Relokasi Bucket Cloud Storage: Fitur Pertama di Industri untuk Migrasi Tanpa Gangguan

Seiring berkembangnya kebutuhan operasional, kadang Anda perlu memindahkan data dari bucket Cloud Storage milik Google ke lokasi baru. Tujuannya bisa untuk meningkatkan ketahanan sistem, mengoptimalkan performa, memenuhi regulasi, atau sekadar menata ulang infrastruktur. Namun, proses ini biasanya rumit, berisiko, dan bisa menyebabkan downtime atau bahkan kehilangan data. Akibatnya, banyak organisasi enggan melakukan perubahan penting ini.

Nah, kini Google Cloud memperkenalkan fitur relokasi bucket, sebuah terobosan yang memudahkan Anda memindahkan bucket ke lokasi baru tanpa ribet. Fitur ini menghilangkan kebutuhan skrip manual yang kompleks dan meminimalisir downtime serta gangguan ke aplikasi. Nama bucket dan semua metadata objek tetap sama, jadi tidak ada perubahan path dan aplikasi Anda bisa terus berjalan normal.

Bahkan, kelas penyimpanan objek (seperti Standard, Nearline, Coldline, Archive) dan waktu penyimpanannya tetap utuh setelah dipindah. Ini penting untuk efisiensi biaya dan memastikan fitur seperti Autoclass tetap berfungsi dengan baik.


Apa Itu Bucket Relocation?

Bucket relocation adalah bagian dari Storage Intelligence, sebuah rangkaian fitur canggih Google Cloud. Di dalamnya juga ada Storage Insights yang memberikan analisis dan saran untuk optimasi penyimpanan. Setelah mendapat insight, Anda bisa langsung bertindak dengan memindahkan bucket ke lokasi regional, dual-region, atau multi-region — sesuai kebutuhan bisnis, performa, atau kepatuhan.


Bagaimana Cara Kerjanya?

Fitur ini bekerja dengan dua teknik utama:

1. Asynchronous Data Copy (Salin Data Secara Asinkron)

Data disalin di latar belakang tanpa mengganggu aktivitas di bucket. Anda tetap bisa membaca, menulis, dan memperbarui data selama proses berlangsung.

2. Metadata Tetap Terjaga

Tidak seperti metode lama (misalnya Storage Transfer Service) yang hanya menyalin objek lalu menghapusnya, bucket relocation memindahkan semua metadata juga, seperti:

  • Kelas penyimpanan: Tetap sama, tidak berubah.
  • Nama bucket dan objek: Tidak berubah.
  • Timestamp pembuatan dan pembaruan: Tetap utuh agar aturan lifecycle management tetap berfungsi.
  • ACL & IAM: Pengaturan izin juga ikut dipindahkan.
  • Metadata buatan pengguna: Ikut dibawa seluruhnya.

Karena nama bucket tidak berubah, aplikasi Anda tidak perlu disesuaikan setelah migrasi.


Cara Relokasi Bucket: 3 Langkah Mudah

Langkah 1: Simulasi dengan Dry Run

Lakukan percobaan dulu tanpa benar-benar memindahkan data, untuk mengecek potensi masalah (misalnya, bucket dengan CMEK, data yang dikunci, dsb).

gcloud storage buckets relocate gs://BUCKET_NAME --location=LOCATION --dry-run

Ganti BUCKET_NAME dengan nama bucket Anda, dan LOCATION dengan lokasi tujuan.


Langkah 2: Mulai Relokasi

Hapus flag --dry-run untuk mulai proses pemindahan sebenarnya. Anda masih bisa membaca dan menulis objek, tapi metadata bucket akan dikunci agar tidak berubah selama migrasi.

gcloud storage buckets relocate gs://BUCKET_NAME --location=LOCATION

Langkah 3: Finalisasi

Setelah proses hampir selesai (~99%), jalankan finalisasi. Pada tahap ini, semua perubahan terakhir disalin ke lokasi baru, lalu sistem akan secara otomatis mengarahkan semua permintaan ke bucket baru.

Catatan:

  • Saat finalisasi berlangsung, proses write ke bucket akan diblokir sebentar (akan menghasilkan error HTTP 412).
  • Untuk relokasi dari multi-region ke dual-region dalam region yang sama, tidak perlu finalisasi manual.
gcloud storage buckets relocate --finalize --operation=projects/_/buckets/BUCKET_NAME/operations/OPERATION_ID

Ganti OPERATION_ID dengan ID dari hasil perintah sebelumnya di langkah 2.


Apa Kata Pengguna Awal?

“Dengan Storage Intelligence dan bucket relocation, kami pindah ke dual-region tanpa gangguan. Prosesnya mulus, downtime minim, dan data tetap aman.”
Adam Steele, Product Manager, Spotify

“Kami sukses memigrasi sekitar 300 bucket dan petabyte data dari multi-region ke regional, demi efisiensi biaya jaringan. Tanpa bucket relocation, ini akan memakan waktu dan banyak skrip otomatis.”
Deepak Mahato, Data Platform Infrastructure Manager, GroupOn


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!