Skip to content
  • Jakarta - Indonesia
  • [email protected]
  • 021-53660861
  • Jakarta - Indonesia
  • Beranda
  • Produk
  • Jasa Instalasi
  • Youtube Channel
  • PROMO
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
  • Jasa Instalasi
  • Youtube Channel
  • PROMO
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
qstorage.png

Category: Blog

June 4, 2026June 4, 2026

QNAP dan Seagate Hadirkan Solusi Pengawasan Pintar untuk Industri Manufaktur Modern

Di era Industri 4.0, data menjadi salah satu aset paling berharga bagi perusahaan manufaktur. Jika dahulu kamera CCTV hanya digunakan untuk menjaga keamanan, kini video hasil pengawasan memiliki peran yang jauh lebih penting. Rekaman video dapat digunakan untuk memantau proses produksi, memastikan kualitas produk, melacak insiden, hingga mendukung penerapan kecerdasan buatan (AI). Namun, semakin banyak kamera yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan penyimpanan data. Inilah tantangan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan manufaktur makanan terkemuka di Vietnam. Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, perusahaan ini memilih solusi terpadu dari QNAP dan Seagate yang mampu mendukung pengawasan 24 jam tanpa henti sekaligus mempersiapkan infrastruktur untuk teknologi AI di masa depan. Tantangan: Ribuan Kamera dan Pertumbuhan Data yang Sangat Besar Pabrik yang berlokasi di Provinsi Vinh Long, Vietnam, mengoperasikan lebih dari 1.000 kamera pengawas yang tersebar di seluruh area produksi. Kamera-kamera tersebut memantau setiap tahapan proses, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi produk. Karena seluruh kamera aktif selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, jumlah data video yang dihasilkan sangat besar. Kondisi ini menimbulkan beberapa tantangan utama, antara lain: Menyimpan rekaman video dalam jangka panjang untuk memenuhi standar industri seperti ISO dan HACCP. Mengakses rekaman dengan cepat saat diperlukan untuk investigasi atau audit. Menjaga sistem tetap aktif tanpa gangguan agar operasional produksi tidak terganggu. Menyediakan infrastruktur yang mudah diperluas seiring pertumbuhan bisnis. Dengan skala sebesar itu, perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar kapasitas penyimpanan besar. Mereka memerlukan sistem yang mampu menangani ribuan aliran video secara bersamaan dengan performa tinggi dan stabil. Solusi: QNAP NAS Sebagai Pusat Pengelolaan Video Untuk menjawab kebutuhan tersebut, perusahaan mengimplementasikan NAS QNAP TS-h1277AXU-RP-R7-32G yang dipadukan dengan platform QVR Surveillance 3.0. Kombinasi ini menciptakan ekosistem pengawasan terpusat yang mampu mengelola seluruh kamera dalam satu sistem yang mudah digunakan. Beberapa keunggulan utama solusi QNAP antara lain: 1. Pengelolaan Terpusat dalam Skala Besar Sistem mampu mengelola lebih dari 1.000 kamera dalam satu platform. Tim operasional tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi atau perangkat untuk memantau seluruh area pabrik. 2. Performa Rekaman Multi-Stream Dengan banyaknya kamera yang aktif secara bersamaan, dibutuhkan sistem yang mampu menangani aliran video berkecepatan tinggi tanpa gangguan. QNAP dirancang untuk menangani beban kerja tersebut secara stabil. 3. Monitoring Terpusat dengan QVR Center QVR Center memungkinkan administrator memantau seluruh sistem pengawasan dari satu dashboard. Notifikasi, alarm, hingga pengelolaan beberapa server dapat dilakukan dengan lebih mudah. 4. Analitik Video Berbasis AI Selain merekam video, sistem juga mendukung berbagai fitur cerdas seperti: Pengenalan wajah Analisis perilaku Penghitungan jumlah orang Pencarian video secara pintar Kemampuan ini membantu perusahaan memperoleh informasi yang lebih bernilai dari data video yang dimiliki. 5. Mudah Dikembangkan Seiring bertambahnya kebutuhan bisnis, perusahaan dapat menambahkan kapasitas penyimpanan maupun kamera baru tanpa harus mengganti seluruh sistem yang sudah ada. Seagate Exos: Penyimpanan Andal untuk Operasional 24/7 Agar sistem berjalan optimal, perusahaan juga menggunakan hard disk enterprise Seagate Exos sebagai media penyimpanan utama. Hard disk ini dirancang khusus untuk lingkungan bisnis yang membutuhkan keandalan tinggi dan operasional tanpa henti. Beberapa keunggulan Seagate Exos meliputi: Dirancang untuk Operasional 24 Jam Hard disk mampu bekerja terus-menerus untuk merekam video sepanjang hari tanpa mengurangi performa. Tahan Getaran Lingkungan pabrik biasanya memiliki banyak mesin yang menghasilkan getaran. Seagate Exos dirancang agar tetap stabil dalam kondisi tersebut. Keandalan Tinggi Untuk sistem pengawasan yang sangat penting, kehilangan data bukanlah pilihan. Karena itu, Seagate Exos menawarkan tingkat keandalan yang tinggi untuk menjaga keamanan data perusahaan. Mendukung RAID Skala Besar Teknologi RAID membantu melindungi data dari kerusakan hard disk. Seagate Exos mendukung konfigurasi RAID dalam skala besar sehingga data tetap aman. Dengan kombinasi NAS QNAP dan hard disk Seagate Exos, perusahaan berhasil mencapai tingkat ketersediaan sistem hingga 99,9%, sehingga proses pengawasan dan produksi dapat berjalan tanpa gangguan. Hasil yang Diperoleh Perusahaan Setelah implementasi solusi ini, perusahaan merasakan berbagai manfaat nyata, di antaranya: Sistem pengawasan berjalan stabil selama 24 jam. Tingkat downtime sangat rendah. Penyimpanan data jangka panjang menjadi lebih aman. Akses rekaman video lebih cepat saat dibutuhkan. Pengelolaan sistem menjadi lebih sederhana dan terpusat. Infrastruktur siap mendukung teknologi AI di masa depan. Dengan kata lain, perusahaan tidak hanya mendapatkan sistem penyimpanan yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Menuju Pabrik Pintar Berbasis AI Langkah berikutnya yang sedang dikembangkan perusahaan adalah memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi. Beberapa implementasi yang direncanakan meliputi: Deteksi dini terhadap gangguan atau anomali produksi. Optimalisasi kualitas produk secara otomatis. Peningkatan keselamatan kerja di area pabrik. Analisis operasional berbasis data secara real-time. Dengan dukungan platform video dari QNAP dan infrastruktur penyimpanan Seagate, seluruh data yang dihasilkan dapat dikumpulkan, dianalisis, dan diubah menjadi informasi yang membantu pengambilan keputusan bisnis. Kesimpulan Transformasi digital di sektor manufaktur membutuhkan lebih dari sekadar kamera pengawas. Perusahaan membutuhkan solusi yang mampu menyimpan, mengelola, dan menganalisis data video dalam jumlah besar secara efisien. Kolaborasi antara QNAP dan Seagate menunjukkan bagaimana teknologi penyimpanan modern dapat membantu perusahaan membangun fondasi menuju smart factory atau pabrik pintar. Dengan sistem yang andal, mudah dikelola, dan siap mendukung AI, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri di masa depan. storage Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi storage. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
June 4, 2026June 4, 2026

Mengapa Kombinasi QNAP NAS dan QNAP Switch Menjadi Pertahanan Siber Terbaik untuk UKM?

Saat Sistem Keamanan Mahal Gagal Melindungi Perusahaan Bayangkan sebuah perusahaan manufaktur elektronik skala menengah. Pada tengah malam di akhir pekan, manajer IT menerima notifikasi darurat bahwa beberapa server utama perusahaan telah terkena serangan ransomware dan seluruh data terenkripsi. Padahal perusahaan tersebut baru saja menginvestasikan dana besar untuk membeli firewall kelas enterprise dan perangkat backup terpisah. Sayangnya, saat serangan terjadi, semua perangkat tersebut tidak mampu bekerja sama secara efektif. Firewall memang berhasil memblokir sebagian serangan dari luar. Namun ketika penyerang berhasil masuk melalui komputer internal yang sudah terinfeksi, malware dapat menyebar ke seluruh jaringan tanpa hambatan. Lebih parah lagi, server backup yang selalu terhubung ke jaringan ikut terenkripsi bersamaan dengan server utama. Kondisi ini sering terjadi pada perusahaan yang menggunakan berbagai perangkat dari vendor berbeda. Masing-masing perangkat sebenarnya memiliki kemampuan yang baik, tetapi ketika terjadi serangan, tidak ada sistem yang dapat mengoordinasikan semuanya secara otomatis. Mengapa Firewall Saja Tidak Lagi Cukup? Di era kecerdasan buatan (AI), serangan siber semakin mudah dilakukan. Penjahat siber kini dapat menggunakan AI untuk membuat email phishing yang sangat meyakinkan atau malware yang mampu menghindari deteksi sistem keamanan tradisional. Menurut berbagai laporan keamanan siber tahun 2024, rata-rata penyerang hanya membutuhkan waktu sekitar 48 menit setelah berhasil masuk ke jaringan untuk mulai menyebarkan serangan ke perangkat lain. Bahkan beberapa kasus menunjukkan waktu penyebaran hanya sekitar 27 menit. Artinya, ketika satu perangkat berhasil diretas, seluruh jaringan perusahaan bisa terancam dalam waktu kurang dari satu jam. Karena itu, pendekatan keamanan modern tidak lagi hanya mengandalkan firewall. Perusahaan juga membutuhkan: Deteksi ancaman di dalam jaringan (NDR) Backup yang terisolasi dari jaringan utama Respons otomatis saat ancaman terdeteksi Masalah Besar dari Infrastruktur Multi Vendor Banyak perusahaan membeli perangkat IT dari berbagai vendor berbeda. Misalnya: NAS dari vendor A Switch dari vendor B Firewall dari vendor C Sistem keamanan dari vendor D Sekilas terlihat fleksibel. Namun kenyataannya, integrasi antar perangkat sering menjadi tantangan besar. Saat terjadi insiden, tim IT harus memeriksa banyak sistem yang berbeda. Bahkan tidak jarang vendor saling menyalahkan ketika terjadi masalah. Menurut riset industri, hingga 75% perusahaan kini mulai mengurangi jumlah vendor yang digunakan agar pengelolaan infrastruktur menjadi lebih sederhana dan aman. Konsep Unified Storage & Networking Solusi yang semakin populer saat ini adalah konsep Unified Storage & Networking. Dalam pendekatan ini, sistem penyimpanan dan jaringan bekerja sebagai satu kesatuan. NAS tidak hanya berfungsi menyimpan data, tetapi juga menjadi pusat analisis keamanan. Sementara switch berfungsi sebagai “tangan dan kaki” yang dapat langsung menjalankan tindakan perlindungan saat ancaman terdeteksi. Hasilnya adalah sistem yang mampu: Mendeteksi ancaman secara otomatis Memberikan peringatan lebih cepat Mengisolasi perangkat yang terinfeksi Meminimalkan penyebaran ransomware Bagaimana QNAP Mewujudkan Sistem Ini? Sebagai salah satu produsen NAS terkemuka, QNAP menghadirkan solusi terintegrasi antara perangkat NAS dan switch jaringan seri QSW. Dengan integrasi ini, perusahaan tidak perlu mengganti seluruh infrastruktur yang sudah ada. Cukup menambahkan perangkat QNAP pada titik-titik penting di jaringan. 1. ADRA NDR: Deteksi dan Blokir Ancaman Secara Otomatis QNAP menyediakan aplikasi keamanan bernama ADRA NDR (Network Detection and Response) yang dapat dijalankan langsung pada NAS. Fungsinya adalah: Menganalisis lalu lintas jaringan Mendeteksi aktivitas mencurigakan Mengidentifikasi ransomware sejak tahap awal Jika ancaman ditemukan, NAS akan langsung mengirim perintah ke switch QNAP untuk memutus koneksi perangkat yang terinfeksi. Proses ini berlangsung dalam hitungan detik tanpa campur tangan administrator. Dengan demikian, penyebaran ransomware dapat dihentikan sebelum menjangkiti seluruh jaringan perusahaan. 2. AirGap+ Backup: Backup yang Benar-Benar Terisolasi Salah satu kelemahan backup tradisional adalah perangkat backup selalu terhubung ke jaringan. Jika ransomware berhasil masuk, backup pun bisa ikut terenkripsi. Untuk mengatasi hal tersebut, QNAP menghadirkan teknologi AirGap+. Cara kerjanya cukup unik: Port jaringan backup hanya aktif saat proses backup berlangsung. Setelah backup selesai, switch otomatis memutus koneksi jaringan. Perangkat backup menjadi benar-benar terisolasi secara fisik. Karena tidak terhubung ke jaringan, ransomware tidak dapat menjangkau data cadangan tersebut. Ini memberikan perlindungan yang jauh lebih kuat dibandingkan hanya mengandalkan snapshot biasa. Mengurangi Biaya dan Beban Tim IT Selain meningkatkan keamanan, integrasi NAS dan switch dari QNAP juga membantu mengurangi biaya operasional. Pada lingkungan tradisional, proses investigasi serangan bisa memakan waktu antara 4 hingga 8 jam, bahkan berhari-hari jika harus melibatkan banyak vendor. Dengan sistem terintegrasi: Deteksi ancaman berjalan otomatis. Isolasi perangkat dilakukan otomatis. Backup dan pemulihan data lebih cepat. Tim IT tidak perlu berpindah-pindah platform. Hal ini membantu perusahaan menurunkan biaya operasional sekaligus mempercepat proses pemulihan ketika terjadi insiden. Kesimpulan Di tengah meningkatnya ancaman ransomware dan serangan berbasis AI, perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan firewall sebagai pertahanan utama. Pendekatan keamanan modern membutuhkan integrasi antara sistem penyimpanan dan jaringan agar dapat mendeteksi serta merespons ancaman secara otomatis. Kombinasi NAS dan switch dari QNAP menawarkan solusi yang sederhana namun efektif bagi usaha kecil dan menengah. Dengan fitur seperti ADRA NDR dan AirGap+, perusahaan dapat memperoleh perlindungan berlapis yang mampu mendeteksi ancaman lebih cepat, menghentikan penyebaran ransomware, dan menjaga data backup tetap aman. Pada akhirnya, investasi pada ekosistem yang terintegrasi bukan hanya soal membeli perangkat baru, tetapi juga membangun fondasi keamanan digital yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi ancaman siber di masa depan. storage Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi storage. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
June 4, 2026June 4, 2026

Panduan Memilih NAS Berbasis ZFS: Pertahanan Terbaik untuk Keamanan Data Perusahaan

Di era digital saat ini, data menjadi salah satu aset paling berharga bagi perusahaan maupun individu. Mulai dari dokumen bisnis, database pelanggan, rekaman video, hingga data pelatihan kecerdasan buatan (AI), semuanya membutuhkan sistem penyimpanan yang aman dan andal. Karena itu, memilih perangkat penyimpanan yang tepat menjadi sangat penting. Salah satu teknologi yang semakin populer dalam dunia penyimpanan data adalah ZFS (Zettabyte File System). Awalnya ZFS hanya digunakan pada server kelas enterprise, namun kini teknologi ini telah hadir pada berbagai perangkat NAS (Network Attached Storage) modern dan menjadi pilihan utama bagi organisasi yang mengutamakan keamanan data. Mengapa ZFS Semakin Dibutuhkan? Banyak sistem penyimpanan tradisional menggunakan file system seperti Ext4 atau Btrfs yang cukup baik untuk penggunaan umum. Namun ketika volume data semakin besar dan ancaman siber seperti ransomware terus meningkat, ZFS menawarkan perlindungan yang jauh lebih unggul. 1. Perlindungan dari Ransomware dengan Copy-on-Write Salah satu fitur utama ZFS adalah teknologi Copy-on-Write (CoW). Ketika sebuah file diubah, ZFS tidak langsung menimpa data lama. Sebaliknya, sistem akan menulis perubahan ke lokasi baru dan tetap menyimpan data sebelumnya. Dengan cara ini, pengguna dapat membuat snapshot secara instan dan mengembalikan data ke kondisi sebelumnya jika terjadi masalah. Fitur ini sangat berguna untuk menghadapi serangan ransomware. Jika data terenkripsi oleh malware, administrator dapat mengembalikan file ke snapshot yang dibuat sebelumnya tanpa kehilangan informasi penting. 2. Self-Healing untuk Mendeteksi Kerusakan Data Masalah lain yang sering tidak disadari adalah bit rot, yaitu kerusakan data secara perlahan akibat gangguan perangkat keras atau media penyimpanan. ZFS memiliki mekanisme checksum yang memeriksa integritas data setiap kali file dibaca. Jika ditemukan kerusakan dan tersedia salinan yang sehat, ZFS dapat memperbaiki data tersebut secara otomatis. Fitur ini sangat penting untuk penyimpanan jangka panjang seperti arsip medis, data penelitian, video produksi, maupun dataset AI. Perbedaan ZFS dan RAID Tradisional Banyak orang menganggap RAID sudah cukup untuk melindungi data. Padahal RAID dan ZFS memiliki fungsi yang berbeda. RAID tradisional fokus menjaga sistem tetap berjalan ketika salah satu hard disk rusak. Namun RAID tidak dapat memastikan bahwa data yang dibaca benar-benar identik dengan data asli yang pernah disimpan. Sebaliknya, ZFS melakukan verifikasi data dari awal hingga akhir (end-to-end integrity). Artinya, ZFS tidak hanya menjaga ketersediaan data, tetapi juga memastikan data tetap akurat dan tidak mengalami korupsi. Tiga Komponen Penting Saat Memilih NAS ZFS Karena ZFS adalah sistem penyimpanan berbasis software, performanya sangat dipengaruhi oleh spesifikasi perangkat keras. 1. RAM yang Memadai RAM merupakan komponen paling penting dalam sistem ZFS. ZFS menggunakan teknologi cache bernama ARC (Adaptive Replacement Cache) yang memanfaatkan memori untuk mempercepat akses data. Sebagai panduan sederhana: File server biasa: 1–1,5 GB RAM per 1 TB kapasitas penyimpanan. Banyak snapshot dan replikasi: sekitar 2 GB RAM per 1 TB. Deduplikasi data: membutuhkan RAM jauh lebih besar. Jika memungkinkan, pilih perangkat yang mendukung ECC RAM (Error Correcting Code) karena mampu mendeteksi dan memperbaiki kesalahan memori secara otomatis. 2. Prosesor yang Cepat Banyak orang mengira jumlah inti CPU adalah segalanya. Untuk NAS ZFS, kecepatan clock CPU sering kali lebih penting dibanding jumlah core. ZFS melakukan berbagai proses seperti kompresi, enkripsi, dan checksum yang membutuhkan kemampuan pemrosesan tinggi. Oleh karena itu, prosesor modern dengan performa tinggi akan memberikan pengalaman yang lebih baik. 3. Dukungan SSD Cache NAS ZFS modern biasanya mendukung SSD NVMe sebagai cache tambahan. Fungsinya antara lain: L2ARC untuk mempercepat pembacaan data. SLOG untuk mempercepat penulisan data penting seperti transaksi database. Untuk kebutuhan video editing biasa, investasi pada RAM dan hard disk sering kali lebih penting dibanding SLOG. Pilihan NAS ZFS yang Tersedia di Pasaran Saat ini terdapat beberapa pendekatan populer untuk menggunakan ZFS. QNAP QuTS hero QNAP menghadirkan ZFS melalui sistem operasi QuTS hero yang dirancang agar mudah digunakan. Keunggulannya: Antarmuka ramah pengguna. Mendukung virtualisasi dan container. Snapshot dan kompresi bawaan. Dukungan resmi dari vendor. Solusi ini cocok untuk perusahaan kecil hingga menengah yang membutuhkan keamanan data enterprise tanpa harus memiliki tim Linux khusus. TrueNAS TrueNAS merupakan salah satu platform ZFS paling terkenal di dunia. Keunggulannya: Open source. Mendukung konfigurasi yang sangat fleksibel. Cocok untuk lingkungan IT yang kompleks. Namun TrueNAS membutuhkan pengetahuan teknis yang lebih tinggi dibanding NAS komersial. Server Rakitan Enterprise Beberapa perusahaan memilih membangun server ZFS sendiri menggunakan perangkat dari Dell, HPE, atau server custom. Kelebihannya: Fleksibilitas maksimal. Kapasitas besar. Dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus. Namun proses instalasi, pemeliharaan, dan troubleshooting sepenuhnya menjadi tanggung jawab tim IT internal. Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Hindari Hard Disk SMR Jika memungkinkan, pilih hard disk CMR (Conventional Magnetic Recording). Hard disk SMR (Shingled Magnetic Recording) memiliki performa tulis yang lebih rendah dan dapat menyebabkan proses rebuild RAID berjalan sangat lambat pada lingkungan ZFS. Tetap Terapkan Aturan Backup 3-2-1 Meskipun ZFS sangat aman, ZFS bukanlah pengganti backup. Prinsip 3-2-1 Backup tetap harus diterapkan: 3 salinan data. 2 media penyimpanan berbeda. 1 salinan berada di lokasi terpisah. Dengan strategi ini, risiko kehilangan data dapat diminimalkan secara signifikan. Kesimpulan ZFS bukan sekadar file system biasa. Teknologi ini dirancang untuk memastikan integritas data, melindungi dari ransomware, serta mendeteksi dan memperbaiki kerusakan data secara otomatis. Bagi perusahaan yang mengelola data penting, investasi pada NAS berbasis ZFS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keamanan dan keandalan penyimpanan. Baik menggunakan solusi seperti QNAP QuTS hero, TrueNAS, maupun server enterprise khusus, ZFS memberikan fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan penyimpanan data modern. Di era AI, big data, dan ancaman siber yang terus berkembang, memilih sistem penyimpanan berbasis ZFS bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga tentang menjaga aset digital tetap aman, akurat, dan selalu tersedia saat dibutuhkan. storage Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi storage. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
June 4, 2026June 4, 2026

Keamanan NAS Tanpa Password: Masa Depan Login yang Lebih Aman dan Praktis

Di era digital saat ini, data menjadi aset yang sangat berharga. Baik untuk perusahaan maupun pengguna rumahan, NAS (Network Attached Storage) sering digunakan sebagai pusat penyimpanan berbagai dokumen penting, foto, video, hingga data bisnis. Namun, satu pertanyaan penting yang sering diabaikan adalah: Apakah akun NAS Anda benar-benar aman? Selama bertahun-tahun, keamanan akun bergantung pada password. Sayangnya, metode ini mulai menunjukkan banyak kelemahan. Kini, teknologi modern seperti autentikasi dua faktor (2FA), biometrik, Passkey, dan FIDO2 hadir untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat sekaligus lebih mudah digunakan. Masalah Besar di Balik Password Bayangkan seorang administrator IT menerima telepon pukul 3 pagi karena ada karyawan yang lupa password NAS. Situasi seperti ini terjadi lebih sering daripada yang dibayangkan. Menurut berbagai laporan keamanan siber, sebagian besar pelanggaran keamanan masih berkaitan dengan password yang lemah, digunakan berulang kali, atau dicuri melalui serangan phishing. Masalah utamanya adalah paradoks password: Password yang kuat sulit diingat. Password yang mudah diingat biasanya mudah ditebak. Banyak orang akhirnya menulis password di kertas atau menyimpannya secara sembarangan. Akibatnya, akun NAS yang menyimpan data penting menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber. Generasi Pertama: Login Menggunakan Password Metode login tradisional hanya membutuhkan username dan password. Meskipun sederhana, metode ini rentan terhadap berbagai jenis serangan seperti: Brute Force: Hacker mencoba ribuan kombinasi password secara otomatis. Dictionary Attack: Menggunakan daftar password umum yang sering dipakai pengguna. Credential Stuffing: Memanfaatkan akun dan password yang bocor dari layanan lain. Phishing: Menipu pengguna agar memasukkan password pada halaman login palsu. Karena itulah banyak organisasi mulai mencari metode keamanan yang lebih baik. Generasi Kedua: Two-Factor Authentication (2FA) Untuk meningkatkan keamanan, muncullah teknologi Two-Factor Authentication (2FA). Konsepnya sederhana: selain password, pengguna juga harus melakukan verifikasi tambahan menggunakan smartphone. Walaupun hacker berhasil mengetahui password Anda, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa perangkat kedua tersebut. Cara Kerja 2FA Beberapa metode yang umum digunakan antara lain: 1. Kode OTP (One-Time Password) Aplikasi autentikator akan menghasilkan kode unik yang berubah setiap 30 detik. Keunggulannya: Tidak membutuhkan koneksi internet. Sangat aman untuk penggunaan sehari-hari. 2. Scan QR Code Pengguna cukup memindai QR Code yang muncul di layar login menggunakan aplikasi autentikator. Metode ini lebih cepat dan praktis. 3. Login Approval Saat ada percobaan login, notifikasi akan muncul di smartphone. Pengguna cukup menekan tombol “Approve” untuk menyetujui login. 4. Kode Verifikasi Online Sistem mengirimkan kode ke aplikasi autentikator dan pengguna tinggal memasukkannya ke halaman login. Kelemahan 2FA Meski jauh lebih aman dibanding password biasa, 2FA masih memiliki beberapa keterbatasan: Pengguna tetap harus mengingat password. Kode OTP bisa kedaluwarsa. Jika smartphone hilang, proses pemulihan akun bisa menjadi lebih rumit. Serangan phishing tingkat lanjut masih dapat mencuri kode verifikasi. Karena itu, industri keamanan terus mengembangkan solusi yang lebih baik. Generasi Ketiga: FIDO2 dan Passkey Saat ini banyak pakar keamanan menganggap FIDO2 dan Passkey sebagai masa depan autentikasi digital. Teknologi ini dirancang untuk menghilangkan ketergantungan pada password sepenuhnya. Apa Itu FIDO2? FIDO2 adalah standar keamanan internasional yang menggunakan sistem kriptografi modern untuk melakukan verifikasi identitas. Alih-alih menyimpan password, perangkat pengguna membuat dua kunci: Public Key (tersimpan di server NAS) Private Key (tersimpan aman di perangkat pengguna) Saat login, NAS hanya memverifikasi bahwa perangkat yang digunakan memang memiliki private key yang sah. Keuntungan utamanya: Tidak ada password yang bisa dicuri. Tidak rentan terhadap phishing. Jauh lebih aman dibanding login tradisional. Pilihan FIDO2 yang Tersedia Hardware Security Key Perangkat fisik seperti YubiKey menyimpan private key secara aman. Kelebihannya: Tingkat keamanan tertinggi. Cocok untuk administrator dan perusahaan. Passkey Berbasis Perangkat Menggunakan fitur biometrik seperti: Sidik jari Face Recognition Windows Hello Touch ID Private key tersimpan aman di perangkat pengguna. Passkey yang Tersinkronisasi Passkey dapat tersimpan dan disinkronkan melalui layanan cloud seperti Google atau iCloud. Lebih praktis, tetapi tetap membutuhkan perlindungan akun cloud yang baik. Login Tanpa Password dengan Smartphone Bagi pengguna yang tidak memiliki hardware key, kini tersedia metode login tanpa password menggunakan aplikasi autentikator. Caranya sangat mudah: Buka halaman login NAS. Scan QR Code menggunakan smartphone. Login selesai dalam hitungan detik. Metode ini menawarkan kombinasi yang menarik antara keamanan dan kemudahan penggunaan. Smartphone modern sudah dilindungi oleh: Sidik jari Face ID PIN perangkat Enkripsi bawaan Karena itu, smartphone dapat menjadi alat autentikasi yang jauh lebih aman dibanding password biasa. Solusi Terbaik untuk Setiap Pengguna Administrator IT Disarankan menggunakan: Hardware Security Key (FIDO2) Passwordless Login Metode ini memberikan perlindungan maksimal terhadap serangan siber. Pengguna Perusahaan Pilihan terbaik: 2FA menggunakan aplikasi autentikator Passkey berbasis perangkat Keseimbangan antara keamanan dan kemudahan penggunaan. Pengguna Rumahan Metode yang paling praktis: Login QR Code One-Tap Approval melalui smartphone Tidak perlu mengingat password yang rumit namun tetap aman. Kesimpulan Keamanan NAS tidak lagi harus bergantung pada password yang sulit diingat dan mudah dicuri. Teknologi modern seperti Two-Factor Authentication (2FA), Passkey, dan FIDO2 menawarkan cara yang lebih aman sekaligus lebih nyaman untuk melindungi data penting. Bagi organisasi maupun pengguna rumahan, beralih ke metode autentikasi modern bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan mengurangi ketergantungan pada password dan memanfaatkan teknologi keamanan terbaru, risiko pencurian akun dapat ditekan secara signifikan. Masa depan autentikasi sudah hadir hari ini: lebih aman, lebih cepat, dan bahkan tanpa password sama sekali. storage Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi storage. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 12, 2026May 12, 2026

Post-Quantum Cryptography dan Storage: Mengapa “Siap” Bukan Pertanyaan yang Tepat?

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan komputasi modern membuat keamanan data menjadi semakin penting. Salah satu topik yang mulai banyak dibahas di dunia cybersecurity saat ini adalah Post-Quantum Cryptography (PQC) atau kriptografi pasca-kuantum. Banyak perusahaan mulai bertanya: “Apakah sistem kami sudah siap menghadapi quantum computing?” Namun sebenarnya, menurut banyak ahli keamanan, pertanyaan itu kurang tepat. Dalam dunia storage dan infrastruktur IT, PQC bukan sekadar fitur tambahan yang bisa langsung diaktifkan. PQC adalah proses transisi besar yang membutuhkan kerja sama banyak teknologi sekaligus. Apa Itu Quantum Computing? Quantum computing adalah teknologi komputer generasi baru yang jauh lebih cepat dibanding komputer biasa. Jika komputer saat ini bekerja menggunakan bit: 0 atau 1 Quantum computer menggunakan qubit yang bisa: 0 1 atau keduanya secara bersamaan Kemampuan ini membuat quantum computer sangat powerful untuk: AI simulasi ilmiah analisis data besar riset medis pemecahan enkripsi modern Mengapa Quantum Computing Menjadi Ancaman? Saat ini sebagian besar keamanan internet menggunakan enkripsi seperti: RSA ECDSA ECDH Enkripsi ini dianggap aman terhadap komputer biasa. Namun quantum computer di masa depan diperkirakan mampu memecahkan enkripsi tersebut jauh lebih cepat. Artinya: Data rahasia bisa dibuka Sertifikat digital bisa dipalsukan Sistem keamanan dapat ditembus Inilah alasan mengapa dunia mulai mempersiapkan teknologi Post-Quantum Cryptography. Timeline Quantum Computing Semakin Cepat Dulu banyak orang berpikir ancaman quantum computing masih sangat jauh, mungkin puluhan tahun lagi. Namun sekarang penelitian terbaru menunjukkan: Quantum computer berkembang lebih cepat Kemampuan memecahkan enkripsi semakin meningkat Timeline implementasi PQC semakin dipercepat Beberapa organisasi bahkan mulai menargetkan kesiapan PQC sebelum tahun 2030. Walaupun belum ada kepastian kapan “Q-Day” terjadi, yaitu saat quantum computer mampu memecahkan enkripsi modern, ancamannya sudah mulai diperhitungkan dari sekarang. Ancaman “Harvest Now, Decrypt Later” Salah satu ancaman terbesar disebut: Harvest Now, Decrypt Later (HNDL) Artinya: Hacker mencuri data terenkripsi sekarang Menyimpannya bertahun-tahun Menunggu quantum computer berkembang Baru kemudian membuka data tersebut Ini sangat berbahaya untuk data jangka panjang seperti: Backup perusahaan Arsip pemerintah Data kesehatan Dokumen hukum Intellectual Property (IP) Walaupun data masih aman hari ini, belum tentu aman di masa depan. Ancaman Kedua: “Trust Now, Forge Later” Selain enkripsi data, quantum computing juga mengancam sistem kepercayaan digital. Contohnya: Digital signature Firmware validation Secure boot Software update Certificate authentication Jika tanda tangan digital bisa dipalsukan: Hacker dapat memasukkan firmware berbahaya Update palsu bisa dianggap resmi Sistem storage bisa dikompromikan Ini berarti ancamannya bukan hanya kebocoran data, tetapi juga kerusakan sistem secara langsung. Mengapa Storage Menjadi Sangat Penting? Storage adalah tempat penyimpanan data jangka panjang. Di dalam storage terdapat: Backup Arsip Database File perusahaan Data pelanggan Semua data ini biasanya disimpan selama bertahun-tahun. Karena itu, storage menjadi salah satu area paling penting dalam migrasi menuju keamanan pasca-kuantum. NIST Sudah Mulai Menetapkan Standar PQC Pada tahun 2024, NIST (National Institute of Standards and Technology) mulai menetapkan standar Post-Quantum Cryptography seperti: ML-KEM ML-DSA SLH-DSA Standar ini akan menjadi fondasi keamanan baru untuk menghadapi quantum computing. Namun tantangannya bukan hanya membuat algoritma baru, tetapi menerapkannya ke sistem nyata. Mengapa “PQC Ready” Tidak Sesederhana Itu? Banyak vendor mulai menggunakan istilah: “PQC Ready” Tetapi sebenarnya prosesnya jauh lebih kompleks. Sistem storage modern terdiri dari banyak komponen: Hardware Firmware BIOS Controller Networking Software Drive storage Semua komponen tersebut menggunakan kriptografi. Jika ada satu bagian yang belum aman terhadap quantum computing, maka seluruh sistem masih berisiko. Karena itu, kesiapan PQC tidak bisa hanya dilihat dari satu produk saja. Tantangan Besar Ada di Dependency Storage bukan sistem tunggal, tetapi ekosistem besar yang saling bergantung. Contohnya: Firmware tergantung vendor chip Network card tergantung firmware lain Security module menggunakan sertifikat berbeda Semua pihak harus melakukan transisi bersama-sama. Inilah alasan mengapa migrasi PQC membutuhkan waktu dan koordinasi besar. Regulasi Pemerintah Mulai Mendorong PQC Saat ini berbagai regulasi mulai meminta perusahaan menyiapkan strategi Post-Quantum Cryptography. Industri yang paling terdampak: Finansial Telekomunikasi Kesehatan Infrastruktur penting Pemerintahan Beberapa organisasi bahkan mulai diwajibkan menunjukkan roadmap migrasi PQC untuk memenuhi standar keamanan. Solusi Terbaik: Cryptographic Agility Karena teknologi terus berubah, perusahaan tidak cukup hanya “siap” sekali saja. Yang lebih penting adalah memiliki: Cryptographic agility Artinya sistem mampu: Beradaptasi dengan algoritma baru Mengganti metode keamanan dengan fleksibel Mendukung model hybrid Berubah tanpa merusak sistem utama Apa Itu Cryptographic Agility di Storage? Dalam storage modern, cryptographic agility berarti: Mendukung berbagai jenis enkripsi Mengelola sertifikat baru Integrasi dengan key management system Menjalankan backup dan replication secara aman Memungkinkan upgrade keamanan tanpa downtime besar Dengan pendekatan ini, perusahaan lebih siap menghadapi perubahan teknologi keamanan di masa depan. Pendekatan Dell dalam Menghadapi PQC Dell Technologies melihat Post-Quantum Cryptography sebagai proses transformasi arsitektur, bukan sekadar fitur produk. Dell mulai mempersiapkan: Firmware quantum-resistant Validasi software yang lebih aman Hardware root of trust Integrasi keamanan lintas platform Karena Dell mengembangkan banyak komponen infrastrukturnya sendiri, transisi keamanan dapat dilakukan lebih terintegrasi. Kesimpulan Post-Quantum Cryptography bukan lagi sekadar topik masa depan. Ancaman quantum computing mulai dianggap nyata dan dapat mempengaruhi keamanan data jangka panjang. Dalam dunia storage, tantangannya bukan hanya mengganti algoritma enkripsi, tetapi memastikan seluruh ekosistem: Hardware Firmware Software Network Security system dapat beradaptasi bersama-sama. Karena itu, pertanyaan yang paling penting bukan: “Apakah storage sudah PQC ready?” Tetapi: “Apakah sistem kita cukup fleksibel untuk menjalani transisi keamanan quantum tanpa mengganggu operasional bisnis?” Di era quantum computing nanti, kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci utama keamanan digital perusahaan. storage Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi storage. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 12, 2026May 12, 2026

ObjectScale.Next: Inovasi Storage Dell untuk Mendukung AI Berkinerja Tinggi

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin cepat dan membutuhkan infrastruktur penyimpanan data yang jauh lebih kuat dibanding sistem storage biasa. Dalam dunia AI modern, kecepatan akses data menjadi sangat penting karena GPU dan server AI harus terus menerima data tanpa hambatan. Jika storage lambat, maka: Training AI menjadi lebih lama Inference melambat GPU mahal menjadi tidak optimal Produktivitas tim AI menurun Karena itu, Dell Technologies terus mengembangkan Dell ObjectScale untuk mendukung kebutuhan AI generasi terbaru. Sejak peluncuran versi 4.0 satu tahun lalu, Dell menghadirkan berbagai peningkatan performa untuk ObjectScale, mulai dari optimasi small object, akses data berbasis RDMA, integrasi GPU-aware data path, hingga teknologi KV Cache untuk AI dan Large Language Model (LLM). Berkat inovasi tersebut, ObjectScale bahkan mendapatkan penghargaan CRN 2025 Product of the Year untuk kategori Enterprise-Class Storage. Mengapa AI Membutuhkan Storage Super Cepat? AI modern bekerja dengan data dalam jumlah sangat besar seperti: Dataset training Embedding AI File log Feature AI Checkpoint model Intermediate artifact Masalahnya, AI tidak hanya membutuhkan kapasitas besar, tetapi juga: Latency rendah Throughput tinggi Akses data cepat Skalabilitas tinggi Jika storage tidak mampu mengimbangi kecepatan GPU, maka performa AI akan terhambat. Performa Tinggi untuk Workload AI Modern Dalam pengujian internal Dell, ObjectScale mampu menghasilkan: Hingga 40 GB/sec read throughput per node Sampai 8 kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya Performa ini membuat ObjectScale cocok untuk: AI training Machine learning Analitik data besar High-performance computing Digunakan di Industri Keuangan Skala Besar Keunggulan ObjectScale tidak hanya diuji di laboratorium, tetapi juga digunakan di lingkungan nyata. Beberapa contoh penggunaan: Perusahaan high-frequency trading di New York memproses lebih dari 30 miliar transaksi per hari Perusahaan finansial global menggunakan ObjectScale untuk menangani 1,5 miliar transaksi harian Perusahaan trading di Inggris mencapai throughput hingga 280 GB/sec Hal ini menunjukkan bahwa ObjectScale dirancang untuk workload dengan performa sangat tinggi. Small Object Menjadi Tantangan Baru AI Dalam AI modern, banyak data berbentuk small object seperti: Log Metrics Vector chunk Table segment Intermediate training file Jumlahnya bisa mencapai jutaan bahkan miliaran file kecil. Masalahnya, banyak storage tradisional tidak optimal menangani small object. Akibatnya: Performa menurun Metadata membengkak Sistem menjadi lambat Teknologi Chunk Store untuk Small Object ObjectScale menggunakan teknologi chunk store engine. Cara kerjanya: Ribuan file kecil digabung menjadi satu chunk besar Baru kemudian dilakukan distribusi data Contohnya: Lebih dari 10.000 file ukuran 10 KB bisa disimpan dalam satu chunk Keuntungan teknologi ini: Throughput lebih tinggi Latency lebih rendah Metadata lebih efisien Rebuild data lebih cepat Rebuild Storage Menjadi Lebih Cepat Ketika hard disk atau node rusak, storage biasanya membutuhkan waktu lama untuk rebuild data. Pada storage besar, proses rebuild bisa berlangsung: Berhari-hari Bahkan berminggu-minggu ObjectScale mengurangi proses tersebut menjadi: Hanya beberapa jam Hal ini sangat penting untuk menjaga AI workload tetap berjalan tanpa gangguan. Optimasi Key-Value Store Pada versi ObjectScale 4.2, Dell menghadirkan arsitektur Key-Value Store baru. Hasilnya: Efisiensi memory meningkat hingga 4 kali Penggunaan disk metadata berkurang 30–60% Lookup data menjadi lebih cepat Dengan peningkatan ini, performa storage tetap stabil walaupun cluster dan jumlah object terus bertambah. S3 over RDMA: Akses Data Lebih Cepat Salah satu inovasi terbesar ObjectScale adalah teknologi S3 over RDMA. Biasanya akses S3 menggunakan TCP biasa, namun ObjectScale menggantinya dengan RDMA yang jauh lebih cepat. Hasil pengujian menunjukkan: Throughput meningkat hingga 230% Latency turun sekitar 80% Penggunaan CPU turun hingga 98% Teknologi ini memungkinkan GPU mengakses data object storage hampir secara langsung tanpa bottleneck. Mengapa Ini Penting untuk GPU dan AI? GPU modern sangat cepat, tetapi sering terhambat karena transfer data lambat. Dengan S3 over RDMA: Data mengalir lebih cepat ke GPU Training AI menjadi lebih efisien Pipeline AI lebih stabil Teknologi ini sangat cocok untuk: AI generatif LLM Deep learning AI analytics KV Cache untuk Mempercepat LLM Dalam Large Language Model seperti chatbot AI, terdapat teknologi bernama KV Cache. Fungsinya: Menyimpan context AI sementara Mengurangi proses perhitungan ulang Masalahnya, KV Cache cepat memenuhi memory GPU. ObjectScale membantu memindahkan KV Cache dari GPU ke storage berkinerja tinggi. Hasilnya Sangat Signifikan Menurut pengujian Dell: Time to First Token meningkat hingga 19 kali lebih cepat Throughput token meningkat hingga 5,3 kali Multi-turn AI conversation hampir 3 kali lebih cepat Hal ini membuat AI generatif menjadi lebih responsif dan efisien. S3 Tables untuk Analitik AI Modern ObjectScale 4.3 juga menghadirkan fitur S3 Tables berbasis Apache Iceberg. Fitur ini memungkinkan: Analitik langsung di object storage Tidak perlu memindahkan data ke database lain Mengurangi proses ETL Keuntungannya: Ingest data hingga 2 kali lebih cepat Query hingga 4,5 kali lebih cepat Storage kini bukan hanya tempat menyimpan data, tetapi juga menjadi platform analitik aktif untuk AI. Tetap Sederhana Walaupun Sangat Powerful Walaupun memiliki performa tinggi, Dell tetap menjaga ObjectScale agar: Mudah dikelola Skalabel Efisien Cocok untuk hybrid cloud Beberapa fitur tambahan: Compression analytics Geo-replication Kubernetes integration Terraform support Load balancer terintegrasi Semua dirancang agar operasional tetap sederhana walaupun skala storage sangat besar. Kesimpulan Perkembangan AI membuat kebutuhan storage modern semakin kompleks. Perusahaan membutuhkan platform penyimpanan yang tidak hanya besar, tetapi juga cepat, stabil, dan siap mendukung workload AI masa depan. Melalui Dell ObjectScale, Dell Technologies menghadirkan solusi object storage modern dengan: Throughput tinggi Latency rendah Optimasi GPU Small object performance Dukungan AI dan LLM Dengan inovasi seperti S3 over RDMA, KV Cache offload, dan S3 Tables, ObjectScale membantu perusahaan membangun fondasi data yang lebih siap menghadapi era AI modern. Di masa depan, storage bukan lagi sekadar tempat menyimpan data, tetapi menjadi komponen utama yang menentukan kecepatan dan keberhasilan implementasi AI. storage Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi storage. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 12, 2026May 12, 2026

Apa Kata IT Leader Tentang Storage yang Siap Mendukung AI Skala Besar?

Di era Artificial Intelligence (AI) modern, data menjadi aset paling penting bagi perusahaan. Semakin berkembang penggunaan AI, semakin besar pula kebutuhan penyimpanan data atau storage yang cepat, stabil, dan mudah dikembangkan. Banyak perusahaan kini mengelola: Data AI dalam jumlah besar File tidak terstruktur (unstructured data) Hybrid cloud Machine learning AI pipeline Analitik real-time Masalahnya, tidak semua sistem storage mampu menangani pertumbuhan data tersebut dengan baik. Banyak infrastruktur lama mulai kewalahan ketika perusahaan ingin memperbesar kapasitas atau menjalankan workload AI yang lebih berat. Karena itu, perusahaan membutuhkan solusi storage modern yang tidak hanya kuat untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan AI di masa depan. Salah satu solusi yang banyak dibicarakan adalah Dell PowerScale dari Dell Technologies. Berbagai praktisi IT dan arsitek solusi telah membagikan pengalaman mereka menggunakan Dell PowerScale di lingkungan produksi nyata. Bukan sekadar teori atau benchmark laboratorium, tetapi pengalaman langsung dalam mengelola storage skala besar untuk perusahaan modern. Storage Modern Harus Bisa Berkembang Tanpa Membuat Sistem Rumit Salah satu tantangan terbesar dalam dunia storage adalah skalabilitas. Saat kapasitas data bertambah, biasanya: Sistem menjadi lebih kompleks Pengelolaan semakin sulit Risiko downtime meningkat Beban kerja tim IT bertambah Namun menurut seorang Solutions Architect dari sebuah universitas besar dengan lebih dari 10.000 karyawan, Dell PowerScale memiliki desain arsitektur yang membantu mengurangi masalah tersebut. Ia menjelaskan bahwa PowerScale: Memiliki arsitektur yang mudah dikembangkan Mengurangi downtime Mengurangi beban pengelolaan Tetap stabil saat kapasitas bertambah Hal ini sangat penting karena banyak sistem storage tradisional justru menjadi lebih rumit ketika diperbesar. Mengapa Skalabilitas Penting untuk AI? AI membutuhkan penyimpanan data dalam jumlah sangat besar. Contohnya: Dataset machine learning File video Data sensor IoT File training AI Model AI Backup dan log sistem Jika storage tidak mudah dikembangkan, perusahaan harus melakukan migrasi sistem yang mahal dan memakan waktu. Dengan PowerScale, perusahaan dapat menambah kapasitas tanpa harus membangun ulang seluruh infrastruktur. Bagi tim IT, hal ini membantu mereka lebih fokus pada inovasi dan pengembangan AI, bukan sibuk mengelola storage. Skalabilitas yang Bisa Mencapai Puluhan Node Seorang Solutions Architect lain dari perusahaan konsultan IT juga membagikan pengalaman menarik tentang PowerScale. Ia mengatakan bahwa beberapa pelanggan di industri media dan entertainment menggunakan PowerScale hingga lebih dari 30 node dalam satu lingkungan produksi. Hal ini cukup luar biasa karena banyak perusahaan biasanya membatasi storage hanya: 4 node 6 node Untuk mengurangi risiko kompleksitas dan kegagalan sistem. Namun PowerScale mampu berkembang jauh lebih besar tanpa menambah risiko secara signifikan. Mengapa Industri Media dan AI Membutuhkan Storage Besar? Industri media dan AI memiliki kebutuhan data yang sangat tinggi, seperti: Video resolusi tinggi Rendering AI video analytics File editing besar Real-time processing Semua workload tersebut membutuhkan: Kapasitas besar Kecepatan tinggi Akses file yang stabil Jika storage tidak kuat, performa aplikasi AI dan media bisa menurun drastis. Karena itu, kemampuan PowerScale untuk menangani puluhan node menjadi bukti bahwa platform ini memang dirancang untuk skala enterprise modern. Perlindungan Data yang Lebih Pintar Selain kapasitas besar, keamanan dan perlindungan data juga menjadi faktor penting. Seorang Pre-Sales Engineer dari perusahaan system integrator menjelaskan salah satu fitur menarik PowerScale, yaitu sistem proteksi otomatis. Pada storage tradisional, administrator biasanya harus mengatur RAID secara manual seperti: RAID 5 RAID 6 Proses ini cukup rumit dan berisiko jika terjadi kesalahan konfigurasi. Namun pada Dell PowerScale, sistem secara otomatis menentukan perlindungan terbaik. Contohnya: Sistem tetap berjalan meskipun ada kerusakan node Sistem tetap aktif walaupun beberapa disk gagal Mengapa Fitur Ini Penting? Dalam lingkungan AI, downtime bisa sangat merugikan. Bayangkan jika: Training AI berhenti Data corrupt Model AI hilang Pipeline AI gagal berjalan Kerugian waktu dan biaya bisa sangat besar. Karena itu, kemampuan storage untuk tetap berjalan meskipun ada kerusakan hardware menjadi sangat penting. PowerScale dirancang agar workload AI tetap berjalan walaupun terjadi masalah pada perangkat keras. Mengurangi Risiko Human Error Keunggulan lain dari otomatisasi proteksi adalah mengurangi risiko kesalahan manusia. Dalam sistem storage besar, konfigurasi manual sering menjadi sumber masalah. Dengan otomatisasi: Pengaturan lebih sederhana Risiko kesalahan berkurang Tim IT lebih efisien Maintenance menjadi lebih mudah Hal ini sangat membantu perusahaan yang memiliki data dalam jumlah besar dan kompleks. Cocok untuk AI dan Hybrid Cloud Modern Saat ini banyak perusahaan mulai membangun: AI infrastructure Hybrid cloud Multicloud storage Data lake File dan object storage Dell PowerScale mendukung kebutuhan tersebut melalui: All-flash storage Performa NVMe Integrasi multicloud Unified file storage Dengan fitur ini, perusahaan dapat membangun fondasi data yang lebih siap untuk AI masa depan. Apa yang Bisa Dipelajari dari Pengalaman Para Praktisi IT? Dari berbagai pengalaman pengguna nyata, ada beberapa poin penting tentang Dell PowerScale: Skalabilitas tinggi tanpa menambah kompleksitas Stabil untuk workload AI besar Perlindungan data otomatis Operasional lebih sederhana Cocok untuk hybrid cloud modern Hal ini menunjukkan bahwa storage modern bukan hanya soal kapasitas besar, tetapi juga tentang: Kemudahan pengelolaan Stabilitas sistem Efisiensi operasional Kesiapan menghadapi AI Kesimpulan Perkembangan AI membuat kebutuhan storage enterprise semakin kompleks. Perusahaan membutuhkan solusi penyimpanan yang mampu berkembang besar tanpa mengorbankan performa dan kemudahan pengelolaan. Melalui Dell PowerScale, Dell Technologies menghadirkan platform storage modern yang dirancang untuk mendukung: AI workload Unstructured data Hybrid cloud File storage skala besar Berbagai pengalaman praktisi IT menunjukkan bahwa PowerScale mampu memberikan kombinasi penting antara: Skalabilitas Perlindungan data Efisiensi operasional Stabilitas sistem Di era AI modern, storage bukan lagi sekadar tempat menyimpan data, tetapi menjadi fondasi utama untuk mendukung inovasi dan transformasi digital perusahaan. storage Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi storage. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
May 12, 2026May 12, 2026

Dell ObjectScale dan Wasabi: Solusi Storage Modern untuk Mendukung AI di Masa Depan

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) saat ini berjalan sangat cepat. Banyak perusahaan mulai menggunakan AI untuk analisis data, chatbot, otomatisasi bisnis, hingga machine learning. Namun di balik perkembangan tersebut, ada satu hal penting yang sering terlupakan, yaitu infrastruktur penyimpanan data atau storage. AI membutuhkan data dalam jumlah sangat besar. Karena itu, perusahaan memerlukan sistem storage yang: Cepat Aman Fleksibel Mudah dikembangkan Memiliki biaya yang stabil Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dell Technologies bekerja sama dengan Wasabi menghadirkan solusi hybrid cloud storage menggunakan Dell ObjectScale dan layanan cloud storage Wasabi. Kolaborasi ini membantu perusahaan mengelola pertumbuhan data AI dengan lebih efisien sekaligus menjaga performa dan biaya tetap terkendali. Mengapa AI Membutuhkan Storage yang Lebih Modern? AI bekerja dengan data dalam jumlah sangat besar, seperti: Dataset machine learning File video Data sensor IoT Model AI Hasil training AI Log dan backup Semakin besar penggunaan AI, semakin besar pula kebutuhan penyimpanan data. Masalahnya, banyak sistem storage tradisional sulit menangani: Pertumbuhan data yang sangat cepat Kebutuhan akses real-time Beban kerja AI yang berat Biaya cloud yang tidak stabil Karena itu, perusahaan mulai mencari solusi storage hybrid yang menggabungkan fleksibilitas cloud dengan kontrol infrastruktur lokal. Wasabi Memperluas Infrastruktur ke Silicon Valley Salah satu langkah penting dalam kerja sama ini adalah ekspansi Wasabi ke wilayah Silicon Valley, California. Silicon Valley dikenal sebagai pusat perkembangan teknologi dan AI dunia. Dengan membuka region baru di San Jose, Wasabi membawa kapasitas storage berbasis Dell ObjectScale lebih dekat ke perusahaan AI dan data center di wilayah Amerika Barat. Tujuan utamanya adalah mengurangi latency atau keterlambatan akses data. Mengapa Latency Penting untuk AI? Dalam AI, kecepatan akses data sangat penting. Semakin dekat storage dengan server AI atau GPU cluster: Semakin cepat proses training AI Semakin cepat inference Transfer data menjadi lebih efisien Hal ini membantu mempercepat seluruh proses AI, mulai dari: Data ingest Training model Fine tuning Real-time inference Bagi perusahaan AI, pengurangan latency bisa mempercepat inovasi dan meningkatkan performa aplikasi. Arsitektur Dell yang Konsisten Salah satu tantangan terbesar dalam hybrid cloud adalah kompleksitas sistem. Banyak perusahaan menggunakan: Storage lokal Cloud storage berbeda Sistem manajemen berbeda Akibatnya: Pengelolaan menjadi rumit Risiko kompatibilitas meningkat Biaya operasional bertambah Kolaborasi Dell dan Wasabi mencoba menyederhanakan hal tersebut dengan menghadirkan arsitektur yang konsisten. Artinya: Sistem storage lokal dan cloud menggunakan pendekatan yang sama Data lebih mudah dipindahkan Aplikasi tidak perlu diubah ulang Perusahaan dapat menghubungkan: Dell PowerScale Dell ObjectScale Wasabi Cloud Storage Dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Memudahkan Mobilitas Data Dengan sistem ini, perusahaan dapat memindahkan data dengan lebih mudah. Contohnya: Data lama dapat dipindahkan ke cloud untuk penyimpanan jangka panjang Training AI dapat dijalankan di cloud tanpa mengubah aplikasi Data dapat diakses menggunakan protokol yang sama Semua sistem menggunakan standar S3-compatible, sehingga aplikasi AI tetap dapat berjalan tanpa perubahan besar. Hal ini membantu perusahaan menghemat waktu dan biaya implementasi. Perlindungan Data Lebih Baik dengan Cross-Region Replication Data AI adalah aset yang sangat penting. Misalnya: Dataset training Model AI Hasil penelitian Intellectual property Jika data hilang karena gangguan server atau bencana, proyek AI bisa terganggu selama berbulan-bulan. Untuk mengatasi hal ini, Dell dan Wasabi menghadirkan fitur cross-region replication. Apa Itu Cross-Region Replication? Cross-region replication adalah proses menyalin data otomatis ke lokasi geografis lain. Contohnya: Data utama disimpan di Silicon Valley Salinan otomatis dibuat di US East Jika satu region mengalami gangguan: Data tetap tersedia Operasional tetap berjalan Risiko kehilangan data berkurang Fitur ini sangat penting untuk: Disaster recovery Business continuity Kepatuhan regulasi keamanan data Biaya AI yang Lebih Stabil Salah satu masalah terbesar dalam AI cloud adalah biaya yang sulit diprediksi. Banyak cloud provider mengenakan biaya tambahan seperti: Biaya transfer data API request fee Egress fee Ketika AI berkembang besar, biaya tersebut bisa meningkat drastis. Wasabi menawarkan model biaya yang lebih sederhana: Tidak ada biaya egress Tidak ada biaya API request Hanya membayar storage yang digunakan Hal ini membantu perusahaan: Mengontrol anggaran AI Bereksperimen lebih bebas Mengembangkan AI tanpa takut biaya melonjak Mengapa Kolaborasi Ini Penting untuk Strategi AI? Gabungan teknologi Dell dan Wasabi memberikan beberapa keuntungan besar bagi perusahaan yang ingin mengembangkan AI. 1. Performa AI Lebih Cepat Storage yang lebih dekat dengan pusat AI membantu mempercepat training dan inference. 2. Perlindungan Data Lebih Kuat Cross-region replication membantu menjaga data tetap aman dan tersedia. 3. Operasional Lebih Sederhana Arsitektur yang konsisten membuat pengelolaan hybrid cloud lebih mudah. 4. Biaya Lebih Terkontrol Model pricing Wasabi membantu perusahaan menghindari biaya cloud yang tidak stabil. Masa Depan AI Membutuhkan Storage yang Fleksibel AI bukan hanya soal model pintar, tetapi juga tentang bagaimana data disimpan, diakses, dan dilindungi. Storage modern menjadi fondasi utama agar AI dapat berkembang secara optimal. Dengan kombinasi Dell ObjectScale dan Wasabi, perusahaan mendapatkan: Skalabilitas tinggi Performa cepat Keamanan data Fleksibilitas hybrid cloud Biaya yang lebih mudah diprediksi Kesimpulan Perkembangan AI membuat kebutuhan storage modern semakin penting. Perusahaan membutuhkan sistem penyimpanan yang mampu menangani pertumbuhan data besar tanpa mengorbankan performa dan biaya. Melalui kerja sama Dell Technologies dan Wasabi, perusahaan kini memiliki solusi hybrid cloud storage yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI modern. Dengan fitur seperti: Dell ObjectScale Cross-region replication Arsitektur hybrid konsisten Pricing yang stabil Perusahaan dapat membangun infrastruktur AI yang lebih cepat, aman, dan siap menghadapi masa depan teknologi berbasis data. storage Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi storage. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
April 14, 2026April 14, 2026

HPE Alletra Storage MP X10000 Jadi Storage Objek Pertama yang Bersertifikasi NVIDIA

Hewlett Packard Enterprise (HPE) baru saja mengumumkan pencapaian penting di dunia teknologi AI. Produk mereka, HPE Alletra Storage MP X10000, menjadi solusi penyimpanan berbasis objek pertama yang mendapatkan sertifikasi dari NVIDIA melalui program NVIDIA-Certified Storage (NVCS). Sertifikasi ini bukan sekadar label biasa. Artinya, NVIDIA telah menguji dan memastikan bahwa sistem storage ini mampu bekerja optimal untuk kebutuhan AI modern, termasuk untuk skala besar hingga penggunaan ratusan GPU. Apa Itu Object Storage dan Kenapa Penting untuk AI? Dalam dunia AI, data adalah “bahan bakar utama”. Sistem AI biasanya harus memproses data dalam jumlah sangat besar—bahkan hingga petabyte—terutama data yang tidak terstruktur seperti: Gambar Video Teks Log data Di sinilah object storage berperan. Berbeda dengan storage tradisional, object storage dirancang untuk: Menyimpan data dalam jumlah sangat besar Mengelola data secara fleksibel Mendukung akses cepat untuk kebutuhan AI Dalam pipeline AI (alur kerja AI), object storage digunakan di berbagai tahap seperti: Training model (melatih AI) Inference (menggunakan AI untuk prediksi) Data preparation (persiapan data) Jika storage lambat, maka GPU juga akan “menunggu”, sehingga performa AI jadi tidak maksimal. Kenapa Sertifikasi NVIDIA Ini Penting? Program NVIDIA-Certified Storage (NVCS) bukan sekadar uji kompatibilitas biasa. Ini adalah proses validasi yang sangat ketat. Beberapa hal yang diuji dalam sertifikasi ini: Performa saat menangani beban kerja AI nyata Kemampuan scaling (dari kecil hingga sangat besar) Keandalan sistem untuk penggunaan enterprise Integrasi dengan ekosistem NVIDIA Sertifikasi level dasar (foundation level) memastikan bahwa: Sistem mampu mendukung kebutuhan AI skala kecil hingga menengah Bisa bekerja dengan perangkat NVIDIA lainnya seperti: GPU Networking Software AI Dengan kata lain, sistem ini sudah siap digunakan untuk implementasi AI di dunia nyata. Performa Tinggi untuk Mendukung GPU Salah satu poin penting dari sertifikasi ini adalah kemampuan storage untuk “memberi makan” GPU dengan data secara cepat dan stabil. Mengapa ini penting? GPU sangat cepat dalam memproses data, tetapi: Jika data lambat masuk → GPU jadi tidak optimal Jika terjadi bottleneck I/O → performa turun drastis Dengan HPE Alletra Storage MP X10000: Data dapat dikirim secara konsisten (throughput tinggi) Latensi lebih rendah GPU dapat bekerja secara maksimal tanpa hambatan Hasilnya: Training model jadi lebih cepat Inference lebih responsif Pemanfaatan GPU lebih efisien Bagaimana Proses Pengujian NVCS Dilakukan? Pengujian dalam program NVCS dilakukan dengan pendekatan realistis, bukan sekadar simulasi sederhana. Beberapa metode pengujian: Menggunakan CPU untuk benchmark sintetis Menggunakan GPU untuk simulasi beban kerja nyata Menguji skala dari: 1 node Hingga 10.000 GPU Semakin tinggi level sertifikasi, semakin berat pula ujiannya. Jadi, sistem yang lolos benar-benar siap untuk digunakan di lingkungan produksi. Jenis Beban Kerja yang Diuji NVCS menguji berbagai jenis workload AI, antara lain: 1. Training Membaca data besar secara berkelanjutan Menyimpan checkpoint model 2. Inference Membaca data dengan latensi rendah Mengakses model dengan cepat 3. Fine-tuning Melakukan update kecil secara terus-menerus Membaca dan menulis data secara berulang 4. KV Cache Akses data acak dengan kecepatan tinggi Penting untuk aplikasi real-time seperti chatbot Semua ini mencerminkan kebutuhan nyata dalam sistem AI modern. Apa Artinya untuk Perusahaan Anda? Dengan adanya sertifikasi ini, perusahaan bisa lebih percaya diri dalam membangun sistem AI. Artinya: Infrastruktur sudah teruji untuk skala besar Risiko performa rendah bisa diminimalkan Integrasi dengan teknologi NVIDIA lebih mudah Solusi ini mendukung berbagai GPU NVIDIA, seperti: NVIDIA L40S NVIDIA H100 NVL NVIDIA H200 NVL RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition Semua ini dapat digunakan hingga skala 128 GPU dalam satu sistem. Kesimpulan Sertifikasi NVIDIA untuk HPE Alletra Storage MP X10000 menandai langkah besar dalam pengembangan infrastruktur AI. Dengan kombinasi: Storage berperforma tinggi GPU canggih Jaringan cepat Perusahaan kini dapat membangun sistem AI yang: Lebih cepat Lebih efisien Lebih siap untuk skala besar Di era AI saat ini, bukan hanya model yang penting, tetapi juga infrastruktur di belakangnya. Dan dengan solusi seperti ini, fondasi AI menjadi jauh lebih kuat Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 14, 2026April 14, 2026

Mengindeks Data Vektor Skala Terabyte dalam Waktu Kurang dari Satu Jam dengan HPE dan NVIDIA

Di era AI modern, sistem kecerdasan buatan harus memproses data dalam jumlah yang sangat besar. Data ini bisa mencapai skala petabyte (PB) dan terus bertambah setiap hari hingga terabyte (TB). Biasanya, data tersebut disimpan dalam bentuk vektor di dalam database untuk keperluan pencarian cerdas, seperti chatbot berbasis AI. Namun, ada tantangan besar: proses indexing (mengatur data agar bisa dicari dengan cepat) dalam skala besar ini bisa memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu jika hanya menggunakan CPU. Hal ini memperlambat pengembangan AI dan meningkatkan biaya komputasi. Selain itu, proses yang lambat juga membuat data menjadi “tidak segar”, sehingga hasil AI seperti chatbot bisa kurang akurat. Solusi: Percepatan dengan GPU Dengan menggunakan teknologi dari Hewlett Packard Enterprise dan NVIDIA, masalah ini dapat diatasi. Solusi ini memanfaatkan: HPE Alletra Storage MP X10000 sebagai penyimpanan data berperforma tinggi Teknologi GPU acceleration dari NVIDIA (cuVS dan cuObject) Hasilnya sangat signifikan: Proses indexing menjadi 17 kali lebih cepat Proses keseluruhan menjadi 8 kali lebih cepat Data skala terabyte bisa diproses dalam kurang dari 1 jam Bagaimana Sistem Ini Bekerja? 1. Infrastruktur Penyimpanan Sistem menggunakan cluster penyimpanan dengan: 3 node storage Teknologi NVMe (penyimpanan super cepat) Protokol S3 (standar cloud) Dukungan RDMA (transfer data super cepat antar server) 2. Infrastruktur Komputasi Untuk pemrosesan data digunakan server: CPU dual-socket 1 GPU NVIDIA H100 Software database vektor: Milvus 3. Tahapan Proses Indexing Proses indexing terdiri dari tiga tahap utama: Upload Data dikirim ke sistem Ingestion Data diproses dan disiapkan Index Construction Sistem membuat indeks agar data bisa dicari dengan cepat Perbandingan CPU vs GPU Hasil pengujian menunjukkan perbedaan yang sangat besar: Dengan CPU saja: Total waktu: lebih dari 6 jam 90% waktu habis untuk proses indexing Dengan GPU: Total waktu: kurang dari 47 menit Proses indexing jauh lebih cepat Ini menunjukkan bahwa bottleneck utama ada di proses komputasi, dan GPU mampu mengatasinya secara efektif. Peran RDMA dalam Performa Selain GPU, teknologi RDMA (Remote Direct Memory Access) juga berperan penting. RDMA memungkinkan: Transfer data langsung antar memori (tanpa CPU) Latensi lebih rendah Performa lebih stabil Dibandingkan metode biasa (TCP): CPU tidak terbebani Transfer data lebih efisien Cocok untuk beban kerja besar dan paralel Walaupun peningkatan dari RDMA dalam studi ini hanya sekitar 4% untuk indexing, dampaknya akan jauh lebih besar untuk proses yang lebih berat di sisi I/O (input/output). Insight Penting dari Studi Ini Dari hasil penelitian ini, ada beberapa pelajaran penting: CPU memiliki keterbatasan dalam komputasi besar GPU mampu menghilangkan bottleneck komputasi RDMA membantu mengurangi hambatan transfer data Infrastruktur harus seimbang antara: GPU (komputasi) Storage (penyimpanan cepat) Network (transfer data cepat) Jika salah satu tidak optimal, performa keseluruhan akan terhambat. Ringkasan Hasil Utama Perbandingan CPU vs GPU: Waktu indexing: CPU: 20.440 detik GPU: 1.165 detik Total waktu: CPU: 22.678 detik (~6 jam) GPU: 2.800 detik (~47 menit) Percepatan: Indexing: 17,5x lebih cepat Total proses: 8x lebih cepat Kesimpulan Teknologi GPU benar-benar mengubah cara kerja database vektor dalam AI. Dengan kombinasi: GPU NVIDIA Storage cepat dari HPE Jaringan RDMA Proses yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit. Hal ini sangat penting untuk: Chatbot AI Sistem rekomendasi Analitik data real-time Dengan infrastruktur yang tepat, perusahaan dapat membangun sistem AI yang lebih cepat, akurat, dan efisien. Langkah Selanjutnya Ke depan, pengembangan akan difokuskan pada: Penggunaan multi-GPU Optimasi performa upload data Skalabilitas untuk dataset yang lebih besar Tujuannya adalah menciptakan sistem AI yang bisa berkembang secara linear sesuai kebutuhan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • …
  • 8
  • Next

Recent Posts

  • QNAP dan Seagate Hadirkan Solusi Pengawasan Pintar untuk Industri Manufaktur Modern
  • Mengapa Kombinasi QNAP NAS dan QNAP Switch Menjadi Pertahanan Siber Terbaik untuk UKM?
  • Panduan Memilih NAS Berbasis ZFS: Pertahanan Terbaik untuk Keamanan Data Perusahaan
  • Keamanan NAS Tanpa Password: Masa Depan Login yang Lebih Aman dan Praktis
  • Post-Quantum Cryptography dan Storage: Mengapa “Siap” Bukan Pertanyaan yang Tepat?

Categories

  • Blog
  • Uncategorized

Popular Tags

AI Azure backup botnet cara storage sehat Centralized Discovery Controller cloud Das data data storage DeepSeek Dell Technologies HDD infinidat jaringan IT koneksi jaringan NAS netapp netapp NAS netapp San NVMe NVMe/TCP NVMe IP SAN penyimpanan pure storage Qnap ransomware San serangan siber server server kantor SFSS softwatre synology storage storage AWS Storage Indonesia storage microsoft storage net app Surveillance Station synology Synology Cameras synology dsm 7.2 Synology NAS Veeam VM Ware
July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • October 2023
  • August 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • October 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • February 2022
  • November 2021
  • September 2021
  • June 2021
  • March 2021
  • December 2020

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

qStorage menyediakan berbagai macam produk storage original dengan harga sesuai kebutuhan dari berbagai Brand ternama seperti: Asus, Dell, NetApp, Synology, Qnap, Lenovo dan lain sebagainya. 

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • Jl. Kebon Jeruk Raya
  • Villa Kebon Jeruk Office F1
    Jakarta, 11530 – Indonesia

8:30 – 17:00 (Mon – Fri)
 (+62) 21 53660861
[email protected]

Support Center
  • Jl. Panjang no. 5,
  • AKR Tower – 9th Floor
    Jakarta Barat 11530