Penyimpanan data tentunya merupakan hal yang sangat esensial dalam operasional kantor. Salah satu media yang sering dipakai untuk penyimpanan tersebut adalah Network Attached Storage atau yang lebih kita kenal dengan NAS. Bagaimana kegunaan sebuah NAS dalam bisnis? Lalu seperti apa cara kerjanya? selengkapnya pada artikel di bawah ini! Pengertian NAS NAS (Network Attached Storage) adalah perangkat penyimpanan yang terhubung ke jaringan komputer dan dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan tersebut. NAS biasanya terdiri dari beberapa hard drive yang terkonfigurasi dengan RAID untuk memberikan tingkat keamanan dan redundansi yang lebih tinggi. NAS digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama. NAS biasanya diinstal di lokasi yang terpisah dari komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan, sehingga data dapat diakses dari jarak yang jauh dengan menggunakan protokol jaringan seperti SMB (Server Message Block) atau NFS (Network File System). NAS biasanya dianggap sebagai alternatif yang lebih efisien dan mudah digunakan dibandingkan dengan menggunakan server komputer untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat. NAS juga biasanya memiliki fitur-fitur tambahan seperti backup data, manajemen user dan hak akses, dan lainnya. Jumlah Hard Drive dalam sebuah NAS Jumlah hard drive dalam sebuah NAS tergantung pada konfigurasi perangkat tersebut. NAS biasanya terdiri dari beberapa hard drive yang terkonfigurasi dengan RAID (Redundant Array of Independent Disks) untuk memberikan tingkat keamanan dan redundansi yang lebih tinggi. RAID adalah teknologi yang menggunakan beberapa hard drive untuk menyimpan data secara bersama-sama dengan tujuan meningkatkan kecepatan akses, meningkatkan keandalan, atau keduanya. Ada beberapa tipe RAID yang biasa digunakan, di antaranya adalah: RAID 0: Menggunakan beberapa hard drive secara bersama-sama untuk meningkatkan kecepatan akses data, tetapi tidak memberikan redundansi. RAID 1: Menggunakan dua hard drive yang saling mirroring (menyalin) satu sama lain, sehingga jika salah satu hard drive gagal, data masih dapat diakses dari hard drive yang lain. RAID 5: Menggunakan tiga atau lebih hard drive dengan sistem distribusi data dan parity (kecocokan) untuk menyimpan data secara bersama-sama, sehingga jika salah satu hard drive gagal, data masih dapat diakses dengan menghitung kembali data dari hard drive yang lainnya. RAID 6: Mirip dengan RAID 5, tetapi menggunakan dua buah parity untuk menyimpan data, sehingga jika dua hard drive gagal, data masih dapat diakses dengan menghitung kembali data dari hard drive yang lainnya. Jadi, jumlah hard drive dalam sebuah NAS tergantung pada tipe RAID yang digunakan dan kebutuhan penyimpanan data yang diinginkan. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan RAID 5 dengan tiga hard drive, maka NAS tersebut terdiri dari tiga hard drive. Namun, jika Anda menggunakan RAID 1 dengan dua hard drive, maka NAS tersebut terdiri dari dua hard drive. Perbedaan NAS dan Server NAS (Network Attached Storage) dan server komputer merupakan dua jenis perangkat penyimpanan yang memiliki kegunaan yang berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan antara NAS dan server komputer: Fungsi: NAS bertujuan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama. Server komputer, di sisi lain, bertujuan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama, serta menjalankan aplikasi yang diinstal di dalamnya. Spesifikasi: NAS biasanya tidak memiliki spesifikasi yang sekuat server komputer, karena NAS hanya bertujuan untuk menyimpan data dan memberikan akses ke data tersebut, sedangkan server komputer juga bertugas menjalankan aplikasi yang diinstal di dalamnya. Harga: NAS biasanya lebih murah dibandingkan dengan server komputer dengan spesifikasi yang sama, karena NAS tidak memerlukan spesifikasi yang sekuat server komputer untuk menjalankan aplikasi yang diinstal di dalamnya. Kegunaan: NAS lebih cocok digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama, sedangkan server komputer lebih cocok digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama, serta menjalankan aplikasi yang diinstal di dalamnya. Jadi, NAS dan server komputer memiliki kegunaan yang berbeda dan cocok digunakan untuk tujuan yang berbeda pula. Anda harus mempertimbangkan kebutuhan penyimpanan data dan aplikasi yang akan dijalankan di jaringan Anda sebelum memutuskan untuk menggunakan NAS atau server komputer. Itulah tadi perbedaaan anatara NAS dan Server kantor yang dapat Anda ketahui dalam mengelola Bisnis. Segera klik kontak kami untuk mendapatkan penawaran apabila Anda membutuhkan perangkat NAS ataupun Server kantor. Dapatkan harga terbaik sekarang juga!
Month: December 2022
Merencanakan Ruang Server untuk Kebutuhan Kantor
Server merupakan elemen yang begitu penting keberadaannya dalam sebuah kantor. Dengan adanya server, berbagai macam kebutuhan seperti penyimpanan dan pemprosesan data dapat berjalan dengan lancar. Ketika sebuah kantor bertumbuh, tentu kebutuhan server akan semakin besar, dan nantinya berkembang menjadi ruang server. Untuk merencanakan ruang server untuk kebutuhan kantor, tentunya ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Untuk selengkapnya, ada di bawah ini. Alasan Sebuah Kantor Membutuhkan Server Salah satu alasan utama memasang server di kantor adalah untuk menyimpan, memproses, dan mengelola data dan informasi penting yang digunakan oleh perusahaan. Server juga dapat membantu dalam hal pengelolaan jaringan komputer di kantor, memungkinkan para pengguna untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi secara efisien. Selain itu, server juga dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, seperti sistem pengelolaan kontak pelanggan, sistem pemesanan produk, dan lain sebagainya. Dengan memasang server di kantor, perusahaan dapat mengontrol dan mengelola akses ke data dan informasi yang disimpan di server, serta menjamin keamanan dan integritas data tersebut. Bagaimana menyusun ruang server untuk di kantor? Untuk menyusun ruang server di kantor, pertama-tama Anda perlu menentukan berapa banyak server yang akan digunakan dan berapa banyak ruang yang tersedia. Setelah itu, Anda perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban untuk memastikan bahwa server akan berfungsi dengan baik. Selain itu, Anda juga perlu memastikan bahwa ruang server memiliki listrik yang cukup dan sistem pendingin udara yang efektif. Jika Anda memiliki anggaran yang memadai, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk menyewa sebuah ruang server yang sudah dilengkapi dengan fasilitas yang dibutuhkan. Bagaimana menghitung kebutuhan Server Untuk menghitung kebutuhan server di kantor, pertama-tama Anda perlu mempertimbangkan jumlah pengguna, jumlah aplikasi yang akan dijalankan, dan tingkat trafik yang diharapkan. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan kebutuhan ruang penyimpanan data dan kemampuan server dalam menangani beban kerja yang diharapkan. Setelah mengumpulkan informasi ini, Anda dapat menghitung kebutuhan server dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Jumlah server yang dibutuhkan = (Jumlah pengguna x Jumlah aplikasi yang dijalankan) / (Kapasitas server per aplikasi x Persentase penggunaan server) Contoh: Jika Anda memiliki 200 pengguna, akan menjalankan 10 aplikasi, dan setiap server dapat menangani 20 pengguna per aplikasi dengan penggunaan server sebesar 80%, maka Anda akan membutuhkan (200 x 10) / (20 x 80%) = 25 server. Ingat bahwa rumus di atas hanya merupakan panduan dan kebutuhan server akan bervariasi tergantung pada kondisi spesifik kantor Anda. Oleh karena itu, disarankan untuk meminta saran dari vendor server atau konsultan teknologi informasi yang berpengalaman untuk memastikan bahwa Anda memilih server yang sesuai dengan kebutuhan kantor Anda. Kegunaan Server di Kantor Server di kantor berguna untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan akses ke berbagai data dan aplikasi yang diperlukan oleh para pengguna di kantor. Server juga bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan kapasitas pemrosesan yang lebih besar, sehingga membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas di kantor. Sebagai contoh, server dapat digunakan untuk menyimpan data karyawan, mengelola sistem pembayaran gaji, atau menyediakan akses ke aplikasi pengelolaan dokumen.