Hewlett Packard Enterprise (HPE) baru saja mengumumkan pencapaian penting di dunia teknologi AI. Produk mereka, HPE Alletra Storage MP X10000, menjadi solusi penyimpanan berbasis objek pertama yang mendapatkan sertifikasi dari NVIDIA melalui program NVIDIA-Certified Storage (NVCS). Sertifikasi ini bukan sekadar label biasa. Artinya, NVIDIA telah menguji dan memastikan bahwa sistem storage ini mampu bekerja optimal untuk kebutuhan AI modern, termasuk untuk skala besar hingga penggunaan ratusan GPU. Apa Itu Object Storage dan Kenapa Penting untuk AI? Dalam dunia AI, data adalah “bahan bakar utama”. Sistem AI biasanya harus memproses data dalam jumlah sangat besar—bahkan hingga petabyte—terutama data yang tidak terstruktur seperti: Gambar Video Teks Log data Di sinilah object storage berperan. Berbeda dengan storage tradisional, object storage dirancang untuk: Menyimpan data dalam jumlah sangat besar Mengelola data secara fleksibel Mendukung akses cepat untuk kebutuhan AI Dalam pipeline AI (alur kerja AI), object storage digunakan di berbagai tahap seperti: Training model (melatih AI) Inference (menggunakan AI untuk prediksi) Data preparation (persiapan data) Jika storage lambat, maka GPU juga akan “menunggu”, sehingga performa AI jadi tidak maksimal. Kenapa Sertifikasi NVIDIA Ini Penting? Program NVIDIA-Certified Storage (NVCS) bukan sekadar uji kompatibilitas biasa. Ini adalah proses validasi yang sangat ketat. Beberapa hal yang diuji dalam sertifikasi ini: Performa saat menangani beban kerja AI nyata Kemampuan scaling (dari kecil hingga sangat besar) Keandalan sistem untuk penggunaan enterprise Integrasi dengan ekosistem NVIDIA Sertifikasi level dasar (foundation level) memastikan bahwa: Sistem mampu mendukung kebutuhan AI skala kecil hingga menengah Bisa bekerja dengan perangkat NVIDIA lainnya seperti: GPU Networking Software AI Dengan kata lain, sistem ini sudah siap digunakan untuk implementasi AI di dunia nyata. Performa Tinggi untuk Mendukung GPU Salah satu poin penting dari sertifikasi ini adalah kemampuan storage untuk “memberi makan” GPU dengan data secara cepat dan stabil. Mengapa ini penting? GPU sangat cepat dalam memproses data, tetapi: Jika data lambat masuk → GPU jadi tidak optimal Jika terjadi bottleneck I/O → performa turun drastis Dengan HPE Alletra Storage MP X10000: Data dapat dikirim secara konsisten (throughput tinggi) Latensi lebih rendah GPU dapat bekerja secara maksimal tanpa hambatan Hasilnya: Training model jadi lebih cepat Inference lebih responsif Pemanfaatan GPU lebih efisien Bagaimana Proses Pengujian NVCS Dilakukan? Pengujian dalam program NVCS dilakukan dengan pendekatan realistis, bukan sekadar simulasi sederhana. Beberapa metode pengujian: Menggunakan CPU untuk benchmark sintetis Menggunakan GPU untuk simulasi beban kerja nyata Menguji skala dari: 1 node Hingga 10.000 GPU Semakin tinggi level sertifikasi, semakin berat pula ujiannya. Jadi, sistem yang lolos benar-benar siap untuk digunakan di lingkungan produksi. Jenis Beban Kerja yang Diuji NVCS menguji berbagai jenis workload AI, antara lain: 1. Training Membaca data besar secara berkelanjutan Menyimpan checkpoint model 2. Inference Membaca data dengan latensi rendah Mengakses model dengan cepat 3. Fine-tuning Melakukan update kecil secara terus-menerus Membaca dan menulis data secara berulang 4. KV Cache Akses data acak dengan kecepatan tinggi Penting untuk aplikasi real-time seperti chatbot Semua ini mencerminkan kebutuhan nyata dalam sistem AI modern. Apa Artinya untuk Perusahaan Anda? Dengan adanya sertifikasi ini, perusahaan bisa lebih percaya diri dalam membangun sistem AI. Artinya: Infrastruktur sudah teruji untuk skala besar Risiko performa rendah bisa diminimalkan Integrasi dengan teknologi NVIDIA lebih mudah Solusi ini mendukung berbagai GPU NVIDIA, seperti: NVIDIA L40S NVIDIA H100 NVL NVIDIA H200 NVL RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition Semua ini dapat digunakan hingga skala 128 GPU dalam satu sistem. Kesimpulan Sertifikasi NVIDIA untuk HPE Alletra Storage MP X10000 menandai langkah besar dalam pengembangan infrastruktur AI. Dengan kombinasi: Storage berperforma tinggi GPU canggih Jaringan cepat Perusahaan kini dapat membangun sistem AI yang: Lebih cepat Lebih efisien Lebih siap untuk skala besar Di era AI saat ini, bukan hanya model yang penting, tetapi juga infrastruktur di belakangnya. Dan dengan solusi seperti ini, fondasi AI menjadi jauh lebih kuat Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Category: Blog
Mengindeks Data Vektor Skala Terabyte dalam Waktu Kurang dari Satu Jam dengan HPE dan NVIDIA
Di era AI modern, sistem kecerdasan buatan harus memproses data dalam jumlah yang sangat besar. Data ini bisa mencapai skala petabyte (PB) dan terus bertambah setiap hari hingga terabyte (TB). Biasanya, data tersebut disimpan dalam bentuk vektor di dalam database untuk keperluan pencarian cerdas, seperti chatbot berbasis AI. Namun, ada tantangan besar: proses indexing (mengatur data agar bisa dicari dengan cepat) dalam skala besar ini bisa memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu jika hanya menggunakan CPU. Hal ini memperlambat pengembangan AI dan meningkatkan biaya komputasi. Selain itu, proses yang lambat juga membuat data menjadi “tidak segar”, sehingga hasil AI seperti chatbot bisa kurang akurat. Solusi: Percepatan dengan GPU Dengan menggunakan teknologi dari Hewlett Packard Enterprise dan NVIDIA, masalah ini dapat diatasi. Solusi ini memanfaatkan: HPE Alletra Storage MP X10000 sebagai penyimpanan data berperforma tinggi Teknologi GPU acceleration dari NVIDIA (cuVS dan cuObject) Hasilnya sangat signifikan: Proses indexing menjadi 17 kali lebih cepat Proses keseluruhan menjadi 8 kali lebih cepat Data skala terabyte bisa diproses dalam kurang dari 1 jam Bagaimana Sistem Ini Bekerja? 1. Infrastruktur Penyimpanan Sistem menggunakan cluster penyimpanan dengan: 3 node storage Teknologi NVMe (penyimpanan super cepat) Protokol S3 (standar cloud) Dukungan RDMA (transfer data super cepat antar server) 2. Infrastruktur Komputasi Untuk pemrosesan data digunakan server: CPU dual-socket 1 GPU NVIDIA H100 Software database vektor: Milvus 3. Tahapan Proses Indexing Proses indexing terdiri dari tiga tahap utama: Upload Data dikirim ke sistem Ingestion Data diproses dan disiapkan Index Construction Sistem membuat indeks agar data bisa dicari dengan cepat Perbandingan CPU vs GPU Hasil pengujian menunjukkan perbedaan yang sangat besar: Dengan CPU saja: Total waktu: lebih dari 6 jam 90% waktu habis untuk proses indexing Dengan GPU: Total waktu: kurang dari 47 menit Proses indexing jauh lebih cepat Ini menunjukkan bahwa bottleneck utama ada di proses komputasi, dan GPU mampu mengatasinya secara efektif. Peran RDMA dalam Performa Selain GPU, teknologi RDMA (Remote Direct Memory Access) juga berperan penting. RDMA memungkinkan: Transfer data langsung antar memori (tanpa CPU) Latensi lebih rendah Performa lebih stabil Dibandingkan metode biasa (TCP): CPU tidak terbebani Transfer data lebih efisien Cocok untuk beban kerja besar dan paralel Walaupun peningkatan dari RDMA dalam studi ini hanya sekitar 4% untuk indexing, dampaknya akan jauh lebih besar untuk proses yang lebih berat di sisi I/O (input/output). Insight Penting dari Studi Ini Dari hasil penelitian ini, ada beberapa pelajaran penting: CPU memiliki keterbatasan dalam komputasi besar GPU mampu menghilangkan bottleneck komputasi RDMA membantu mengurangi hambatan transfer data Infrastruktur harus seimbang antara: GPU (komputasi) Storage (penyimpanan cepat) Network (transfer data cepat) Jika salah satu tidak optimal, performa keseluruhan akan terhambat. Ringkasan Hasil Utama Perbandingan CPU vs GPU: Waktu indexing: CPU: 20.440 detik GPU: 1.165 detik Total waktu: CPU: 22.678 detik (~6 jam) GPU: 2.800 detik (~47 menit) Percepatan: Indexing: 17,5x lebih cepat Total proses: 8x lebih cepat Kesimpulan Teknologi GPU benar-benar mengubah cara kerja database vektor dalam AI. Dengan kombinasi: GPU NVIDIA Storage cepat dari HPE Jaringan RDMA Proses yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit. Hal ini sangat penting untuk: Chatbot AI Sistem rekomendasi Analitik data real-time Dengan infrastruktur yang tepat, perusahaan dapat membangun sistem AI yang lebih cepat, akurat, dan efisien. Langkah Selanjutnya Ke depan, pengembangan akan difokuskan pada: Penggunaan multi-GPU Optimasi performa upload data Skalabilitas untuk dataset yang lebih besar Tujuannya adalah menciptakan sistem AI yang bisa berkembang secara linear sesuai kebutuhan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Visi Keamanan dan Ketahanan Terintegrasi dari HPE di RSA Conference 2026
Di era digital saat ini, keamanan siber bukan lagi sekadar “opsional” atau tambahan. Bagi perusahaan, keamanan sudah menjadi kebutuhan utama. Ancaman yang dihadapi juga semakin kompleks, mulai dari serangan ransomware yang canggih hingga tantangan mengamankan sistem hybrid dan lingkungan berbasis AI. Perusahaan kini dituntut untuk: Menjaga data tetap aman Memastikan sistem tetap berjalan (business continuity) Mematuhi regulasi yang semakin ketat Mengelola risiko dari semakin luasnya permukaan serangan Dalam acara RSA Conference 2026, Hewlett Packard Enterprise (HPE) memperkenalkan pendekatan baru yang lebih menyeluruh untuk menghadapi tantangan ini. Pendekatan Terintegrasi: Keamanan + Ketahanan HPE tidak hanya menawarkan produk keamanan, tetapi juga pendekatan yang menggabungkan: Perlindungan data Keamanan jaringan Pemulihan sistem Semua ini dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi serangan siber dengan lebih siap dan cepat pulih. Fokus utama HPE adalah membangun cyber resilience (ketahanan siber), yaitu kemampuan perusahaan untuk: Mencegah serangan Mendeteksi ancaman Pulih dengan cepat setelah insiden Portofolio Lengkap untuk Keamanan Modern HPE menghadirkan berbagai solusi yang saling terintegrasi, di antaranya: 1. Data Protection dan Networking Terpadu HPE menggabungkan solusi: Perlindungan data Jaringan (networking) Menjadi satu arsitektur yang terintegrasi. Contohnya: HPE Data Protection untuk melindungi data HPE Aruba Networking untuk keamanan jaringan Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa: Mengelola keamanan lebih sederhana Mengamankan lingkungan hybrid (cloud + on-premise) Mendukung penggunaan AI dengan aman Demo Teknologi di Booth HPE Dalam acara tersebut, HPE juga menampilkan berbagai demo langsung, seperti: 🔐 Perlindungan dari Ransomware Menggunakan: HPE Aruba Networking Central HPE Zerto Software Solusi ini membantu: Mendeteksi serangan lebih cepat Melindungi sistem dari gangguan 💾 Storage Aman dari Serangan Menggunakan: HPE Alletra Storage MP B10000 Dikombinasikan dengan tools keamanan seperti: Elastic (untuk monitoring dan analisis keamanan) Hasilnya: Sistem storage lebih aman Ancaman bisa dideteksi lebih awal Integrasi HPE Zerto dan Microsoft Defender Salah satu inovasi penting adalah integrasi antara: HPE Zerto Microsoft Defender Fitur utamanya: Deteksi ancaman otomatis Penandaan data yang mencurigakan (checkpoint anomaly) Pemulihan sistem lebih cepat Dengan fitur ini, perusahaan bisa: Mengidentifikasi serangan lebih dini Mengembalikan sistem ke kondisi aman dengan cepat Ini juga sangat membantu penyedia layanan IT (managed service provider) dalam menawarkan layanan cyber recovery. Integrasi Storage untuk Perlindungan Maksimal HPE juga menggabungkan: HPE StoreOnce HPE Alletra Storage Tujuannya adalah melindungi data dari serangan sekaligus mempermudah proses pemulihan. Keunggulan utama: Restore data lebih cepat Pengelolaan lebih sederhana Kebijakan keamanan terpusat Contoh produk: HPE StoreOnce 7700 Fitur menariknya: Bisa membuka data backup dalam mode read-only Digunakan untuk analisis forensik (mencari penyebab serangan) Mengubah data backup menjadi insight yang berguna Cyber Resilience: Bukan Sekadar Produk Salah satu pesan utama dari HPE adalah: Keamanan siber bukan hanya soal membeli produk, tapi soal cara berpikir dan strategi. Cyber resilience mencakup: Jaringan Data Rencana pemulihan Semua harus terintegrasi dan siap digunakan saat terjadi serangan. Mengapa Pendekatan Ini Penting? Banyak perusahaan saat ini menghadapi masalah: Sistem keamanan terpisah-pisah Proses pemulihan yang lambat Kompleksitas yang tinggi Pendekatan HPE mencoba mengatasi ini dengan: Sistem yang terintegrasi Proses yang lebih sederhana Keamanan yang lebih kuat Kesimpulan Di tengah meningkatnya ancaman siber, perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan solusi keamanan yang terpisah-pisah. Melalui pendekatan terintegrasi yang ditampilkan di RSA Conference 2026, Hewlett Packard Enterprise menunjukkan bahwa: Keamanan harus menyatu dengan infrastruktur Data harus selalu terlindungi Sistem harus siap pulih kapan saja Penutup Jika perusahaan ingin: Mengurangi risiko serangan Menjaga kelangsungan bisnis Menghadapi era AI dengan aman Maka pendekatan seperti yang ditawarkan HPE bisa menjadi solusi yang tepat. Karena di dunia digital saat ini: Bukan soal apakah serangan akan terjadi, tapi seberapa siap kita menghadapinya dan pulih dengan cepat. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Bagaimana AI Mengubah Serangan Siber dan Mengapa Ketahanan Siber Itu Penting
Tahukah Anda bahwa serangan phishing meningkat hingga 1200%? Perkembangan teknologi AI (kecerdasan buatan) ternyata memiliki dua sisi. Di satu sisi, AI membantu bisnis menjadi lebih efisien. Namun di sisi lain, AI juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyerang perusahaan. Saat ini, serangan siber berbasis AI semakin berkembang. Contohnya seperti phishing berbasis AI, penyalahgunaan akun (credential abuse), hingga ransomware yang semakin cerdas. Oleh karena itu, perusahaan perlu lebih siap dengan cara mengamankan data, menggunakan solusi backup modern, dan menerapkan strategi backup 3-2-1-1-0. Dampak Serangan Siber Berbasis AI pada Bisnis Serangan siber berbasis AI kini sudah menjadi hal yang umum. AI memiliki kemampuan belajar sendiri (self-learning) dan beradaptasi dengan cepat, sehingga bisa mempercepat proses serangan, misalnya dengan membuat email phishing atau menyisipkan kode berbahaya. 1. Phishing Berbasis AI Phishing adalah metode penipuan dengan cara mengirim email palsu agar korban memberikan informasi penting seperti password. Dulu, email phishing mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan atau terlihat mencurigakan. Namun sekarang, dengan bantuan AI, email phishing menjadi jauh lebih meyakinkan. AI bisa membuat email yang: Terlihat profesional tanpa kesalahan Disesuaikan dengan target (personalized) Menggunakan data dari LinkedIn, media sosial, atau website perusahaan Bahkan, AI bisa menyesuaikan pesan untuk setiap orang, termasuk link berbahaya yang berbeda-beda. AI juga bisa menggunakan gaya bahasa yang santai agar terlihat lebih alami. Akibatnya, email phishing berbasis AI lebih sulit dideteksi oleh sistem keamanan maupun manusia. 2. Penyalahgunaan Akun (Credential Abuse) Serangan ini terjadi ketika hacker mencoba masuk ke sistem menggunakan akun yang valid. Dulu, hacker harus menebak atau mencuri password secara manual. Sekarang, AI bisa: Memprediksi pola password Menebak variasi password berdasarkan kebiasaan pengguna Menyesuaikan percobaan login secara otomatis AI juga bisa meniru perilaku pengguna, seperti: Login pada jam tertentu Menggunakan lokasi yang terlihat normal Hal ini membuat sistem keamanan sulit mendeteksi aktivitas mencurigakan. Jika berhasil masuk, AI bisa mengakses data penting atau bahkan menyebarkan ransomware. 3. Ransomware yang Lebih Cerdas Ransomware adalah malware yang mengunci data dan meminta tebusan. Versi terbaru ransomware yang didukung AI menjadi lebih berbahaya karena: Bisa “bersembunyi” terlebih dahulu (tidak langsung menyerang) Mengamati sistem sebelum menyerang Menentukan waktu terbaik untuk menyerang (misalnya saat libur atau saat sistem sibuk) Selain itu, ransomware juga bisa: Menonaktifkan sistem keamanan Menghindari deteksi dengan mematikan diri saat dianalisis Memilih data yang paling penting untuk diserang Hal ini membuat serangan menjadi lebih terencana dan berdampak besar pada bisnis. Mengapa Ketahanan Siber Itu Penting Dengan ancaman yang semakin canggih, risiko kehilangan data dan gangguan operasional menjadi semakin tinggi. Karena itu, perusahaan harus memiliki sistem perlindungan data yang kuat agar: Data tetap aman Bisa dipulihkan dengan cepat Bisnis tetap berjalan meskipun terjadi serangan Salah satu cara terbaik adalah dengan menerapkan strategi backup 3-2-1-1-0, yaitu memastikan data memiliki banyak salinan, tersimpan di tempat yang aman, dan bisa dipulihkan tanpa error. Solusi untuk Menghadapi Ancaman AI: Synology ActiveProtect Untuk menghadapi serangan berbasis AI, perusahaan membutuhkan solusi yang tidak hanya melakukan backup, tetapi juga melindungi data secara menyeluruh. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Synology ActiveProtect. ActiveProtect adalah perangkat backup yang sudah terintegrasi dengan hardware dan software (ActiveProtect Manager). Dengan solusi ini, perusahaan bisa: Melakukan backup otomatis Memulihkan data dengan cepat Mengamankan data dengan fitur keamanan canggih Fitur keamanan yang tersedia antara lain: Immutability (data tidak bisa diubah) Backup offline (tidak terhubung ke jaringan) Kontrol akses pengguna Pentingnya Pengaturan Akses (Access Control) Selain backup, pengaturan akses juga sangat penting. Perusahaan sebaiknya menerapkan prinsip least privilege, yaitu: Karyawan hanya diberi akses sesuai kebutuhan Tidak semua orang bisa mengakses data penting Hanya beberapa orang yang bisa melakukan backup atau recovery Dengan cara ini, risiko penyalahgunaan akses bisa dikurangi. Pentingnya Uji Coba dan Rencana Pemulihan Backup yang baik harus diuji secara rutin. Tujuannya untuk memastikan bahwa data benar-benar bisa dipulihkan saat dibutuhkan. Perusahaan juga perlu memiliki rencana pemulihan bencana (disaster recovery). ActiveProtect menyediakan fitur hypervisor bawaan yang bisa digunakan untuk melakukan simulasi pemulihan data. Kesimpulan Perkembangan AI membuat serangan siber menjadi lebih canggih, cepat, dan sulit dideteksi. Oleh karena itu, perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan sistem keamanan lama. Dibutuhkan solusi perlindungan data yang kuat, berlapis, dan modern. Dengan sistem seperti Synology ActiveProtect, perusahaan bisa: Mengurangi risiko kehilangan data Mempercepat proses pemulihan Menjaga operasional bisnis tetap berjalan Di era AI saat ini, ketahanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi setiap bisnis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Mengapa Penting Melakukan Backup Virtual Machine di Era Ransomware Berbasis AI
Dengan semakin berkembangnya serangan ransomware yang menggunakan teknologi AI, menjaga keamanan data menjadi jauh lebih penting dibandingkan sebelumnya. Ancaman siber kini semakin sering terjadi dan semakin berbahaya, serta dapat berdampak besar pada bisnis di seluruh dunia. Menurut data, sekitar 71% perusahaan mengalami peningkatan frekuensi serangan siber dalam satu tahun terakhir, dan 61% melaporkan bahwa tingkat keparahan serangan juga meningkat. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang meremehkan risiko ini, sehingga tidak berinvestasi cukup dalam sistem keamanan data. Di sisi lain, perusahaan—terutama yang sedang berkembang—menghasilkan data dalam jumlah besar setiap hari. Banyak dari data tersebut disimpan dalam lingkungan virtual, seperti virtual machine (VM) yang berjalan di platform seperti Microsoft Hyper-V atau VMware vSphere. Bahkan, lebih dari 65% perusahaan menggunakan minimal tiga sistem virtualisasi (hypervisor). Karena banyak aktivitas bisnis dijalankan melalui virtual machine, maka VM ini harus dilindungi dengan baik. Jika tidak, risiko kehilangan data secara tiba-tiba atau terkena malware bisa mengganggu operasional bisnis secara serius. Strategi Backup yang Direkomendasikan Untuk melindungi data dari ransomware, perusahaan disarankan mengikuti strategi backup 3-2-1-1-0, yaitu: Menyimpan 3 salinan data Menggunakan 2 jenis media penyimpanan berbeda Menyimpan 1 salinan di lokasi lain (off-site) Menyimpan 1 salinan dalam kondisi offline (tidak terhubung ke jaringan) Memastikan 0 error dalam backup melalui proses verifikasi Dengan strategi ini, data akan lebih aman dan mudah dipulihkan jika terjadi masalah. Risiko Backup Virtual Machine Secara Manual Melakukan backup VM secara manual, apalagi dalam jumlah besar, bisa menjadi pekerjaan yang rumit dan memakan waktu. Selain itu, cara ini juga berisiko menimbulkan masalah seperti: Ada VM yang terlupakan dan tidak di-backup Kebijakan backup yang berbeda-beda antar tim IT Data tersebar di berbagai tempat (data silo) Penggunaan banyak tools backup yang berbeda Akibatnya, sistem backup menjadi tidak konsisten dan sulit dikelola. Bahkan, ada kemungkinan beberapa data tidak memiliki backup sama sekali. Untuk memastikan VM tetap aman, perusahaan perlu menyimpan backup di lokasi yang aman dan memastikan data tersebut bisa dipulihkan kapan saja jika dibutuhkan. Pentingnya Otomatisasi dan Monitoring Agar perlindungan VM lebih efektif, perusahaan sebaiknya menggunakan sistem backup otomatis. Dengan cara ini, semua data bisa terdeteksi dan dibackup secara rutin tanpa harus dilakukan manual. Selain itu, semua data VM sebaiknya dikelola dalam satu platform terpusat. Hal ini memudahkan tim IT untuk memantau dan mengelola VM, meskipun berada di lokasi yang berbeda. Verifikasi Backup Sangat Penting Tidak cukup hanya melakukan backup—perusahaan juga harus memastikan bahwa backup tersebut benar-benar bisa digunakan. Proses ini disebut verifikasi backup, yaitu pengecekan apakah data yang dibackup bisa dipulihkan dengan baik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mencoba menjalankan VM dari hasil backup menggunakan hypervisor. Dengan verifikasi ini, perusahaan bisa memastikan bahwa data benar-benar aman dan siap digunakan jika terjadi masalah. Kecepatan Backup dan Recovery Dalam sistem backup, kecepatan juga sangat penting. Proses backup tidak boleh terlalu lama, dan proses pemulihan (recovery) harus bisa dilakukan secepat mungkin. Dalam kondisi darurat, perusahaan idealnya bisa memulihkan data dalam hitungan menit. Hal ini penting untuk menjaga kelangsungan bisnis dan memenuhi target seperti: RPO (Recovery Point Objective): seberapa banyak data yang boleh hilang RTO (Recovery Time Objective): berapa lama waktu pemulihan yang diperbolehkan Selain itu, sistem recovery harus fleksibel, misalnya: Mengembalikan seluruh data (full restore) Mengembalikan sebagian data saja (file/folder tertentu) Mendukung pemulihan antar platform virtualisasi Manfaat Data Deduplication Data deduplication adalah proses menghapus data yang duplikat agar tidak disimpan berulang kali. Dengan fitur ini: Ukuran backup menjadi lebih kecil Penggunaan storage lebih efisien Proses backup dan recovery menjadi lebih cepat Kebutuhan Penyimpanan Data Jangka Panjang Beberapa data perusahaan harus disimpan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi regulasi, seperti: HIPAA (kesehatan) GDPR (perlindungan data) ISO 27001 (standar keamanan informasi) Untuk itu, perusahaan perlu membuat kebijakan penyimpanan (retention policy) agar data disimpan sesuai kebutuhan. Solusi: Synology ActiveProtect Untuk mempermudah perlindungan VM, salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Synology ActiveProtect. ActiveProtect adalah perangkat khusus yang menyediakan berbagai fitur seperti: Backup dan recovery Monitoring sistem Keamanan tingkat lanjut Solusi ini mendukung platform seperti VMware vSphere dan Microsoft Hyper-V, sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan bisnis. Dengan ActiveProtect, perusahaan bisa: Mengikuti strategi 3-2-1-1-0 Menyimpan backup di lokasi lokal maupun cloud Melakukan verifikasi otomatis Memperbaiki data yang rusak (self-healing) Fitur Tambahan yang Membantu ActiveProtect juga memiliki fitur: Deduplication global untuk mengurangi data duplikat Backup berbasis blok (hanya menyimpan perubahan data) Pemulihan data secara cepat, baik sebagian maupun keseluruhan Dukungan penyimpanan ke cloud seperti AWS S3, Wasabi, atau Synology C2 Selain itu, perusahaan bisa memindahkan data lama ke penyimpanan yang lebih murah (tiering), sehingga menghemat biaya tanpa mengurangi keamanan. Kesimpulan Di era serangan siber yang semakin canggih, terutama ransomware berbasis AI, backup virtual machine menjadi sangat penting. Dengan sistem backup yang tepat, perusahaan bisa melindungi data, mempercepat pemulihan, dan memastikan bisnis tetap berjalan. Solusi seperti Synology ActiveProtect membantu perusahaan mengelola backup dengan lebih mudah, aman, dan efisien—sehingga siap menghadapi tantangan keamanan di masa depan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Gambaran Umum ActiveProtect Manager 1.2
Dengan semakin meningkatnya serangan siber yang didukung oleh teknologi AI, Synology memahami pentingnya menyediakan solusi perlindungan data yang kuat dan tahan terhadap ancaman. Oleh karena itu, Synology terus mengembangkan produk andalannya, yaitu ActiveProtect, yang merupakan perangkat khusus untuk backup data. Bagi perusahaan, menjaga kelangsungan bisnis (business continuity) sangatlah penting. Artinya, meskipun terjadi masalah seperti serangan ransomware atau kehilangan data, operasional bisnis tetap bisa berjalan. Selain itu, perusahaan juga perlu siap menghadapi insiden (incident response) dan memenuhi kebutuhan penyimpanan data dalam jangka panjang. Dengan menggunakan Synology ActiveProtect, perusahaan bisa mengelola perlindungan data menggunakan satu perangkat khusus yang dirancang untuk backup. Semua kebutuhan—mulai dari pencadangan, pemulihan, hingga keamanan—bisa dilakukan dalam satu sistem terintegrasi. Di dalam ActiveProtect terdapat sistem operasi bawaan yang disebut ActiveProtect Manager (APM). Dengan APM, perusahaan bisa menggabungkan pengelolaan, keamanan, dan skalabilitas dalam satu platform. Fitur yang tersedia juga cukup lengkap, seperti backup data, pemulihan (recovery), serta perlindungan dari ransomware. Beberapa fitur keamanan penting yang disediakan antara lain: Air-gapping, yaitu memisahkan data backup dari jaringan utama agar tidak mudah diserang. Backup immutability, yaitu data backup tidak bisa diubah atau dihapus oleh pihak yang tidak berwenang. Role-based access control, yaitu pengaturan akses berdasarkan peran pengguna. Dengan fitur-fitur ini, data perusahaan menjadi lebih aman dan terlindungi. Peningkatan di ActiveProtect Manager 1.2 Pada versi terbaru, yaitu ActiveProtect Manager 1.2, Synology melakukan berbagai peningkatan agar perusahaan bisa mengelola backup dengan lebih mudah dan efisien. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk melihat semua salinan backup (backup copies) dengan lebih jelas. Hal ini membantu perusahaan memenuhi standar strategi backup 3-2-1-1-0, yaitu memastikan data memiliki beberapa salinan dan tersimpan dengan aman di berbagai lokasi. Selain itu, APM 1.2 juga memungkinkan perusahaan untuk melindungi software terbaru yang mereka gunakan, serta mengelola seluruh sistem backup dari satu perangkat saja sesuai kebutuhan. Fitur-Fitur Utama ActiveProtect Manager 1.2 1. Server Manajemen yang Fleksibel untuk Berbagai Skala ActiveProtect kini tersedia dalam berbagai ukuran, sehingga bisa digunakan oleh bisnis kecil hingga besar. Pada versi APM 1.2, perangkat ActiveProtect seri DP (tower) kini bisa berfungsi sebagai server manajemen. Artinya, satu perangkat bisa digunakan untuk mengelola banyak server backup sekaligus. Selain itu, perangkat seperti DP7400 dan DP7200 telah ditingkatkan kemampuannya. Kini, keduanya bisa melindungi hingga 300.000 workload (beban kerja), seperti server, aplikasi, atau sistem lainnya. Semua backup bisa dipantau dan dikelola melalui satu dashboard (tampilan utama), sehingga memudahkan tim IT dalam mengontrol seluruh sistem. 2. Perlindungan Data Tanpa Celah Salah satu masalah umum dalam backup adalah adanya data yang tidak tercadangkan dengan baik atau terlewat. Dengan APM 1.2, Synology meningkatkan sistem perlindungan data agar semua backup dan salinannya tetap aman. Perusahaan bisa memastikan bahwa semua data terlindungi sesuai dengan target layanan (SLA). Pengguna juga bisa langsung melihat status backup dan salinannya melalui dashboard. Dengan begitu, jika ada masalah, bisa segera diketahui dan diperbaiki. 3. Perlindungan untuk Software Terbaru APM 1.2 juga mendukung berbagai sistem terbaru, seperti: Mac (macOS) Linux Microsoft Hyper-V (virtualisasi) Dengan dukungan ini, perusahaan bisa memastikan bahwa semua sistem yang mereka gunakan tetap terlindungi tanpa ketinggalan versi terbaru. Mengapa Ini Penting? Banyak perusahaan masih belum menyadari apakah sistem perlindungan data mereka sudah cukup aman atau belum. Padahal, ancaman seperti ransomware bisa terjadi kapan saja dan bisa berdampak besar pada bisnis. Dengan menggunakan solusi seperti ActiveProtect Manager 1.2, perusahaan bisa: Melindungi data secara menyeluruh Mengelola backup dengan lebih mudah Memastikan data bisa dipulihkan dengan cepat jika terjadi masalah Synology juga menyediakan panduan tambahan seperti Data Protection Security Checklist dan Cyber Recovery Guide untuk membantu perusahaan mengevaluasi dan meningkatkan keamanan data mereka. Kesimpulan ActiveProtect Manager 1.2 adalah solusi modern untuk perlindungan data yang dirancang agar mudah digunakan, aman, dan fleksibel. Dengan berbagai fitur seperti manajemen terpusat, perlindungan dari ransomware, dan dukungan untuk banyak sistem, perusahaan dapat menjaga data mereka dengan lebih baik. Di era digital saat ini, memiliki sistem backup yang kuat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan solusi seperti ActiveProtect, bisnis bisa lebih siap menghadapi ancaman siber dan memastikan operasional tetap berjalan dengan lancar. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Perluas Perlindungan Data Anda, Tidak Hanya di Data Center
Seiring meningkatnya ancaman keamanan siber, strategi backup (pencadangan data) tidak lagi hanya berfungsi sebagai “asuransi” untuk bencana alam atau kesalahan manusia. Saat ini, backup sudah menjadi bagian penting dari sistem pertahanan perusahaan. Backup yang baik bisa menentukan apakah sebuah bisnis tetap bisa berjalan normal saat terkena serangan ransomware atau kehilangan data secara tiba-tiba. Menurut Astra Security, rata-rata setiap 40 detik ada satu bisnis di dunia yang menjadi korban serangan ransomware. Menariknya, target serangan sekarang tidak hanya perusahaan besar. Usaha kecil hingga menengah, cabang perusahaan, toko retail, hingga lokasi proyek sementara juga sering menjadi target karena biasanya memiliki sistem keamanan yang lebih lemah. Contoh nyata kelemahan perlindungan data Faktanya, banyak bisnis masih menggunakan sistem backup yang tidak terintegrasi dengan baik. Bahkan, terkadang backup diabaikan, meskipun data tersebut sangat penting untuk operasional. Contohnya, ada perusahaan yang hanya memiliki satu kantor dan menggunakan sistem backup yang tidak sesuai standar, padahal mereka menjalankan aplikasi penting setiap hari. Jika terjadi kerusakan perangkat atau serangan siber, mereka tidak punya sistem pemulihan yang memadai. Selain itu, data dari proyek atau lokasi sementara juga sering dianggap kurang penting. Akibatnya, perusahaan ragu untuk berinvestasi dalam sistem backup yang baik. Mereka akhirnya memilih solusi yang “cukup” saja, bukan yang terbaik, sehingga berisiko kehilangan data penting. Pada bisnis retail atau perusahaan dengan banyak cabang, setiap lokasi mungkin hanya menyimpan sedikit data. Namun jika jumlah cabang semakin banyak, risiko akan meningkat. Pengelolaan backup secara manual bisa menyebabkan konfigurasi yang tidak konsisten dan kontrol data yang terpecah-pecah. Biasanya, masalah baru terlihat ketika sudah terlambat. Walaupun tidak semua perusahaan membutuhkan sistem backup besar seperti data center, semua bisnis tetap menghadapi risiko yang sama: serangan ransomware, kerusakan data, dan gangguan operasional. Solusi: sistem backup terpadu Untuk menghadapi berbagai kondisi tersebut, perusahaan membutuhkan solusi backup yang lengkap dan mudah digunakan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah Synology ActiveProtect, yaitu perangkat khusus untuk backup data. ActiveProtect dirancang untuk melindungi data baik yang ada di kantor (on-premise) maupun di cloud. Fitur utamanya meliputi pengurangan duplikasi data (deduplication), pembuatan dan penyimpanan backup, serta pemulihan data secara cepat. Solusi ini juga mendukung strategi backup yang dikenal sebagai 3-2-1-1-0, yaitu: 3 salinan data 2 media penyimpanan berbeda 1 salinan di lokasi berbeda 1 salinan tidak bisa diubah (immutable) 0 error saat proses backup Dengan strategi ini, perusahaan bisa memiliki sistem perlindungan data yang lebih aman dan terstruktur. ActiveProtect tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari perangkat kecil (desktop) hingga server besar (rackmount), sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Risiko pada kantor kecil dan cabang Kantor kecil atau cabang sering merasa tidak membutuhkan sistem backup yang besar. Padahal, mereka tetap memiliki risiko yang sama seperti kantor pusat. Untuk kondisi ini, perangkat ActiveProtect seri tower cocok digunakan untuk backup lokal dan pemulihan data dengan cepat. Data juga bisa disalin ke lokasi lain, seperti kantor pusat, sehingga jika terjadi masalah, data tetap aman. Risiko pada lokasi proyek sementara Lokasi proyek sementara juga menghasilkan data penting. Kehilangan data di lokasi ini bisa berdampak besar pada proyek, seperti keterlambatan atau masalah laporan. Solusinya, perangkat ActiveProtect bisa dipasang langsung di lokasi proyek untuk melakukan backup secara real-time. Data kemudian bisa disalin ke cloud secara berkala. Selain itu, pengelolaan backup bisa dilakukan secara terpusat dengan pengaturan akses berdasarkan peran pengguna. Pentingnya backup untuk bisnis kecil dan menengah Banyak bisnis kecil dan menengah hanya memiliki satu kantor yang menyimpan semua data penting. Jika tidak ada backup di luar lokasi (off-site), maka data tersebut sangat rentan terhadap serangan ransomware, kerusakan perangkat, atau kesalahan manusia. Untuk mengatasi ini, perangkat seperti ActiveProtect DP7400 bisa digunakan sebagai pusat backup. Data juga bisa disalin ke layanan cloud seperti AWS S3 atau Wasabi, sehingga ada cadangan di lokasi berbeda. Masalah pada bisnis retail dan banyak cabang Pada bisnis retail, data seperti transaksi dan sistem kasir tersebar di banyak lokasi. Jika dikelola secara manual, backup bisa menjadi tidak konsisten. Solusinya, setiap toko bisa menggunakan perangkat ActiveProtect untuk backup lokal, lalu data disalin ke pusat. Dengan cara ini, pengelolaan data menjadi lebih terpusat dan mudah diawasi. Skalabilitas sesuai pertumbuhan bisnis Seiring bisnis berkembang, kebutuhan backup juga meningkat. Sistem backup harus fleksibel agar tidak perlu diganti total. ActiveProtect memungkinkan perusahaan menambah server atau menggunakan cloud secara bertahap. Data dari berbagai lokasi bisa tetap dilindungi, sementara pusat data mengelola semuanya secara terintegrasi. Selain itu, fitur pengelolaan penyimpanan memungkinkan data lama dipindahkan ke penyimpanan yang lebih murah, sehingga biaya bisa lebih efisien tanpa mengurangi keamanan. Kesimpulan Dengan sistem manajemen terpusat, ActiveProtect membantu tim IT memantau backup dari berbagai lokasi dan memastikan semua data terlindungi dengan standar yang sama. Di era sekarang, serangan ransomware adalah ancaman nyata. Oleh karena itu, strategi backup seperti 3-2-1-1-0 bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan solusi seperti ActiveProtect, perusahaan dari berbagai ukuran dapat membangun sistem perlindungan data yang kuat, fleksibel, dan siap menghadapi tantangan keamanan di masa depan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Dell dan NVIDIA Memperluas Batas AI Inference
Poin utama: Dell dan NVIDIA bekerja sama untuk mengembangkan teknologi AI, khususnya dalam proses AI inference (proses saat AI memberikan jawaban). Mereka menghadirkan inovasi seperti Context Memory Storage Platform (CMS) dan NVIDIA BlueField-4 DPU. Kolaborasi ini membantu model AI besar seperti Large Language Models (LLM) bekerja lebih cepat, lebih efisien, mengurangi jeda (latency), dan menekan biaya. Solusi storage dari Dell seperti Dell PowerScale, Dell ObjectScale, dan Project Lightning dirancang untuk mendukung kebutuhan AI saat ini dan di masa depan. Tantangan AI Modern: Bukan Lagi Sekadar Training AI berkembang sangat cepat. Model bahasa besar (LLM) seperti yang digunakan dalam chatbot atau asisten virtual kini semakin pintar dan kompleks. Namun, tantangan utama bagi banyak perusahaan bukan lagi melatih (training) model AI, melainkan menjalankan model tersebut secara cepat dan efisien saat digunakan oleh pengguna. Proses ini disebut inference. Agar AI bisa memberikan jawaban yang cepat dan memahami konteks percakapan, sistem membutuhkan cara penyimpanan data yang efisien. Salah satu teknologi penting dalam proses ini adalah KV Cache (Key-Value Cache). Apa Itu KV Cache dan Mengapa Penting? Saat AI memproses pertanyaan, ia membuat data “Keys” dan “Values” yang membantu memahami konteks. Data ini biasanya disimpan di memori GPU yang sangat cepat (HBM). Proses ini disebut KV Caching. Masalahnya, jika percakapan semakin panjang atau dokumen yang diproses semakin besar, ukuran cache ikut membesar. Jika memori GPU tidak cukup, sistem harus menghitung ulang data tersebut. Akibatnya: Respons menjadi lebih lambat Konsumsi daya meningkat Biaya infrastruktur bertambah Solusinya adalah memindahkan (offload) KV Cache ke media penyimpanan lain yang lebih besar, sehingga GPU bisa fokus pada proses utama. NVIDIA BlueField-4 dan Context Memory Storage Platform (CMS) NVIDIA menghadirkan teknologi terbaru bernama BlueField-4 Data Processing Unit (DPU). Teknologi ini membantu mengelola penyimpanan KV Cache secara lebih efisien. BlueField-4 bertindak sebagai jembatan antara: Memori GPU yang sangat cepat tapi terbatas Storage tradisional yang besar tapi lebih lambat Dengan cara ini, performa inference bisa tetap cepat meskipun data yang diproses sangat besar. Manfaat utama BlueField-4: Memaksimalkan penggunaan GPU Mengurangi proses hitung ulang sehingga kinerja meningkat. Respons lebih cepat Latency lebih rendah, penting untuk aplikasi AI real-time seperti chatbot. Lebih hemat energi Performa meningkat tanpa meningkatkan konsumsi listrik secara drastis. Peran Dell dalam Mendukung AI Inference Dell mengembangkan solusi storage yang dirancang khusus untuk mendukung teknologi NVIDIA ini. Artinya, perusahaan tidak perlu menunggu hardware masa depan untuk mendapatkan peningkatan performa. Saat ini, solusi Dell sudah mampu memberikan: Peningkatan 19 kali lebih cepat untuk waktu respons pertama (Time to First Token / TTFT) Hingga 5,3 kali lebih banyak permintaan (query) per detik Fleksibilitas Solusi Dell Tidak semua perusahaan langsung menggunakan BlueField-4. Untuk itu, Dell menyediakan solusi fleksibel yang bisa bekerja di berbagai lingkungan. Dengan menggabungkan teknologi seperti LMCache dan NVIDIA NIXL, Dell memungkinkan storage bertindak seperti perpanjangan memori GPU. Data KV Cache bisa dipindahkan langsung ke storage Dell menggunakan teknologi cepat seperti RDMA, tanpa harus melewati CPU. Ini menjaga aliran data tetap cepat. Pilihan Storage AI dari Dell Dell menyediakan beberapa opsi sesuai kebutuhan perusahaan: 1. Dell PowerScale Cocok untuk perusahaan yang membutuhkan penyimpanan file (NAS) dengan performa tinggi. Memberikan akses cepat ke data dalam jumlah besar. 2. Dell ObjectScale Dirancang untuk aplikasi berbasis cloud. Menggunakan teknologi S3-over-RDMA, sehingga tetap cepat seperti sistem file biasa tetapi dengan fleksibilitas cloud. 3. Project Lightning (masih tahap preview) Untuk kebutuhan AI paling berat. Menggunakan teknologi NVMe-over-Fabrics untuk memindahkan data langsung dari storage ke GPU dengan latency sangat rendah. Mengapa Ini Penting untuk Bisnis? Kemampuan memindahkan KV Cache secara efisien membawa dampak besar: 1. Hemat Biaya Perusahaan tidak perlu membeli GPU mahal hanya untuk menambah memori. Cukup menambah storage yang lebih ekonomis. 2. Pengalaman Pengguna Lebih Baik AI bisa mengingat percakapan lebih panjang, memahami dokumen besar, dan memberikan jawaban lebih akurat serta personal. 3. Siap untuk Masa Depan Model AI akan terus berkembang dan membutuhkan konteks lebih besar (jutaan token). Infrastruktur yang skalabel memastikan sistem tetap bisa berkembang. Membangun Infrastruktur AI Bersama Dell dan NVIDIA percaya pada ekosistem terbuka. Dengan bekerja sama, mereka membangun fondasi yang disebut sebagai “AI Factory”, yaitu infrastruktur lengkap untuk mendukung inovasi AI. Baik menggunakan: NVIDIA BlueField-4 untuk latency ultra-rendah Dell PowerScale dan ObjectScale untuk skalabilitas besar Project Lightning untuk performa ekstrem Semua solusi ini dirancang untuk mendukung AI yang: Lebih cepat Lebih cerdas Lebih efisien Kesimpulan Masa depan AI adalah sistem yang mampu memahami konteks secara mendalam, merespons dengan cepat, dan bekerja secara efisien. Kolaborasi Dell dan NVIDIA membantu perusahaan membangun infrastruktur yang siap menghadapi perkembangan AI berikutnya. Dengan solusi storage dan teknologi pemrosesan terbaru, organisasi dapat mengoptimalkan performa, menekan biaya, dan memberikan pengalaman AI yang lebih baik kepada pengguna. Bersama, Dell dan NVIDIA sedang membangun fondasi untuk generasi AI berikutnya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Mendorong Kemajuan: Bagaimana Para Pemimpin Industri Membangun di Atas Dell Storage
Di era digital saat ini, data menjadi aset paling berharga bagi organisasi. Hampir semua aktivitas bisnis bergantung pada data, mulai dari pelayanan pelanggan, penelitian, hingga pengambilan keputusan strategis. Karena itu, memiliki infrastruktur teknologi yang tepat sangatlah penting. Infrastruktur yang kuat akan menjadi fondasi untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis. Agar bisa terus berkembang, organisasi membutuhkan teknologi yang tangguh, andal, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan. Inilah alasan mengapa banyak pemimpin industri memilih membangun operasional mereka di atas platform yang terpercaya untuk mengelola aset terpenting mereka: data. Fondasi bagi Pemimpin Global Pentingnya kemitraan teknologi yang kuat terlihat jelas dalam acara Dell Technologies Forum di New York awal tahun ini. Dalam acara tersebut, Jisoo Lee, Managing Director dari The Bank of New York Mellon (BNY), berbicara bersama Todd Lieb, Vice President of Cloud Partnerships di Dell. Mereka membahas bagaimana teknologi berperan besar dalam mendorong inovasi di perusahaan besar. Jisoo menjelaskan bahwa kerja sama jangka panjang antara BNY dan Dell membantu mereka membangun platform yang terstandarisasi dan mudah dikembangkan (scalable). Platform ini didukung oleh Dell PowerMax storage dan Dell PowerEdge server. Dengan fondasi tersebut, BNY dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat hubungan dengan klien, dan membuka peluang inovasi di masa depan. Jisoo bahkan mengatakan, “Ketika Anda memiliki budaya kerja sama yang baik dengan mitra eksternal seperti Dell, hampir tidak ada yang tidak bisa dicapai.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya keandalan dan performa teknologi dalam mendukung institusi keuangan kelas dunia. Teknologi yang Memberikan Hasil Nyata Portofolio storage Dell dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan beban kerja (workload), di mana pun lokasinya. Solusi Dell menawarkan fleksibilitas dan kecerdasan untuk mengelola pertumbuhan data dengan tetap menjaga keamanan dan kemudahan akses. Berikut beberapa solusi utama dari Dell: Dell PowerStore PowerStore adalah solusi penyimpanan all-flash yang cepat dan efisien. Desainnya berfokus pada data dan mampu menyatukan berbagai jenis aplikasi tanpa mengorbankan performa. Dell bahkan memberikan jaminan pengurangan data hingga rasio 5:1. Contohnya, perusahaan ritel besar di Brasil, Drogaria Araujo, menggunakan PowerStore untuk meningkatkan performa dan ketahanan sistem IT di ratusan toko mereka. Dell PowerFlex PowerFlex adalah platform storage berbasis software yang bisa dikembangkan hingga skala sangat besar (petabyte). Cocok untuk lingkungan private cloud, PowerFlex menawarkan performa tinggi dan kemampuan konsolidasi berbagai aplikasi dalam satu sistem. Dengan ini, perusahaan dapat menyederhanakan operasional dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya IT. Dell PowerMax PowerMax dirancang untuk aplikasi yang sangat penting (mission-critical). Solusi ini menawarkan performa ekstrem dan ketersediaan tinggi. Teknologi replikasi multi-site memastikan data penting selalu tersedia, sehingga banyak perusahaan global mengandalkannya. Dell PowerScale PowerScale adalah solusi NAS (Network Attached Storage) yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan. Cocok untuk data tidak terstruktur dalam jumlah besar, seperti video, penelitian, atau data AI. Oregon State University, misalnya, menggunakan PowerScale untuk mendukung penelitian kelas dunia dengan kebutuhan data yang sangat besar. Mendukung Inovasi di Berbagai Industri Kebutuhan akan pengelolaan data yang andal tidak hanya dimiliki satu industri saja. Dari kesehatan hingga hiburan, banyak organisasi memanfaatkan storage Dell untuk mengubah data menjadi kemajuan nyata. Beberapa contohnya: KiTZ (Pusat Kanker Anak di Jerman) menggunakan Dell PowerScale untuk mempercepat penelitian kanker anak, memungkinkan akses cepat dan aman ke data genomik dalam jumlah besar. Lightstorm Entertainment, studio di balik film Avatar, menggunakan PowerScale dan ObjectScale untuk mengelola data produksi film yang sangat besar. Cosm menghadirkan pengalaman digital imersif untuk hiburan dan pendidikan dengan dukungan storage Dell. Fulgent Genetics memanfaatkan AI bersama Dell PowerStore dan PowerEdge untuk mengelola data genetik dalam jumlah besar dan meningkatkan deteksi kanker. Miami Dolphins menggunakan PowerScale untuk meningkatkan sistem IT stadion mereka, memberikan pengalaman penonton yang lebih baik dan mendukung inovasi berbasis AI. University of Missouri memodernisasi sistem IT kampus dengan PowerStore, PowerMax, dan PowerFlex, menghasilkan performa sangat cepat dan hampir tanpa gangguan. Texas Christian University menggunakan PowerScale dan PowerEdge untuk mendukung inisiatif AI mereka dalam meningkatkan pembelajaran dan penelitian. Membuka Potensi Melalui Inovasi Dell menciptakan teknologi yang membantu organisasi mewujudkan visi mereka. Solusi yang ditawarkan tidak hanya kuat, tetapi juga fleksibel dan efisien. Baik Anda mengelola perusahaan global, institusi pendidikan, rumah sakit, atau perusahaan hiburan, platform storage Dell memberikan performa dan keamanan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bisnis. Dengan fondasi data yang kuat dan siap menghadapi masa depan, organisasi dapat terus berinovasi, berkembang, dan bersaing di era digital. Jika organisasi Anda ingin memiliki sistem penyimpanan data yang tangguh, aman, dan siap mendukung pertumbuhan jangka panjang, solusi storage Dell dapat menjadi fondasi yang tepat untuk mendukung kesuksesan Anda. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Panduan Memilih Storage NAS Terbaik di 2026 untuk Perusahaan
Memasuki tahun 2026, kebutuhan perusahaan akan pengelolaan data yang semakin kompleks menuntut solusi penyimpanan yang andal dan aman. Memilih storage NAS terbaik 2026 menjadi langkah strategis untuk memastikan data bisnis dapat dikelola secara efisien tanpa menghambat operasional. Storage NAS untuk perusahaan kini berperan lebih dari sekadar media penyimpanan. Melainkan sebagai pusat manajemen data, backup, dan kolaborasi lintas tim. Dengan memahami fungsi dan kapabilitas NAS server untuk bisnis, perusahaan dapat membangun infrastruktur IT yang siap mendukung pertumbuhan digital di masa depan. Apa Itu Storage NAS Terbaik untuk Perusahaan dan Mengapa Dibutuhkan di 2026 NAS (Network Attached Storage) adalah sistem penyimpanan terpusat yang terhubung ke jaringan dan memungkinkan banyak pengguna maupun aplikasi mengakses data secara bersamaan. NAS tidak lagi sekadar berfungsi sebagai media penyimpanan file, tetapi telah berkembang menjadi fondasi penting dalam pengelolaan data perusahaan. Hal ini termasuk backup terjadwal, pemulihan data, virtualisasi, hingga integrasi dengan cloud. Dengan meningkatnya volume data, kebutuhan akses real-time, serta tuntutan keamanan yang lebih tinggi, perusahaan memerlukan solusi storage yang mampu beradaptasi. Di tahun 2026, perusahaan menghadapi tantangan baru seperti : Pertumbuhan data yang eksponensial, risiko kehilangan data akibat serangan siber, serta kebutuhan kolaborasi lintas lokasi yang semakin intens. Inilah mengapa storage NAS menjadi solusi yang relevan, karena menawarkan kemudahan manajemen, skalabilitas tinggi, dan kontrol penuh atas data internal tanpa ketergantungan pada layanan pihak ketiga. Dengan mengimplementasikan storage NAS yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan : efisiensi kerja, menjaga keamanan informasi bisnis, serta memastikan infrastruktur IT tetap siap mendukung perkembangan teknologi dan kebutuhan bisnis di masa depan. Kriteria Utama dalam Memilih Storage NAS Terbaik untuk Kebutuhan Bisnis Memilih storage NAS terbaik untuk kebutuhan bisnis tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kapasitas penyimpanan semata. Anda harus mempertimbangkan berbagai aspek strategis yang mendukung operasional perusahaan secara jangka panjang. Salah satu kriteria utama adalah performa dan keandalan. Termasuk kemampuan menangani akses multi-user, kecepatan baca/tulis data, serta dukungan untuk workload bisnis seperti file sharing, database ringan, dan virtualisasi. Storage NAS yang andal akan memastikan proses kerja berjalan lancar, terutama di lingkungan perusahaan yang mengandalkan akses data secara real-time. Selain performa, keamanan data menjadi faktor krusial dalam menentukan storage NAS terbaik 2026. Mengingat meningkatnya risiko serangan siber dan kebocoran informasi bisnis. Fitur seperti : enkripsi data, kontrol akses berbasis pengguna, proteksi terhadap ransomware, serta kemampuan backup dan disaster recovery harus menjadi standar dalam solusi NAS modern. Di sisi lain, skalabilitas dan kemudahan manajemen juga penting agar sistem storage dapat berkembang seiring pertumbuhan data perusahaan tanpa perlu penggantian infrastruktur secara menyeluruh. Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria ini, perusahaan dapat memilih storage NAS yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini. Tetapi juga siap menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Perbandingan Fitur Storage NAS : Performa, Keamanan, dan Skalabilitas Perusahaan perlu membandingkan fitur utama yang secara langsung memengaruhi efektivitas dan keberlanjutan infrastruktur IT, yaitu performa, keamanan, dan skalabilitas. Dari sisi performa, storage NAS modern dirancang untuk mendukung akses data simultan dengan kecepatan tinggi. Didukung oleh prosesor yang mumpuni, RAM yang dapat ditingkatkan, serta teknologi caching dan konektivitas jaringan berkecepatan tinggi. Fitur ini sangat penting untuk memastikan aplikasi bisnis, kolaborasi tim, dan proses operasional berjalan tanpa hambatan, terutama di lingkungan kerja yang semakin digital dan terdistribusi. Aspek keamanan juga menjadi pembeda utama dalam memilih storage NAS terbaik 2026, mengingat data perusahaan kini menjadi aset bernilai tinggi sekaligus target serangan siber. Solusi NAS yang andal umumnya dilengkapi dengan enkripsi data, manajemen hak akses, perlindungan terhadap malware dan ransomware, serta mekanisme backup dan pemulihan data yang terintegrasi. Sementara itu, dari sisi skalabilitas, storage NAS terbaik memungkinkan perusahaan untuk menambah kapasitas, memperluas performa, atau mengintegrasikan sistem dengan cloud tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan. Kombinasi ketiga fitur ini memastikan solusi NAS mampu beradaptasi dengan pertumbuhan bisnis dan kebutuhan data perusahaan di masa depan. Rekomendasi Storage NAS Terbaik untuk Berbagai Skala Perusahaan Perusahaan perlu menyesuaikan solusi yang digunakan dengan skala bisnis dan kompleksitas kebutuhan data masing-masing. Untuk usaha kecil hingga menengah (SMB), storage NAS dengan kapasitas fleksibel, kemudahan pengelolaan, serta fitur backup dan keamanan dasar sudah cukup untuk mendukung operasional harian. Contohnya seperti file sharing, kolaborasi tim, dan perlindungan data internal. Solusi NAS pada segmen ini menawarkan keseimbangan antara performa, efisiensi biaya, dan kemudahan implementasi tanpa memerlukan tim IT yang besar. Sementara itu, bagi perusahaan menengah hingga enterprise, storage NAS terbaik 2026 umumnya dirancang dengan performa tinggi, tingkat keamanan lanjutan, serta skalabilitas yang mampu menangani volume data besar dan workload yang lebih kompleks. Fitur seperti dukungan virtualisasi, integrasi dengan cloud, replikasi data, dan high availability menjadi faktor penting untuk memastikan kontinuitas bisnis. Langkah Strategis Memilih Storage NAS untuk Infrastruktur Data Perusahaan Memilih storage NAS terbaik 2026 bukan hanya soal kapasitas penyimpanan, tetapi tentang bagaimana perusahaan membangun fondasi pengelolaan data yang aman, efisien, dan siap berkembang di masa depan. Dengan memahami kebutuhan storage NAS untuk perusahaan dan peran strategis NAS server untuk bisnis, organisasi dapat meminimalkan risiko kehilangan data sekaligus meningkatkan produktivitas operasional. Jika Anda sedang mencari solusi storage yang tepat dan terpercaya, storage iLogo Indonesia siap membantu menyediakan dan merancang solusi NAS yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, mulai dari konsultasi, implementasi, hingga dukungan berkelanjutan. Hubungi iLogo Indonesia dan temukan solusi storage yang sesuai untuk Anda. iLogo Indonesia adalah penyedia layanan (vendor) infrastruktur IT dan cyber security terbaik di Indonesia.