwidth terbatas atau user experience menurun), Anda bisa menggunakan Amazon FSx for NetApp ONTAP. FSx for ONTAP mendukung protokol SMB, NFS, iSCSI, dan lainnya. Anda bisa menggunakan FlexCache untuk menyediakan cache lokal. Namun, opsi ini membutuhkan: Perangkat NetApp di lokasi Anda. Migrasi data dari FSx for Windows File Server ke FSx for ONTAP (gunakan AWS DataSync untuk membantu migrasi). Perencanaan dan konfigurasi tambahan. Kesimpulan Mulai 28 Oktober 2024, pelanggan baru tidak bisa lagi membuat FSx File Gateway. Pelanggan yang sudah ada disarankan beralih ke FSx for Windows File Server agar lebih sederhana dan hemat biaya. Anda juga bisa memilih FSx for ONTAP jika masih memerlukan cache lokal. Dengan beralih ke FSx for Windows File Server, Anda bisa: ✅ Mengurangi kompleksitas ✅ Menghemat biaya ✅ Tetap menjaga performa dan keamanan akses file Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More

Recent Posts

  • QNAP dan Seagate Hadirkan Solusi Pengawasan Pintar untuk Industri Manufaktur Modern
  • Mengapa Kombinasi QNAP NAS dan QNAP Switch Menjadi Pertahanan Siber Terbaik untuk UKM?
  • Panduan Memilih NAS Berbasis ZFS: Pertahanan Terbaik untuk Keamanan Data Perusahaan
  • Keamanan NAS Tanpa Password: Masa Depan Login yang Lebih Aman dan Praktis
  • Post-Quantum Cryptography dan Storage: Mengapa “Siap” Bukan Pertanyaan yang Tepat?

Categories

  • Blog
  • Uncategorized

Popular Tags

AI Azure backup botnet cara storage sehat Centralized Discovery Controller cloud Das data data storage DeepSeek Dell Technologies HDD infinidat jaringan IT koneksi jaringan NAS netapp netapp NAS netapp San NVMe NVMe/TCP NVMe IP SAN penyimpanan pure storage Qnap ransomware San serangan siber server server kantor SFSS softwatre synology storage storage AWS Storage Indonesia storage microsoft storage net app Surveillance Station synology Synology Cameras synology dsm 7.2 Synology NAS Veeam VM Ware
July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • October 2023
  • August 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • October 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • February 2022
  • November 2021
  • September 2021
  • June 2021
  • March 2021
  • December 2020

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

qStorage menyediakan berbagai macam produk storage original dengan harga sesuai kebutuhan dari berbagai Brand ternama seperti: Asus, Dell, NetApp, Synology, Qnap, Lenovo dan lain sebagainya. 

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • Jl. Kebon Jeruk Raya
  • Villa Kebon Jeruk Office F1
    Jakarta, 11530 – Indonesia

8:30 – 17:00 (Mon – Fri)
 (+62) 21 53660861
[email protected]

Support Center
  • Jl. Panjang no. 5,
  • AKR Tower – 9th Floor
    Jakarta Barat 11530