Skip to content
  • Jakarta - Indonesia
  • [email protected]
  • 021-53660861
  • Jakarta - Indonesia
  • Beranda
  • Produk
  • Jasa Instalasi
  • Youtube Channel
  • PROMO
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
  • Jasa Instalasi
  • Youtube Channel
  • PROMO
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
qstorage.png

Month: April 2025

April 25, 2025

Uji Pemulihan Otomatis dengan AWS Backup Restore Testing

Dalam strategi pemulihan bencana (Disaster Recovery/DR) dan ketahanan siber, daya tahan data (data resilience) adalah kunci. Namun, banyak organisasi yang hanya fokus membuat cadangan data (backup), tapi tidak pernah benar-benar memastikan apakah backup tersebut bisa dipulihkan (restore) saat dibutuhkan. Akibatnya, bisa muncul kejutan mahal—misalnya, tim aplikasi baru menyadari bahwa proses restore database mereka butuh waktu enam jam, padahal target RTO-nya hanya empat jam. Ini bisa berarti gangguan layanan selama berjam-jam saat krisis. Dengan regulasi yang makin ketat dan ancaman siber yang terus berkembang, memastikan backup bisa dipulihkan bukan lagi pilihan—melainkan keharusan. Untuk itulah AWS Backup restore testing hadir sejak November 2023, menyediakan cara otomatis dan efisien untuk menguji backup Anda. Apa Itu AWS Backup Restore Testing? Fitur ini mengotomatiskan proses verifikasi backup, menggantikan pekerjaan manual yang memakan waktu dengan alur kerja otomatis dan andal. Anda bisa memastikan bahwa backup benar-benar bisa dipulihkan, bukan hanya berasumsi. Berikut tiga alasan utama untuk mulai menggunakan restore testing: 1. Penuhi Target Pemulihan Internal (RTO/RPO) Backup bukan sekadar menyimpan data—Anda harus tahu apakah data itu bisa dipulihkan sesuai waktu yang ditentukan. Misalnya, jika organisasi punya target RTO empat jam untuk aplikasi kritikal, restore testing membantu memastikan bahwa waktu itu bisa dicapai. Contohnya, sebuah perusahaan menemukan proses restore database mereka memakan waktu enam jam karena ada konfigurasi yang luput dari tinjauan manual. Dengan restore testing, kesalahan ini ditemukan dan diperbaiki sebelum terjadi insiden nyata. AWS Backup restore testing mendukung layanan AWS seperti: Amazon EBS (penyimpanan blok) Amazon RDS (database) Amazon S3 (penyimpanan objek) Restore dilakukan di lingkungan terisolasi sehingga tidak mengganggu sistem produksi. 2. Penuhi Kewajiban Regulasi Di industri seperti keuangan dan kesehatan, menguji kemampuan backup bukan hanya praktik baik—melainkan syarat hukum. Banyak regulasi global dan lokal yang mewajibkan pengujian backup secara rutin, seperti: NIST CSF & ISO 27001/27031: Standar global ketahanan sistem DORA (Eropa): Uji backup wajib untuk institusi keuangan GDPR: Wajibkan uji aksesibilitas dan integritas data MAS TRM (Singapura): Perlu bukti dokumentasi pengujian backup SEC 17a-4 / FINRA / RBI / BaFin / APRA CPS 234 / BSP MORB, dan banyak lagi. Dengan restore testing, Anda dapat: Melakukan pengujian secara berkala sesuai regulasi Menyediakan log audit lengkap untuk pembuktian Menyesuaikan frekuensi pengujian sesuai kebutuhan peraturan 3. Pertahankan Integritas Backup dari Ancaman Siber Ancaman siber makin canggih, termasuk serangan ransomware yang menarget backup. Tanpa validasi, backup bisa rusak atau tidak bisa dipulihkan. Restore testing memeriksa backup secara rutin di lingkungan sandbox yang aman: Memastikan data tidak rusak atau dimanipulasi Menjalankan simulasi pemulihan agar Anda siap saat krisis nyata Bekerja dengan AWS Backup Vault Lock untuk membuat backup yang tahan gangguan Dengan ini, Anda punya bukti kuat untuk kebutuhan asuransi siber dan ketahanan data. Arsitektur Terdistribusi yang Aman AWS Backup restore testing menggunakan arsitektur yang terpisah: Akun workload menyimpan backup Vault account menyimpan backup secara terisolasi (air-gapped) Akun forensik menjalankan proses restore testing Hasil pengujian bisa dilaporkan menggunakan AWS Backup Audit Manager. Ini meningkatkan keamanan dan objektivitas hasil uji. Integrasi Tambahan Solusi dari AWS Partner Network (seperti Elastio) bisa ditambahkan untuk deteksi ancaman dan respons selama proses restore testing. Kesimpulan Backup yang tidak diuji sama saja dengan berjudi soal keberhasilan pemulihan data. Restore testing dari AWS Backup memberikan: Validasi otomatis Pelaporan untuk audit Pengujian aman di lingkungan terisolasi Saat terbaik untuk menguji backup adalah sebelum terjadi insiden. Jangan menunggu krisis untuk mengetahui apakah data Anda bisa dipulihkan. Mulailah sekarang untuk memastikan organisasi Anda tangguh terhadap gangguan dan serangan siber. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 25, 2025

Kebijakan Perlindungan Microsoft Purview untuk Azure Data Lake & Blob Storage Kini Tersedia di Semua Wilayah

Saat ini, organisasi menghadapi tantangan penting: bagaimana menerapkan tata kelola data (data governance) secara otomatis dan konsisten di seluruh lanskap data yang terus berkembang pesat. Dengan meningkatnya penggunaan AI dan kebutuhan akan data dalam jumlah besar untuk pelatihan model, Chief Data Officer (CDO) dan Chief Information Security Officer (CISO) harus mampu mencegah kebocoran data sensitif seperti PII (data pribadi) atau informasi kartu kredit—sekaligus tetap mematuhi regulasi data dan hukum yang berlaku. Banyak organisasi yang menggunakan Azure Blob Storage dan Azure Data Lake Storage (ADLS) untuk menyimpan data dalam skala besar karena menawarkan solusi penyimpanan cloud yang aman, fleksibel, dan selalu tersedia. Sistem seperti RBAC (role-based access control), ABAC (attribute-based access control), dan ACL (access control lists) memang bisa membantu membatasi akses ke data berdasarkan metadata seperti nama file, tag, atau nama kontainer. Namun, dalam beberapa kasus, organisasi juga perlu membatasi akses secara otomatis berdasarkan isi data itu sendiri—misalnya, untuk mendeteksi dan melindungi data sensitif seperti nomor kartu kredit di dalam sebuah blob. Di sinilah peran solusi seperti Microsoft Information Protection (MIP) menjadi penting. Solusinya: Microsoft Purview Information Protection (MIP) MIP menyediakan cara sentral dan efisien untuk melindungi data, dengan membatasi akses ke data berdasarkan label sensitivitas yang ditemukan melalui pemindaian otomatis. Perlindungan ini bisa diterapkan langsung ke data di akun penyimpanan Azure, tanpa perlu proses pemindaian atau pelabelan manual oleh tim internal. Dengan fitur ini, organisasi dapat menerapkan tata kelola data yang konsisten sekaligus memenuhi standar keamanan dan kepatuhan. Contoh Kasus: Meningkatkan Tata Kelola Data dengan Kebijakan Perlindungan MIP Misalnya, perusahaan global seperti Contoso menyimpan data dalam jumlah besar di Azure Storage. Penggunanya beragam—mulai dari auditor keuangan, tim hukum, hingga analis data. Data baru terus diunggah setiap hari, dan sebagian besar mengandung informasi sensitif. Jika analis data mengakses blob bernama “logs”, dan file tersebut berisi PII atau data keuangan, maka akses seharusnya hanya diberikan kepada tim keuangan. Dengan kebijakan perlindungan MIP, akses dapat diatur secara otomatis berdasarkan label sensitivitas yang ditemukan dalam isi file—dan diperbarui sesuai konten terbaru. Keunggulan Utama: Pelabelan Otomatis: Secara otomatis memberi label sensitivitas pada data di Azure Storage berdasarkan tipe informasi sensitif yang terdeteksi. Perlindungan Otomatis: Secara otomatis membatasi akses berdasarkan label. Misalnya, hanya grup tertentu yang bisa mengakses data dengan label “Highly Confidential”. Kontrol Tingkat Enterprise: Kebijakan ini memastikan hanya pengguna yang terautentikasi (Azure Entra ID atau grup pengguna M365) yang bisa membaca blob. Manajemen Kebijakan Terpusat: Admin bisa membuat, mengatur, dan menerapkan kebijakan perlindungan dari satu portal Microsoft Purview untuk semua akun Azure Storage. Dengan menerapkan kebijakan ini, Contoso berhasil mengamankan data mereka dan menjaga kepatuhan dengan cara yang efisien dan terpusat. Syarat yang Diperlukan: Memiliki lisensi Microsoft 365 E5 Menggunakan model pembayaran Pay-as-you-go berdasarkan jumlah aset yang dilindungi Informasi lebih lanjut tentang lisensi dan pembayaran dapat ditemukan di dokumentasi Microsoft Untuk mencoba, Anda bisa mendaftar uji coba M365 E5 melalui portal Microsoft Cara Memulai: Fitur Public Preview ini mendukung layanan berikut: Azure Blob Storage Azure Data Lake Storage (ADLS) Langkah-langkah mengaktifkan perlindungan: Masuk ke portal Microsoft Purview > pilih kartu Information Protection > pilih Policies Gunakan atau buat label sensitivitas baru untuk data di Azure Storage Konfigurasikan pelabelan otomatis berdasarkan tipe informasi sensitif Buat kebijakan perlindungan dan hubungkan dengan label yang relevan Terapkan kebijakan tersebut ke akun Azure Blob Storage atau ADLS Anda Ilustrasi Proses (Diagram) (Di bagian ini, Anda dapat menambahkan diagram alur atau proses sesuai kebutuhan presentasi atau dokumen) Batasan Selama Masa Uji Coba (Public Preview): Maksimal 10 akun penyimpanan bisa diatur dalam satu kebijakan Jika aturan pola (pattern rules) diubah, maka label akan diperbarui ulang di semua akun Sinkronisasi label bisa tertunda, yang berdampak pada penerapan kebijakan Jika akun penyimpanan menggunakan Customer-Managed Keys (CMK), maka kebijakan MIP tidak berlaku Langkah Selanjutnya Dengan fitur ini yang kini tersedia di semua wilayah, organisasi bisa langsung mulai menerapkan kebijakan perlindungan di akun Azure Storage mereka untuk memastikan tata kelola data yang konsisten dan aman. Kami mendorong Anda untuk mencoba fitur ini dan memberikan masukan. Umpan balik Anda akan sangat membantu dalam pengembangan fitur ke tahap general availability. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 7, 2025

Azure File Sync: Lebih Cepat, Lebih Aman, dan Mendukung Windows Server 2025

Azure File Sync memungkinkan sinkronisasi data secara mulus dari Windows Server lokal (on-premises) ke Azure Files, sangat cocok untuk kebutuhan hybrid dan memudahkan proses migrasi. Anda bisa tetap menggunakan kinerja dan fleksibilitas File Server lokal, sambil mendapatkan keuntungan dari skala dan efisiensi biaya Azure Files. Kini, Azure File Sync hadir dengan fitur-fitur baru yang menarik: Onboarding server dan pemulihan bencana 7x lebih cepat, mempercepat proses akses data di server baru. Performa sinkronisasi meningkat 10x, mempercepat migrasi data dan sinkronisasi perubahan besar seperti pengaturan izin file. Dukungan untuk Windows Server 2025, memungkinkan organisasi untuk tetap mengikuti teknologi terbaru. Copilot di Azure siap membantu menyelesaikan masalah umum dengan cepat. Dukungan Managed Identity (preview), memberikan cara yang lebih aman untuk otentikasi ke Azure File Share. Dalam blog ini, kita akan membahas pembaruan utama tersebut dan bagaimana ini dapat meningkatkan pengalaman Anda dalam menggunakan Azure File Sync. 🚀 Provisioning Server Lebih Cepat & Pemulihan Bencana yang Efisien Salah satu peningkatan terbesar adalah waktu provisioning server endpoint yang jauh lebih cepat. Dulu bisa memakan waktu berjam-jam hingga berhari-hari, kini proses ini bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit. Ini sangat berguna dalam skenario pemulihan bencana, terutama jika file share Anda berisi jutaan file dan folder. Ada juga tab baru di portal bernama Provisioning Steps, yang membantu Anda melihat status sinkronisasi server. Bahkan sebelum sinkronisasi selesai, Anda sudah bisa mulai mengakses data. Sistem secara otomatis memprioritaskan file yang paling sering digunakan agar tersedia lebih dulu. 🟢 Hasilnya: bisnis bisa mengakses data lebih cepat dan mengurangi waktu henti operasional secara signifikan. ⚡ Performa Sinkronisasi yang Lebih Cepat untuk Migrasi dan Update Massal Sinkronisasi sekarang bisa mencapai hingga 200 item per detik—peningkatan 10x dibandingkan sebelumnya! Ini menjadikan Azure File Sync semakin ideal sebagai alat migrasi data, apalagi saat banyak perubahan file terjadi sekaligus (misalnya perubahan izin file). Sangat cocok untuk perusahaan yang ingin mengganti file server lokal mereka dan mengelola volume data yang lebih besar di cloud. 🖥️ Dukungan Windows Server 2025 Azure File Sync kini mendukung Windows Server 2025 yang menawarkan peningkatan keamanan, performa, dan integrasi cloud. Ekstensi Azure File Sync di Windows Admin Center sekarang bisa digunakan di: Windows Server 2025 Hingga versi lama seperti Windows Server 2012 R2 Integrasi ini memungkinkan Anda mengelola banyak server File Sync dari satu dashboard, menghemat waktu dan menyederhanakan proses konfigurasi. Anda juga bisa menggunakan server Windows sebagai cache cepat untuk Azure Files, dengan opsi cloud tiering untuk efisiensi penyimpanan. 🤖 Azure Copilot: Bantu Troubleshooting Secara Instan Dengan Copilot di Azure, Anda bisa menyelesaikan masalah sinkronisasi dengan bantuan kecerdasan buatan. Misalnya: Jaringan salah konfigurasi Izin RBAC yang keliru File share yang tidak sengaja terhapus Cukup beri perintah seperti: ➡️ “Bantu saya selesaikan masalah Azure File Sync.” Copilot akan mendeteksi masalah, memberikan panduan, dan bahkan bisa langsung memperbaiki kesalahan umum secara otomatis. Keuntungannya? ✅ Hemat waktu troubleshooting ✅ Kurangi downtime ✅ Fokus pada pengembangan bisnis, bukan masalah teknis 🔐 (Preview) Managed Identity: Otentikasi Lebih Aman Azure File Sync kini mendukung Managed Identity (MI)—fitur ini memungkinkan Anda mengakses Azure File Share menggunakan Entra ID (dulu Azure AD) tanpa perlu menggunakan shared key lagi. Fitur ini meningkatkan keamanan di tiga area utama: Otentikasi Storage Sync Service ke Azure File Share Otentikasi server yang terdaftar ke Azure File Share Otentikasi server yang terdaftar ke Storage Sync Service Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
April 7, 2025

Beralih dari Amazon FSx File Gateway ke Amazon FSx for Windows File Server

Mulai tanggal 28 Oktober 2024, pelanggan baru tidak lagi bisa membuat Amazon FSx File Gateway (FSx File Gateway). Jika Anda masih ingin menggunakan layanan ini, pastikan membuat FSx File Gateway sebelum tanggal tersebut melalui AWS Storage Gateway Console. Perubahan ini tidak berdampak pada pelanggan yang sudah ada. AWS akan terus memberikan pembaruan keamanan dan dukungan teknis untuk FSx File Gateway. Apa itu FSx File Gateway? FSx File Gateway adalah bagian dari layanan AWS Storage Gateway. Solusi ini biasa digunakan di lingkungan lokal (on-premises) untuk mengakses file secara cepat dan aman yang disimpan di Amazon FSx for Windows File Server (FSx for Windows File Server). Solusi ini berguna jika Anda butuh akses rendah latensi ke data yang disimpan di cloud. Namun, seiring dengan meningkatnya kecepatan internet dan turunnya biaya bandwidth, banyak pelanggan kini bisa langsung mengakses FSx for Windows File Server dari lokasi on-premises tanpa perlu perantara seperti gateway atau cache lokal. Jika Anda tetap butuh cache lokal, Anda bisa mempertimbangkan Amazon FSx for NetApp ONTAP (FSx for ONTAP) dengan fitur seperti FlexCache atau Global File Cache. Langkah Beralih dari FSx File Gateway ke FSx for Windows File Server Alih-alih menggunakan FSx File Gateway, Anda bisa menghubungkan klien langsung ke FSx for Windows File Server. SMB (protokol file sharing Windows) mendukung cache di sisi klien, jadi performanya tetap optimal. 1. Memahami Konfigurasi Saat Ini Biasanya, Anda memiliki: FSx File Gateway di lingkungan lokal, terhubung ke FSx for Windows File Server di AWS. Semua komputer Windows Anda mengakses file melalui FSx File Gateway. Keduanya berada di domain Active Directory yang sama, dan terhubung melalui AWS Direct Connect atau VPN. 2. Langkah-Langkah Beralih Berikut cara memindahkan akses: ✅ Putuskan koneksi klien dari FSx File Gateway Hentikan koneksi dari komputer klien ke FSx File Gateway. ✅ Tunggu cache Gateway selesai diunggah Pantau metrik CachePercentDirty hingga menunjukkan 0.0%, artinya semua data lokal sudah disinkronkan ke server di cloud. ✅ Lepaskan (detach) file system (opsional) Setelah cache bersih, Anda bisa melepaskan FSx for Windows File Server dari konsol Storage Gateway (jika perlu). ✅ Matikan FSx File Gateway Setelah semuanya aman, matikan perangkat FSx File Gateway di lokasi Anda. ✅ Hubungkan klien langsung ke FSx for Windows File Server Lakukan pemetaan drive di komputer klien ke file share di FSx for Windows File Server secara langsung. Semua data dan izin tetap aman dan tidak berubah. ✅ Hapus FSx File Gateway (opsional) Jika sudah tidak digunakan, Anda bisa menghapus gateway melalui AWS Storage Gateway Console. Pertimbangan Jaringan Dalam banyak kasus, Anda tidak perlu mengubah firewall. Namun, jika sebelumnya Anda mengatur firewall hanya untuk mengizinkan koneksi SMB (port 445) dari FSx File Gateway ke FSx for Windows File Server, maka Anda harus mengizinkan subnet lokal (tempat klien berada) untuk mengakses file share tersebut. Catatan: Setelah menghapus FSx File Gateway, akan ada peningkatan penggunaan bandwidth karena data langsung diambil dari cloud. Tapi ini biasanya masih lebih hemat dibanding tetap membayar lisensi dan operasional FSx File Gateway. Alternatif: Gunakan FSx for ONTAP Jika Butuh Cache Lokal Jika koneksi langsung ke FSx for Windows File Server tidak memungkinkan (misalnya karena bandwidth terbatas atau user experience menurun), Anda bisa menggunakan Amazon FSx for NetApp ONTAP. FSx for ONTAP mendukung protokol SMB, NFS, iSCSI, dan lainnya. Anda bisa menggunakan FlexCache untuk menyediakan cache lokal. Namun, opsi ini membutuhkan: Perangkat NetApp di lokasi Anda. Migrasi data dari FSx for Windows File Server ke FSx for ONTAP (gunakan AWS DataSync untuk membantu migrasi). Perencanaan dan konfigurasi tambahan. Kesimpulan Mulai 28 Oktober 2024, pelanggan baru tidak bisa lagi membuat FSx File Gateway. Pelanggan yang sudah ada disarankan beralih ke FSx for Windows File Server agar lebih sederhana dan hemat biaya. Anda juga bisa memilih FSx for ONTAP jika masih memerlukan cache lokal. Dengan beralih ke FSx for Windows File Server, Anda bisa: ✅ Mengurangi kompleksitas ✅ Menghemat biaya ✅ Tetap menjaga performa dan keamanan akses file Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More

Recent Posts

  • QNAP dan Seagate Hadirkan Solusi Pengawasan Pintar untuk Industri Manufaktur Modern
  • Mengapa Kombinasi QNAP NAS dan QNAP Switch Menjadi Pertahanan Siber Terbaik untuk UKM?
  • Panduan Memilih NAS Berbasis ZFS: Pertahanan Terbaik untuk Keamanan Data Perusahaan
  • Keamanan NAS Tanpa Password: Masa Depan Login yang Lebih Aman dan Praktis
  • Post-Quantum Cryptography dan Storage: Mengapa “Siap” Bukan Pertanyaan yang Tepat?

Categories

  • Blog
  • Uncategorized

Popular Tags

AI Azure backup botnet cara storage sehat Centralized Discovery Controller cloud Das data data storage DeepSeek Dell Technologies HDD infinidat jaringan IT koneksi jaringan NAS netapp netapp NAS netapp San NVMe NVMe/TCP NVMe IP SAN penyimpanan pure storage Qnap ransomware San serangan siber server server kantor SFSS softwatre synology storage storage AWS Storage Indonesia storage microsoft storage net app Surveillance Station synology Synology Cameras synology dsm 7.2 Synology NAS Veeam VM Ware
April 2025
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Mar   May »

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • October 2023
  • August 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • October 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • February 2022
  • November 2021
  • September 2021
  • June 2021
  • March 2021
  • December 2020

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

qStorage menyediakan berbagai macam produk storage original dengan harga sesuai kebutuhan dari berbagai Brand ternama seperti: Asus, Dell, NetApp, Synology, Qnap, Lenovo dan lain sebagainya. 

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • Jl. Kebon Jeruk Raya
  • Villa Kebon Jeruk Office F1
    Jakarta, 11530 – Indonesia

8:30 – 17:00 (Mon – Fri)
 (+62) 21 53660861
[email protected]

Support Center
  • Jl. Panjang no. 5,
  • AKR Tower – 9th Floor
    Jakarta Barat 11530