Definisi “menghubungkan langsung ke Internet” Jika Anda telah mengaktifkan penerusan port manual, penerusan port otomatis (UPnP, Universal Plug and Play), dan zona demiliterisasi (DMZ) untuk QNAP NAS di konfigurasi router atau modem Anda, QNAP NAS Anda terhubung langsung ke Internet. Beberapa metode koneksi lain yang menempatkan QNAP NAS Anda langsung di Internet termasuk memperoleh alamat IP publik (statis/PPPoE/DHCP) oleh QNAP NAS itu sendiri. Risiko menghubungkan QNAP NAS langsung ke Internet tanpa perlindungan apa pun Menghubungkan QNAP NAS Anda langsung ke Internet membuatnya dapat dijangkau oleh siapa saja di dunia. Dengan memanfaatkan situs web tertentu, seperti Shodan, dan botnet, penyerang dapat dengan mudah menemukan perangkat Anda dan meluncurkan serangan ke arah Anda. Metode koneksi yang kami rekomendasikan Jika QNAP NAS Anda tidak berada di bawah pengaruh Qlocker, kami sangat menyarankan agar Anda memeriksa bagaimana QNAP NAS Anda terhubung ke Internet, dan membuat perubahan jika salah satu metode yang disebutkan di atas digunakan. Melakukannya akan secara signifikan mengurangi kemungkinan QNAP NAS Anda dihubungi oleh orang yang tidak berwenang atau penyerang dari Internet. Sebaiknya QNAP NAS Anda tetap berada di belakang router dan firewall Anda, tanpa alamat IP publik. Anda harus menonaktifkan penerusan port manual, penerusan port otomatis (UPnP, Universal Plug and Play), dan zona demiliterisasi (DMZ) untuk QNAP NAS dalam konfigurasi router Anda. Alih-alih, aktifkan fungsi server VPN untuk router Anda. Saat Anda memerlukan akses ke QNAP NAS dari Internet, sambungkan terlebih dahulu ke server VPN di router Anda, lalu sambungkan ke QNAP NAS Anda. Anda juga dapat menggunakan layanan myQNAPcloud Link yang disediakan oleh QNAP untuk mengakses QNAP NAS Anda. Namun transmisi bisa sedikit lebih lambat karena lalu lintas diteruskan. Metode koneksi alternatif lainnya termasuk mengaktifkan server VPN di QNAP NAS (dengan menginstal aplikasi Layanan QVPN ) atau menerapkan QuWAN , solusi SD-WAN yang diperkenalkan oleh QNAP. Jika Anda melakukannya, Anda masih perlu membuka sejumlah kecil port jaringan ke Internet. Jadi, kami menyarankan Anda mengambil langkah-langkah tambahan yang tercantum di bawah ini untuk lebih mengamankan QNAP NAS Anda. Tindakan yang harus diambil Jika Anda NAS harus terhubung langsung ke Internet Jika, atas kebijaksanaan masing-masing pengguna, QNAP NAS terhubung langsung ke Internet, kami merekomendasikan langkah-langkah berikut untuk memperkuat perangkat Anda dan mengurangi kemungkinan ditembus: Letakkan QNAP NAS di belakang router dan firewall Anda. Jangan biarkan QNAP NAS mendapatkan alamat IP publik. Jangan gunakan UPnP dan DMZ. Disarankan untuk mematikan UPnP di QNAP NAS juga. Atur penerusan port secara manual di konfigurasi router Anda hanya untuk port jaringan yang diperlukan oleh layanan QNAP NAS tertentu. Hentikan atau nonaktifkan layanan, seperti Telnet, SSH, server web, server SQL, phpMyAdmin, dan PostgreSQL, saat tidak digunakan. Ubah nomor port eksternal (sisi Internet) default, seperti 21, 22, 80, 443, 8080 dan 8081, menjadi yang disesuaikan (acak). Misalnya, ubah 8080 menjadi 9527. Gunakan hanya koneksi HTTPS terenkripsi, atau jenis koneksi aman lainnya (SSH, dll.). Instal QuFirewall di QNAP NAS Anda dan batasi alamat IP yang diizinkan ke wilayah atau subnet tertentu. Siapkan akun administrator baru, dan nonaktifkan akun admin default. Gunakan kata sandi yang kuat untuk semua pengguna NAS, termasuk akun administrator baru yang baru saja Anda buat. Konfigurasikan MFA (Verifikasi 2 Langkah) di QNAP NAS. Aktifkan OS otomatis dan pembaruan aplikasi. Pilih waktu yang paling sesuai untuk Anda tanpa mengganggu jadwal pencadangan/sinkronisasi otomatis atau tugas lainnya. Aktifkan perlindungan akses IP untuk memblokir alamat IP dengan terlalu banyak upaya login yang gagal. Penyerang terus-menerus mencari kelemahan yang dapat dieksploitasi untuk memanfaatkan agenda mereka sendiri. Akibatnya, QNAP memantau intelijen keamanan informasi terbaru untuk memberikan perincian terkini dan pembaruan perangkat lunak, memastikan keamanan data bagi pengguna. Silakan bekerja sama dengan kami dan ikuti saran dan rekomendasi yang diberikan dalam artikel ini, untuk meningkatkan ketahanan strategi perlindungan data/privasi Anda. Sumber: https://blog.qnap.com/nas-internet-connect-en/
Category: Blog
Jenis Storage Server Kantor dan Tips Memilihnya
Server adalah perangkat komputer yang digunakan untuk menyediakan layanan dan menyimpan data untuk klien dalam jaringan. Dalam perusahaan, server memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang kelancaran operasional. Salah satu komponen yang begitu penting di server, adalah storage atau tempat penyimpanannya. Apa saja jenis storage yang dipakai? Mari kita bahas ya! Server dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi bisnis, menyimpan data, dan juga digunakan sebagai gateway atau router untuk mengakses internet. Fungsi utama dari server dalam perusahaan adalah menyediakan akses data yang aman dan terpusat untuk anggota perusahaan. Data-data penting perusahaan seperti laporan keuangan, data pelanggan, dan data produk dapat disimpan pada server sehingga dapat diakses oleh anggota perusahaan yang memerlukan data tersebut. Selain itu, server juga digunakan untuk menjalankan aplikasi bisnis seperti sistem manajemen inventory, sistem manajemen proyek, dan lainnya. Jenis Storage Pada Server Storage pada server adalah sebuah komponen penting yang digunakan untuk menyimpan data yang digunakan oleh server. Ada beberapa jenis storage yang dapat digunakan pada server, diantaranya Hard Disk Drive (HDD), Solid State Drive (SSD), Network Attached Storage (NAS), dan Storage Area Network (SAN). Hard Disk Drive (HDD) merupakan jenis storage yang paling umum digunakan pada server. Keuntungan dari HDD adalah harganya yang relatif murah dan kapasitas penyimpanannya yang besar. Namun, HDD memiliki kelemahan dalam hal kecepatan akses data yang lebih rendah dibandingkan jenis storage lainnya. Solid State Drive (SSD) adalah jenis storage yang lebih cepat dibandingkan HDD dan memiliki umur pakai yang lebih panjang. Keuntungan lainnya adalah SSD juga memiliki latensi yang lebih rendah dibandingkan HDD. Namun, SSD lebih mahal dibandingkan HDD. Network Attached Storage (NAS) adalah jenis storage yang dapat diakses secara jaringan. NAS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer dalam jaringan yang sama. NAS merupakan pilihan yang baik untuk perusahaan yang membutuhkan akses data yang mudah diakses dari berbagai lokasi. Storage Area Network (SAN) adalah jenis storage yang digunakan untuk menyimpan data secara dedicated dan diakses melalui jaringan. SAN sangat cocok digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan akses data yang cepat dan tingkat keandalan yang tinggi. Pilihan jenis storage yang digunakan pada server tergantung pada kebutuhan aplikasi yang dijalankan dan juga anggaran yang tersedia. Kombinasi server dan storage yang tepat dapat memastikan kelancaran operasional perusahaan dan juga menjamin keamanan data perusahaan. Cara Memilih Storage yang Cocok Memilih storage yang cocok untuk server perusahaan adalah hal yang penting untuk menjamin kelancaran operasional perusahaan dan juga menjamin keamanan data perusahaan. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih storage yang cocok untuk server perusahaan. Pertama, harus dipertimbangkan jenis aplikasi yang akan dijalankan pada server. Jika aplikasi yang dijalankan membutuhkan akses data yang cepat, maka storage berbasis Solid State Drive (SSD) adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan Hard Disk Drive (HDD). Namun, jika anggaran yang tersedia terbatas, maka HDD masih dapat menjadi pilihan yang baik karena harganya relatif murah dan kapasitas penyimpanannya yang besar. Kedua, harus dipertimbangkan jumlah data yang akan disimpan pada server. Jika jumlah data yang akan disimpan cukup besar, maka Network Attached Storage (NAS) atau Storage Area Network (SAN) adalah pilihan yang lebih baik. Namun, jika jumlah data yang akan disimpan tidak begitu besar, maka HDD atau SSD masih dapat menjadi pilihan yang baik. Ketiga, harus dipertimbangkan keamanan data yang akan disimpan pada server. Jika data yang akan disimpan merupakan data yang penting dan sensitif, maka RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) atau backup data harus dipertimbangkan. RAID dapat digunakan untuk menyimpan data pada beberapa disk sekaligus sehingga jika salah satu disk rusak, data masih dapat diakses dari disk lainnya. Sedangkan backup data digunakan untuk menyimpan salinan data pada lokasi yang berbeda sehingga jika data hilang dapat di restore kembali. Keempat, harus dipertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan untuk storage. Pertimbangan ini harus meliputi biaya pembelian dan biaya pemeliharaan storage. Pilihan storage yang sesuai dengan anggaran yang tersedia harus dipertimbangkan untuk menjamin kelancaran operasional perusahaan. Memilih storage yang cocok untuk server perusahaan adalah hal yang penting untuk menjamin kelancaran operasional perusahaan dan juga menjamin keamanan data perusahaan. Pertimbangan yang harus diperhatikan dalam memilih storage adalah jenis aplikasi yang akan dijalankan, jumlah data yang akan disimpan, keamanan data, dan biaya yang akan dikeluarkan
NAS dan Kegunaannya dalam Bisnis Anda
Penyimpanan data tentunya merupakan hal yang sangat esensial dalam operasional kantor. Salah satu media yang sering dipakai untuk penyimpanan tersebut adalah Network Attached Storage atau yang lebih kita kenal dengan NAS. Bagaimana kegunaan sebuah NAS dalam bisnis? Lalu seperti apa cara kerjanya? selengkapnya pada artikel di bawah ini! Pengertian NAS NAS (Network Attached Storage) adalah perangkat penyimpanan yang terhubung ke jaringan komputer dan dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan tersebut. NAS biasanya terdiri dari beberapa hard drive yang terkonfigurasi dengan RAID untuk memberikan tingkat keamanan dan redundansi yang lebih tinggi. NAS digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama. NAS biasanya diinstal di lokasi yang terpisah dari komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan, sehingga data dapat diakses dari jarak yang jauh dengan menggunakan protokol jaringan seperti SMB (Server Message Block) atau NFS (Network File System). NAS biasanya dianggap sebagai alternatif yang lebih efisien dan mudah digunakan dibandingkan dengan menggunakan server komputer untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat. NAS juga biasanya memiliki fitur-fitur tambahan seperti backup data, manajemen user dan hak akses, dan lainnya. Jumlah Hard Drive dalam sebuah NAS Jumlah hard drive dalam sebuah NAS tergantung pada konfigurasi perangkat tersebut. NAS biasanya terdiri dari beberapa hard drive yang terkonfigurasi dengan RAID (Redundant Array of Independent Disks) untuk memberikan tingkat keamanan dan redundansi yang lebih tinggi. RAID adalah teknologi yang menggunakan beberapa hard drive untuk menyimpan data secara bersama-sama dengan tujuan meningkatkan kecepatan akses, meningkatkan keandalan, atau keduanya. Ada beberapa tipe RAID yang biasa digunakan, di antaranya adalah: RAID 0: Menggunakan beberapa hard drive secara bersama-sama untuk meningkatkan kecepatan akses data, tetapi tidak memberikan redundansi. RAID 1: Menggunakan dua hard drive yang saling mirroring (menyalin) satu sama lain, sehingga jika salah satu hard drive gagal, data masih dapat diakses dari hard drive yang lain. RAID 5: Menggunakan tiga atau lebih hard drive dengan sistem distribusi data dan parity (kecocokan) untuk menyimpan data secara bersama-sama, sehingga jika salah satu hard drive gagal, data masih dapat diakses dengan menghitung kembali data dari hard drive yang lainnya. RAID 6: Mirip dengan RAID 5, tetapi menggunakan dua buah parity untuk menyimpan data, sehingga jika dua hard drive gagal, data masih dapat diakses dengan menghitung kembali data dari hard drive yang lainnya. Jadi, jumlah hard drive dalam sebuah NAS tergantung pada tipe RAID yang digunakan dan kebutuhan penyimpanan data yang diinginkan. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan RAID 5 dengan tiga hard drive, maka NAS tersebut terdiri dari tiga hard drive. Namun, jika Anda menggunakan RAID 1 dengan dua hard drive, maka NAS tersebut terdiri dari dua hard drive. Perbedaan NAS dan Server NAS (Network Attached Storage) dan server komputer merupakan dua jenis perangkat penyimpanan yang memiliki kegunaan yang berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan antara NAS dan server komputer: Fungsi: NAS bertujuan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama. Server komputer, di sisi lain, bertujuan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama, serta menjalankan aplikasi yang diinstal di dalamnya. Spesifikasi: NAS biasanya tidak memiliki spesifikasi yang sekuat server komputer, karena NAS hanya bertujuan untuk menyimpan data dan memberikan akses ke data tersebut, sedangkan server komputer juga bertugas menjalankan aplikasi yang diinstal di dalamnya. Harga: NAS biasanya lebih murah dibandingkan dengan server komputer dengan spesifikasi yang sama, karena NAS tidak memerlukan spesifikasi yang sekuat server komputer untuk menjalankan aplikasi yang diinstal di dalamnya. Kegunaan: NAS lebih cocok digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama, sedangkan server komputer lebih cocok digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses oleh beberapa komputer atau perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama, serta menjalankan aplikasi yang diinstal di dalamnya. Jadi, NAS dan server komputer memiliki kegunaan yang berbeda dan cocok digunakan untuk tujuan yang berbeda pula. Anda harus mempertimbangkan kebutuhan penyimpanan data dan aplikasi yang akan dijalankan di jaringan Anda sebelum memutuskan untuk menggunakan NAS atau server komputer. Itulah tadi perbedaaan anatara NAS dan Server kantor yang dapat Anda ketahui dalam mengelola Bisnis. Segera klik kontak kami untuk mendapatkan penawaran apabila Anda membutuhkan perangkat NAS ataupun Server kantor. Dapatkan harga terbaik sekarang juga!
Merencanakan Ruang Server untuk Kebutuhan Kantor
Server merupakan elemen yang begitu penting keberadaannya dalam sebuah kantor. Dengan adanya server, berbagai macam kebutuhan seperti penyimpanan dan pemprosesan data dapat berjalan dengan lancar. Ketika sebuah kantor bertumbuh, tentu kebutuhan server akan semakin besar, dan nantinya berkembang menjadi ruang server. Untuk merencanakan ruang server untuk kebutuhan kantor, tentunya ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Untuk selengkapnya, ada di bawah ini. Alasan Sebuah Kantor Membutuhkan Server Salah satu alasan utama memasang server di kantor adalah untuk menyimpan, memproses, dan mengelola data dan informasi penting yang digunakan oleh perusahaan. Server juga dapat membantu dalam hal pengelolaan jaringan komputer di kantor, memungkinkan para pengguna untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi secara efisien. Selain itu, server juga dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, seperti sistem pengelolaan kontak pelanggan, sistem pemesanan produk, dan lain sebagainya. Dengan memasang server di kantor, perusahaan dapat mengontrol dan mengelola akses ke data dan informasi yang disimpan di server, serta menjamin keamanan dan integritas data tersebut. Bagaimana menyusun ruang server untuk di kantor? Untuk menyusun ruang server di kantor, pertama-tama Anda perlu menentukan berapa banyak server yang akan digunakan dan berapa banyak ruang yang tersedia. Setelah itu, Anda perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban untuk memastikan bahwa server akan berfungsi dengan baik. Selain itu, Anda juga perlu memastikan bahwa ruang server memiliki listrik yang cukup dan sistem pendingin udara yang efektif. Jika Anda memiliki anggaran yang memadai, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk menyewa sebuah ruang server yang sudah dilengkapi dengan fasilitas yang dibutuhkan. Bagaimana menghitung kebutuhan Server Untuk menghitung kebutuhan server di kantor, pertama-tama Anda perlu mempertimbangkan jumlah pengguna, jumlah aplikasi yang akan dijalankan, dan tingkat trafik yang diharapkan. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan kebutuhan ruang penyimpanan data dan kemampuan server dalam menangani beban kerja yang diharapkan. Setelah mengumpulkan informasi ini, Anda dapat menghitung kebutuhan server dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Jumlah server yang dibutuhkan = (Jumlah pengguna x Jumlah aplikasi yang dijalankan) / (Kapasitas server per aplikasi x Persentase penggunaan server) Contoh: Jika Anda memiliki 200 pengguna, akan menjalankan 10 aplikasi, dan setiap server dapat menangani 20 pengguna per aplikasi dengan penggunaan server sebesar 80%, maka Anda akan membutuhkan (200 x 10) / (20 x 80%) = 25 server. Ingat bahwa rumus di atas hanya merupakan panduan dan kebutuhan server akan bervariasi tergantung pada kondisi spesifik kantor Anda. Oleh karena itu, disarankan untuk meminta saran dari vendor server atau konsultan teknologi informasi yang berpengalaman untuk memastikan bahwa Anda memilih server yang sesuai dengan kebutuhan kantor Anda. Kegunaan Server di Kantor Server di kantor berguna untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan akses ke berbagai data dan aplikasi yang diperlukan oleh para pengguna di kantor. Server juga bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi yang membutuhkan kapasitas pemrosesan yang lebih besar, sehingga membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas di kantor. Sebagai contoh, server dapat digunakan untuk menyimpan data karyawan, mengelola sistem pembayaran gaji, atau menyediakan akses ke aplikasi pengelolaan dokumen.
Perbedaan HDD dan SSD sebagai penyimpanan
Hardisk atau yang kita kenal juga dengan HDD adalah perangkat keras pada komputer desktop maupun laptop yang digunakan untuk menjadi media penyimpanan. Kini ukuran kapasitasnya makin beragam dan makin besar. Satu dekade lalu, kapasitas pada hardisk hanya mecapai 250 hingga 500 GB. Kini Anda dapat menemukan hardisk dengan kapasitas 10 TB di pasaran. Jumlah kapasitas yang makin besar ditunjang oleh kapasitas file. Game-game keluaran terbaru juga memiliki kapasitas yang sangat besar. Mungkin untuk satu game yang keluar belakangan ini sama dengan 50 game yang keluar 1 hingga dua dekade lalu. Perbedaan HDD dan SSD 1. Ukuran dan Bobot Pada dasarnya, material dan komponen yang terdapat pada hardisk berbeda dengan SSD. Untuk menyimpan data hardisk menggunakan piringan magnet. Sedangkan SSD menggunakan sebuah chip. Hal ini sudah jelas membuat hardisk memiliki ukuran yang lebih besar dan bobot yang lebih berat. SSD memiliki ukuran 2.5 inci sedangkan hardisk memiliki ukuran 3.5 inci. 2. Efek yang Ditimbulkan Hal lain yang membedakan HDD dan SSD adalah efek yang ditimbulkan oleh keduanya. Konsumsi daya hardisk lebih tinggi dari pada Solid State Drive. Tak hanya itu saja, panas yang ditimbulkan oleh HDD lebih tinggi juga. Selain itu, karena HDD masih menggunakan piringan, hal ini membuat HDD lebih berisik dibandingkan SSD. Baca Juga Harga Kamera DSLR Canon Dibawah 3 Juta Terbaru 2021 3. Prinsip Kerja Proses pengolahan data pada hardisk terjadi karena hubungan timbal balik antara aktivitas mekanik elektrik dimana piringan diputar oleh motor. Sedangkan pada SSD, karena tidak adanya piringan seperti yang ada pada hardisk, proses penulisan dan pembacaan data dilakukan seperti yang terjadi pada memori RAM dan flashdisk yakni dilakukan secara elektrik. 4. Kecepatan Membaca dan Menulis Data Perbedaan yang paling mencolok dari keduanya adalah SSD memiliki kecepatan proses booting yang lebih cepat daripada HDD. Hal ini dapat terjadi karena tidak seperti HDD yang menggunakan piringan untuk membaca dan menulis data, chip yang disematkan pada teknologi ini mampu membaca dan menulis data lebih cepat. 5. Durability Perbedaan HDD dan SSD lain adalah durabilitasnya. Yang hebat dari SSD adalah segi ketahannya. Durabilitas yang dimiliki oleh SSD lebih tinggi dibanding dengan SSD. Hal ini juga karena komponen-komponen yang ada pada SSD. Pada hardisk konvensional, piringan yang berfungsi untuk membaca dan menulis data sangat sensitif. Oleh karena itu, Anda harus menjaganya dari benturan dan merawatnya dengan baik. 6. Kapasitas dan Fragmentasi Kini, kapasitas hardisk mencapai 10 TB. Anda dapat menyimpan banyak data di dalam hardisk. Namun ketika hardisk Anda mulai penuh, file-file yang Anda simpan di dalam hardisk akan terpencar dan terfragmentasi. Hal ini dapat menurunkan kinerja hardisk Anda. Untuk memulihkannya Anda harus melakukan defragmentasi. Jika menggunakan HDD Anda akan mengalami terfragmentasi, pada SDD, Anda tidak perlu khawatir akan data yang terfragmentasi. Data-data yang Anda simpan akan masuk ke dalam micro chip. Memang hardisk memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan oleh SSD, namun kinerja Solid State Drive lebih cepat. Menurut kami sebaiknya Anda memiliki keduanya yang mana SSD digunakan untuk menyimpan sistem operasi dan hardisk untuk menyimpan data-data dengan kapasitas besar seperti game, dan software-software lainnya. Baca Juga 5 Penanak Nasi / Rice Cooker Terbaik Kapasitas Besar & Murah 7. Harga Bila Anda lihat dipasaran, harga Solid State Drive jauh lebih mahal daripada hardisk. Untuk 1 TB-nya saja, Solid State Drive merk apa saja memiliki harga yang 2 kali hingga 3 kali lebih mahal hardisk. Jika budget Anda terbatas dan Anda ingin membeli Solid State Drive yang digunakan untuk menginstal sistem operasi, kami sarankan belilah SS
Cloud Storage, Pengertian dan Kegunaannya
Sekarang bukan zamannya lagi hanya mengandalkan hardisk dan flashdisk sebagai media penyimpanan data. Semenjak perkembangan internet semakin melesat, media penyimpanan kini menawarkan alternatif baru yaitu cloud storage. Media penyimpanan cloud storage ini berkaitan erat dan sangat mengandalkan jaringan internet. Pengertian adalah hal pertama yang perlu dipahami. Tanpa memahami pengertiannya, sulit untuk mengetahui cara kerja secara menyeluruh. Jika perlu dijabarkan, cloud storage adalah media penyimpanan berbasis online. Dengan itu, koneksi internet dibutuhkan ketika hendak melakukan akses pada file di dalamnya. Sebenarnya, keberadaan media ini masih sangat baru. Namun karena kemudahan yang ditimbulkan, jumlah peminatnya berkembang pesat. Sebenarnya untuk memahami kemudahan tersebut, cara kerja cloud storage perlu diketahui secara detail. Namun untuk mempermudah, mari membuat sebuah perbandingan. Sebelumnya, proses penyimpanan file dilakukan secara offline. Karena dilakukan secara offline, perangkat keras sangat dibutuhkan untuk menyimpannya. Ketahanan perangkat keras tentu memiliki batas waktu. Oleh sebab itu, file akan ikut mengalami kerusakan apabila perangkatnya juga rusak. Kondisi berbeda akan terlihat apabila cloud storage digunakan. File tidak akan disimpan pada perangkat pribadi. Namun, file tersebut akan disimpan pada komputer server. Komputer server sendiri akan dikelola oleh pihak provider. Tentu, provider sudah memahami secara detail tentang cara melakukan perawatan pada perangkat keras. Dengan itu, keamanan file menjadi lebih terjamin. Sebagai media penyimpanan online, cloud storage menawarkan berbagai kelebihan yang sangat menguntungkan Anda. Informasi rinci mengenai cloud storage dan keunggulannya dibandingkan media penyimpanan offline dapat Anda simak lewat artikel berikut ini. Apa Itu Cloud Storage? Cloud storage adalah media penyimpanan file berbasis online atau digital yang mengandalkan koneksi internet untuk akses data. Cloud storage adalah terobosan baru dalam dunia storage atau penyimpanan data yang menonjolkan banyak kelebihan jika dibandingkan dengan media simpan offline seperti hardisk dan flashdisk. Jadi, data yang disimpan ke dalam cloud storage akan disimpan di sejumlah server yang dikelola oleh pihak penyedia layanan atau yang biasa disebut hosting. Menyimpan file menggunakan cloud storage kini lebih diminati karena berbagai alasan. Anda tidak perlu khawatir dengan serangan virus atau ada kerusakan seperti yang bisa terjadi saat Anda menyimpan file melalui hardisk atau flashdisk. Selain itu, karena seluruh data disimpan ke dalam server, keamanannya pun lebih terjamin dan tidak mungkin hilang. Data yang Anda simpan juga dapat diakses sewaktu-waktu. Ditambah lagi data juga dapat Anda akses melalui perangkat gadget apa saja asalkan terkoneksi dengan internet. Layanan penyimpanan data menggunakan cloud storage bisa Anda dapatkan secara gratis dengan kapasitas yang sudah ditentukan. Apabila menginginkan ruang penyimpanan yang lebih besar, Anda bisa menggunakan layanan cloud storage berbayar sesuai dengan kebutuhan. Perkembangan cloud storage pun saat ini bekembang sangat pesat. Beberapa contoh media cloud storage yang sangat populer saat ini adalah Google Drive, iCloud, OneDrive dan Dropbox. Cara Kerja Cloud Storage Proses penyimpanan data ke media penyimpanan cloud storage dapat diartikan dengan mengirim salinan ke penyedia layanan cloud atau hosting lewat jaringan internet. Selanjutnya, server akan memberikan Anda akses untuk mendownload atau melakukan perubahan saat Anda ingin membuka data-data Anda tersebut. Biasanya layanan cloud storage ini tidak hanya mengandalkan satu server saja. Sebagian besar aplikasi pada cloud storage juga tidak perlu melakukan instalasi karena sudah terpasang pada media internet, misalnya adalah Google Drive. Anda hanya perlu menyiapkan koneksi internet dan membuat akun untuk bisa menggunakan Google Drive. Seperti yang kita ketahui bahwa Google Drive ini dibawa oleh salah satu perusahaan besar yakni Google Inc maka yang bertindak sebagai server adalah pihak Google itu sendiri. Keuntungan Menggunakan Cloud Storage Nah, setelah Anda mempelajari pengertian serta cara kerja dari cloud storage sekarang saatnya Anda mengetahui apa saja keuntungan yang bisa diperoleh jika memilihnya. Dengan menggunakan cloud storage resiko kerusakan atau kehilangan data sangat kecil sebab data disimpan oleh hosting ke dalam server. Pemakaian cloud storage juga tidak membutuhkan perangkat keras, karena cloud storage hanya mengandalkan koneksi internet untuk bisa mengaksesnya. Sekarang ini banyak media penyimpanan online yang tidak dipungut biaya, sehingga secara finansial sangat membantu Anda untuk menghemat budget. Cloud storage juga merupakan media penyimpanan yang ramah lingkungan karena tidak membutuhkan perangkat sehingga tidak akan meninggalkan limbah.
Solusi Infrastruktur IT yang Gesit, HPE SimpliVity HCI
Dunia digital sedang mengalami pergeseran seismik dari data center. Lantaran banyakanya data yang dihasilkan dan disimpan di edge. Kini Infrastruktur IT seperti HPE SimpliVity HCI bertugas untuk membangun infrastruktur jarak jauh. Yang lebih gesit pada perusahaan dalam berbagai skala. Saat ini, bisnis ritel, bank, rumah sakit, perusahaan energi, dan institusi pendidikan semuanya menangkap dan mengakses data real-time. Hal ini untuk mengotomatiskan operasi, membuat keputusan bisnis yang lebih baik, dan meningkatkan hasil. Gagasan tentang “pusat” data semakin memudar karena data semakin banyak dibuat di tempat terjadinya bisnis. Di dunia yang serba cepat, pengguna menuntut agar aplikasi lebih dekat dengan data dan data lebih dekat ke aplikasi. Sehingga tidak masuk akal jika daya komputasi dan kapasitas penyimpanan terbatas pada lokasi pusat. Infrastruktur IT didorong semakin ke edge, berkembang menjadi ranah data dan perangkat yang samar dan saling berhubungan yang dapat berada di mana saja. Di lantai produksi, di mobil, di anjungan minyak, atau di telapak tangan Anda. Dan dunia digital ini sedang berkembang. Beberapa analis memperkirakan bahwa 75% dari semua data perusahaan akan berada di edge pada tahun 2025. IDC memperkirakan 25% dari semua pemrosesan data akan terjadi di sana. Realitas yang baru ditemukan ini memberi kesempatan bagi organisasi untuk lebih dekat. Dengan pelanggan dan pekerja jarak jauh, serta memanfaatkan dan memahami data dari sumbernya. Pada saat yang sama, hal ini menantang mereka untuk menyimpan dan mengelola peningkatan jumlah data secara efisien di jangkauan jauh lingkungan Infrastruktur IT mereka. Ketangkasan dan Skalabilitas – Tanpa Kelambatan Kinerja Pergeseran ke edge menghadirkan serangkaian tantangan dan peluang unik untuk pertumbuhan yang bergantung pada skalabilitas, efisiensi, dan ketersediaan infrastruktur. Baik Anda menerapkan solusi edge untuk pertama kalinya atau memperbarui infrastruktur yang sudah usang. Anda perlu melindungi data dan membuatnya selalu tersedia, untuk memastikan kelangsungan bisnis di semua lokasi. Untuk mengatasi masalah ruang fisik dan kurangnya sumber daya Infrastruktur IT lokal, solusi edge harus kompak dan harus memungkinkan manajemen jarak jauh terpusat di beberapa lokasi. Dan infrastruktur situs edge harus mudah diskalakan untuk menyesuaikan dengan perubahan permintaan yang cepat. Jadi mengapa tidak melihat ke cloud? Karena, seperti yang telah ditemukan banyak perusahaan, lingkungan cloud menimbulkan serangkaian tantangan mereka sendiri. Meskipun cloud memang menawarkan kesederhanaan, skalabilitas, dan kelincahan, ada kekurangan untuk memanfaatkannya untuk lingkungan edge. Dengan data yang terus-menerus bolak-balik ke cloud, pengguna akhir pasti akan mengalami lag, dan biaya yang keluar dapat bertambah dengan cepat. Organisasi TI juga harus waspada terhadap masalah penguncian vendor dan konflik kompatibilitas antara cloud publik dan infrastruktur lokal. Untuk mengimbangi laju perubahan yang cepat, Anda memerlukan solusi lokal berkinerja tinggi, hemat biaya, dengan ketangkasan dan skalabilitas cloud. Infrastruktur hyperconverged (HCI) mungkin merupakan pilihan terbaik. Infrastruktur IT Hyperconverged untuk Tantangan Baru HCI sangat cocok untuk penerapan edge karena kesederhanaan, keandalannya, dan – dalam beberapa kasus – sangat efisien. Kombinasi dari integrasi komponen perangkat keras yang ketat dan arsitektur tervirtualisasi membuat solusi hyperconverged ideal untuk edge. Menurut penelitian 451 Voice of the Enterprise1, 9% pengguna saat ini menerapkan HCI di edge. Selama tiga tahun ke depan, angka ini diperkirakan akan tumbuh lebih dari 2X lipat, naik menjadi 21%. Manfaat HCI meliputi: Small Footprints. Alat HCI all-in-one yang terkonsolidasi membutuhkan ruang yang jauh lebih sedikit daripada arsitektur 3-tingkat tradisional dan menawarkan banyak kemampuan yang sama. Simple Data Management. Otomatisasi dan orkestrasi membuat manajemen edge menjadi mudah dengan staf TI yang terbatas. VM-Centric Operations. Manajemen beban kerja VM melalui satu panel kaca dengan mudah mengalokasikan sumber daya di seluruh pusat data dan beberapa situs. Easy Scalability. Skala tanpa gangguan hanya dengan menambahkan node baru saat organisasi tumbuh. Tetapi solusi ini memiliki keterbatasan. Sepopuler platform hyperconverged, banyak yang tidak tangguh, efisien, atau cukup gesit untuk mendukung pertumbuhan data yang cepat di beberapa situs jarak jauh. Untuk itu, Anda membutuhkan HCI yang dioptimalkan untuk edge. HCI yang dioptimalkan untuk edge memberikan kecepatan, efisiensi, dan ketahanan Organisasi IT memerlukan solusi hyperconverged yang dibuat untuk mengakomodasi aplikasi dan data yang tumbuh secara eksponensial. HPE SimpliVity adalah HCI yang dioptimalkan untuk edge yang memberikan pengalaman sederhana dari alat hyperconverged dengan tingkat kinerja, kelincahan. Visibilitas baru ke dalam kumpulan sumber daya fleksibel yang diperlukan untuk menjalankan beban kerja aplikasi. Solusi ringkas dan lengkap ini menangani persyaratan khusus seperti ketersediaan tinggi hanya dalam dua node; terpusat, manajemen jarak jauh multi-site untuk ratusan site; dan orkestrasi DR otomatis yang disederhanakan untuk pemulihan bencana di luar lokasi. Layanan data perusahaan dan kecerdasan buatan membantu bisnis memperoleh nilai tambahan dari data, memotivasi banyak organisasi untuk mengganti sistem lama dengan platform HPE hyperconverged. Raksasa balap Formula One Aston Martin Red Bull Racing baru-baru ini memanfaatkan kesempatan untuk memodernisasi Infrastruktur IT edge mereka dengan HPE SimpliVity HCI yang cepat dan tangguh. Tim balap bergantung pada TI untuk memberikan data yang tepat dengan kinerja tinggi untuk segala hal mulai dari dukungan trek di lokasi hingga desain kendaraan di lokasi produksi inti. Ruang trackside merupakan tantangan dan tidak ada waktu untuk pemadaman listrik. Dengan HPE SimpliVity, tim telah meningkatkan kecepatan penerapan sebesar 4X lipat dan dapat menyiapkan sistem HCI dalam waktu kurang dari seperempat waktu sistem lama mereka. Penghematan waktu memungkinkan teknisi untuk bekerja dari lintasan lebih awal, mengoptimalkan produktivitas. Karena pembuatan dan pemrosesan data terus bergeser ke edge, HPE SimpliVity yang sangat efisien memungkinkan bisnis seperti Aston Martin Red Bull Racing untuk merampingkan Infrastruktur IT TI, mendorong peningkatan produktivitas dan kelincahan. Dengan manajemen yang sederhana dan cerdas, perlindungan data bawaan, dan penskalaan yang mudah, solusi HCI yang dioptimalkan untuk edge adalah pilihan alami untuk edge. Apabila Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi tim product specialist kami.
Kebiasaan yang Menyehatkan Storage
Bagi banyak dari kita, memiliki resolusi Tahun Baru yang mencakup kesehatan dan kebugaran. Bagus, sih. Tapi, jangan lupa untuk menerapkannya tanpa lupa. Tahun ini, bagaimana kalau membuat resolusi Tahun Baru yang bisa Anda pertahankan? Fokus pada kesehatan storage Anda. Pastikan sistem Anda dalam kondisi prima. NetApp® Active IQ® Digital Advisor siap membantu. Produk Active IQ akan menyederhanakan perawatan proaktif dan mengoptimalkan storage Anda. Dengan menggunakan AIOps untuk mengungkap faktor risiko dan merekomendasikan tindakan untuk meningkatkan ketersediaan, keamanan, dan kinerja sistem. Hasilnya? Storage yang sehat. Resolusi Tahun Baru sudah diputuskan. Mari simak cara kerjanya. Kecerdasan yang bisa ditindaklanjuti Setiap hari, Active IQ menerima data telemetri dari ratusan ribu sistem di seluruh dunia, menambah data lake multipetabyte yang memproses triliunan titik data setiap bulan. Dengan basis terpasang masif yang mendukung beragam kasus penggunaan, Fitur ini memiliki kumpulan data yang sangat kaya untuk AIOps. Active IQ terus-menerus menilai data ini, menggunakan analitik prediktif dan algoritme pembelajaran mesin untuk mengungkap faktor risiko dan peluang untuk meningkatkan kesehatan, ketersediaan, dan keamanan sistem. Saat potensi masalah teridentifikasi, ia dapat mengambil tindakan segera atau memberikan panduan untuk memulihkan risiko atau mengoptimalkan konfigurasi. Perawatan dan Pengoptimalan Proaktif Benjamin Franklin pernah mengatakan: “Satu ons pencegahan bernilai satu pon penyembuhan”. Produk ini dapat membantu Anda mengatasi potensi masalah sebelum menjadi masalah aktual yang memengaruhi bisnis Anda. Active IQ selalu mencari kesalahan konfigurasi, kerentanan keamanan, firmware usang, perangkat keras yang rusak, dan faktor risiko lainnya. Itu mengawasi sistem yang mencapai kinerja atau batas kapasitas karena pertumbuhan yang tidak terduga atau cepat. Apa pun yang dapat membahayakan ketersediaan, keamanan, atau kinerja sistem akan mendapat perhatian dan tindakan. Jika Anda ingin lebih proaktif, Active IQ dapat menunjukkan seberapa baik sistem Anda selaras dengan indikator kinerja yang diketahui. Penilaian health check baru memberikan skor kesehatan yang dikategorikan, analisis lingkungan Anda, dan rekomendasi untuk meningkatkan waktu operasional, performa, dan keamanan sistem. Tingkatkan dengan percaya diri Salah satu cara termudah untuk mencapai storage yang sehat adalah dengan memastikan bahwa kode Anda adalah yang terbaru. Upgrade segera untuk memperbaiki bug, meningkatkan ketahanan, menghilangkan kerentanan keamanan, memperkenalkan fitur baru, dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Active IQ memastikan bahwa peningkatan berjalan dengan lancar. Fitur ini dapat membuat rekomendasi, menyoroti manfaat, memeriksa interoperabilitas, dan menyediakan semua langkah dalam proses peningkatan. Pembaruan firmware bahkan lebih mudah dengan buku pedoman Ansible yang sepenuhnya mengotomatiskan prosesnya. Operasi storage yang disederhanakan Seperti penasihat yang baik, Active IQ terus memberi Anda informasi dan sangat efisien. Hal ini memberikan visibilitas konstan ke dalam kesehatan lingkungan Anda, memberi tahu Anda saat perhatian diperlukan, dan memberi Anda panduan yang jelas untuk tindakan apa pun yang perlu Anda ambil. Ini bisa berupa pembaruan firmware otomatis, atau langkah-langkah untuk memulihkan risiko, mengoptimalkan konfigurasi, atau bersiap untuk peningkatan. 90% pelanggan mengatakan bahwa Active IQ menghemat setidaknya beberapa jam waktu admin setiap minggu. Kita semua memiliki cara komunikasi yang disukai, jadi produk ini memberikan peringatan, wawasan, dan panduannya dalam format yang paling sesuai untuk Anda. Ada UI web untuk visibilitas yang berfitur lengkap tentang kesehatan sistem, tindakan terbaik berikutnya, peningkatan versi, dan banyak lagi. Aplikasi seluler Active IQ terus menginformasikan Anda saat Anda dalam perjalanan. Layanan API dan buku pedoman yang mungkin memungkinkan Anda untuk secara terprogram mengintegrasikan rekomendasi fitur ini langsung ke dalam DevOps atau alur kerja manajemen perubahan. Anda juga dapat menemukan peringatan dan panduan Active IQ di NetApp Cloud Manager, NetApp Cloud Insights, dan Active IQ Unified Manager. Sederhana, kesehatan storage cerdas dengan Active IQ Menjadi proaktif tentang kesehatan storage itu cerdas. Menemukan waktu untuk itu adalah cerita lain. Active IQ memudahkan untuk menjaga resolusi Tahun Baru dan mencapai kesehatan storage yang optimal. Fitur ini tersedia untuk semua pelanggan NetApp yang memiliki kontrak active support (fitur bervariasi berdasarkan produk dan tingkat dukungan). Jika Anda sudah memiliki SSO, Anda dapat masuk dan memulai sekarang. Atau hubungi kami untuk mempelajari lebih lanjut. Artikel original dapat dilihat di sini.
10 Tips NAS Synology untuk Melindungi Data Anda
Tulisan ini diterjemahkan dari sini. Apakah Anda menggunakan produk dan perangkat Synology? kami telah menyiapkan 10 tips keamanan data untuk membantu Anda mengamankan perangkat Synology dari kejahatan online. Beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan peningkatan dramatis dalam ancaman keamanan siber. Menurut laporan The New York Times, lebih dari 200.000 organisasi diserang dengan ransomware pada 2019, naik 41% dari tahun sebelumnya. Untuk membantu Anda melindungi diri sendiri, kami telah menyusun daftar setelan keamanan data yang penting namun sering diabaikan. Di bagian akhir kami telah menyertakan bonus tips yang dapat membantu Anda memastikan integritas data – pilar lain dari perlindungan data. Catatan: Sebagian besar pengaturan yang tercantum di bawah ini hanya dapat diakses dan diubah oleh akun pengguna dengan hak administratif. Tip 1: Tetap up to date dan aktifkan notifikasi Kami merilis update DSM secara teratur untuk memberikan peningkatan fungsional dan performa, juga untuk mengatasi kerentanan keamanan produk. Setiap kali kerentanan keamanan muncul, Tim Product Security Incident Response (PSIRT) dari Synology akan melakukan penilaian dan investigasi dalam 8 jam dan merilis patch dalam 15 jam ke depan untuk membantu mencegah potensi kerusakan dari serangan zero-day. Untuk sebagian besar pengguna, kami sangat menyarankan agar Anda menyiapkan pembaruan otomatis agar pembaruan DSM terbaru dapat terinstal secara otomatis. * Banyak perangkat Synology memiliki opsi untuk menjalankan Virtual DSM di dalam Virtual Machine Manager, untuk membuat versi virtual dari sistem operasi DSM. Gunakan DSM Virtual untuk membuat lingkungan staging, lalu replikasi atau coba mereproduksi lingkungan produksi Anda di dalamnya. Lakukan uji peningkatan dengan menginstal versi DSM terbaru pada DSM Virtual Anda dan verifikasi kunci fungsionalitas utama yang diperlukan penerapan Anda saat ini sebelum melanjutkan dengan pembaruan di lingkungan utama Anda. Hal penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah tetap mengetahui hal-hal yang terjadi. Atur pemberitahuan pada NAS Synology Anda dan dapatkan pemberitahuan melalui email, SMS pada ponsel Anda, atau melalui browser web Anda ketika terjadi peristiwa atau kesalahan tertentu. Jika menggunakan layanan DDNS Synology, Anda dapat memilih untuk diberi tahu ketika konektivitas jaringan eksternal hilang. Bertindak segera setelah pemberitahuan untuk volume penyimpanan kehabisan ruang, atau ketika tugas pencadangan dan pemulihan gagal adalah bagian penting untuk memastikan keamanan jangka panjang data Anda. Kami juga mendorong Anda untuk mengatur Akun Synology Anda untuk menerima NAS dan buletin security advisory kami untuk mengikuti update keamanan dan fitur terbaru. * Pembaruan otomatis hanya mendukung pembaruan DSM kecil. Pembaruan besar memerlukan penginstalan manual. Tip 2: Jalankan Security Advisor Security Advisor adalah aplikasi prainstal yang dapat memindai NAS Anda untuk masalah konfigurasi DSM umum, memberi Anda saran tentang apa yang mungkin perlu Anda lakukan selanjutnya untuk menjaga NAS Synology Anda tetap aman. Misalnya, aplikasi ini dapat mendeteksi hal-hal umum seperti membiarkan akses SSH terbuka, jika ada aktivitas log in yang tidak normal terjadi, dan jika file sistem DSM telah dimodifikasi. Tip 3: Fitur Keamanan DSM Dasar untuk Pengaturan Anda dapat mengkonfigurasi sejumlah pengaturan keamanan di Panel Kontrol> tab Keamanan untuk mengamankan akun pengguna Anda. Blokir Otomatis IP Buka Control Panel dan buka Security> Auto Block. Aktifkan Auto Block untuk secara otomatis memblokir alamat IP klien yang gagal masuk dalam waktu dan periode tertentu. Administrator juga dapat memasukkan alamat IP tertentu ke dalam daftar hitam untuk mencegah potensi serangan brute force atau denial-of-service. Konfigurasikan jumlah percobaan berdasarkan lingkungan penggunaan dan jenis pengguna yang akan dilayani perangkat Anda secara teratur. Perlu diingat bahwa sebagian besar rumah dan bisnis hanya akan memiliki satu alamat IP eksternal untuk penggunanya dan alamat IP tersebut sering kali dinamis dan akan berubah setelah beberapa hari atau minggu. Perlindungan Akun Meskipun Auto Block mem-blacklist alamat IP yang gagal dalam satu waktu saat terlalu banyak upaya autentikasi, Account Protection melindungi akun pengguna dengan memblokir akses klien yang tidak tepercaya. Buka Control Panel> Security> Account Protection. Anda dapat mengaktifkan Perlindungan Akun untuk melindungi akun dari klien yang tidak tepercaya setelah sejumlah kegagalan masuk. Ini meningkatkan keamanan DSM Anda dan mengurangi risiko akun menjadi mangsa dari serangan brute-force ke serangan yang terdistribusi. Aktifkan HTTPS Dengan diaktifkannya HTTPS, Anda dapat mengenkripsi dan mengamankan lalu lintas jaringan antara NAS Synology dan klien yang terhubung, yang melindungi dari bentuk penyadapan umum atau serangan man-in-the-middle. Buka Control Panel> Network> DSM Settings. Centang kotak untuk Secara otomatis mengalihkan koneksi HTTP ke HTTPS. Anda sekarang akan terhubung ke DSM melalui HTTPS. Di address bas, Anda akan melihat bahwa URL perangkat Anda dimulai dengan “https: //” bukan “http: //”. Perhatikan bahwa nomor port default untuk https adalah 443, sedangkan http secara default menggunakan port 80. Jika Anda memiliki firewall atau pengaturan jaringan tertentu sebelumnya, Anda mungkin perlu meng-update-nya. Tingkat Lanjut: Sesuaikan aturan Firewall Firewall berfungsi sebagai penghalang virtual yang memfilter lalu lintas jaringan dari sumber eksternal sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Buka Control Panel> Security> Firewall untuk menyiapkan aturan firewall guna mencegah login yang tidak sah dan mengontrol akses layanan. Anda dapat memutuskan apakah akan mengizinkan atau menolak akses ke port jaringan tertentu dengan alamat IP tertentu, cara yang baik untuk misalnya, mengizinkan akses jarak jauh dari kantor tertentu atau hanya mengizinkan akses ke layanan atau protokol tertentu. Tip 4: HTTPS Bagian 2 – Let’s Encrypt SSL memainkan peran kunci dalam mengaktifkan HTTPS, tetapi seringkali mahal dan sulit untuk dipertahankan, terutama untuk pengguna non-bisnis. DSM memiliki dukungan bawaan untuk Let’s Encrypt, organisasi penerbit sertifikat gratis dan otomatis, untuk memungkinkan siapa saja mengamankan koneksi mereka dengan mudah. Jika Anda sudah memiliki domain terdaftar atau menggunakan DDNS, buka Control Panel> Security> Certificate. Klik Add a new certificate > Get a certificate from Let’s Encrypt, untuk sebagian besar pengguna, Anda harus mencentang “Set as default certificate” *. Masukkan nama domain Anda untuk mendapatkan sertifikat. Setelah Anda mendapatkan sertifikat, pastikan semua lalu lintas Anda melalui HTTPS (seperti yang tercantum di Tip # 3). * Jika Anda telah menyiapkan perangkat untuk menyediakan layanan melalui beberapa domain atau sub-domain, Anda perlu mengonfigurasi sertifikat mana yang digunakan oleh setiap layanan di Control Panel > Security > Certificate > Configure Tip 5: Nonaktifkan akun admin default Nama pengguna administrator yang umum dapat membuat NAS Synology Anda rentan terhadap pihak tidak bertanggung jawab yang menggunakan serangan brute force dengan menggunakan kombinasi nama pengguna dan…
Synology Diskstation DS220+ Rekomendasi NAS Masa Kini
Network Attached Storage (NAS) merupakan media penyimpanan yang biasanya dihubungkan pada jaringan. Ini artinya bahwa seluruh data yang tersimpan di dalam NA akan bisa diakses kapanpun dan dimanapun selama Anda masih menggunakan jaringan internet. Salah satu solusi NAS masa kini rekomendasi dari qStorage Indonesia yakni Synology Diskstation DS220+. Mengapa menjadi NAS masa kini yang sangat direkomendasikan? Karena bentuk desain minumalid dan rancangan bodi sangat kokoh. Desain Synology Diskstation DS220+ Desain Synology diskstation sangatlah kokoh dengan dimensi yang ringkas. Di bagian depan NAS ada panel penutup berbahan plastic, sedangkan di sisi kanan tersedia satu port USB 3.2 Gen 1, tombol copy, dan tombol power. Desain Synology satu ini dirancang khusus dengan bentuk minimalis dan akan memudahkan dalam penggunaan. Terdapat 2 slot bay tempat pemasangan hard disk. Untuk akses ke kedua slot terseut, Anda hanya perlu melepas panel penutup yang terdapat di bagian depan NAS. Melepas maupun memasang slot bay Synology Diskstation DS220+ ini sangat mudah. Cukup menekan tombol push yang ada pada bagian atas slot, dan Anda dapat menarik keluar kedua slot bay tersebut. Untuk pemasangan hard disk pun dapat dilakukan dengan cara yang sama dan sangat mudah. Slot Bay Synology Diskstation DS220+ ini bisa dipasang hard disk SATA 3,5 inci, SSD SATA 2,5 inci dan HDD SATA 2,5 inci. Pada bagian belakang NAS ada lubang ventilasi yang dilengkapi dengan kipas pendingin, satu port USB 3.2 Gen1, dua port LAN, dan tombol reset. Proses Set Up Synology Diskstation DS220+ Sebelum menggunakan Synology Diskstation DS220+, pastikan Anda memasang hard disk pada slot bay terlebih dahulu. Hal ini berfungsi sebagai ruang penyimpanan dari data yang akan Anda simpan. Setelah memastikan hard disk dipasang, Anda sambungkan sinology diskstation DS220+ ke router melalui port LAN lalu tekan tombol power. Salah satu nilai tambah Synology versi ini yakni, proses setup NAS yang sangat mudah dan tentunya cepat. Meskipun Anda pemula, setting Synology NAS ini akan sangat mudah. Setelah tahap tersebut sudah selesai, Anda hanya perlu membuka situs find.synology.com Web assistant akan otomatis terbuka, dan Anda harus membuat akun. Proses set Up hanya perlu mengikuti panduan yang telah tersedia. Fitur Synology NAS Diskstation DS220+ Synology NAS Diskstation DS220+ menggunakan processor Intel Celeron J4025 dengan sistem RAM 2GB onboard. Jika Anda masih merasa masih kurang, Anda dapat menambah RAM pada slot satunya dengan maksimal kapasitan 4GB, jadi total 6GB. Synology NAS ini menjalankan sistem operasi terbaru DSM 7.0 yang dirilis pada juli 2021 lalu. DSM 7.0 merupakan SO yang berbasis website, jadi sangat dimudahkan karena bisa langsung digunakan melalui browser ponsel maupun PC Anda. Aplikasi yang sudah terinstal pada NAS ini yakni file station, fungsinya mirip dengan file explorer pada sistem operasi Windows yang berguna untuk pencarian file. Jadi sangat mudah digunakan. DSM 7.0 juga memiliki fitur package center, mirip seperti playstore pada mobile atau toko aplikasi. Pada fitur ini ada beberapa pilihan aplikasi yang disediakan sesuai dengan kebutuhan Anda. Contoh Video station untukaplikasi layanan streaming video, Audio station untuk streaming music atau Synology photo untuk backup foto Anda. Diskstation DS220+ ini juga memiliki fitur Quickconnect, dimana Anda bisa langsung melakukan akses sinology disktation DS220+ kapanpun dan dimanapun selama Anda memiliki koneksi internet. Selain itu, fitur menarik lainnya yakni adanya dukungan USB copy yang dapat Anda install dari package center. Fungsi USB copy ini akan mempermudah Anda untuk menyalin data yang disimpan pada flashdisk portable ke penyimpanan Synology NAS ini, dan Anda dapat mengatur secara otomatis. Anda hanya input flashdisk, hard disk portable atau pemvaca kartu memori pada port USB depan, dan Anda tekan tombol C yang terdapat diatas tombol power, maka proses backup berlangsung. Sistem ini akan sangat efektif mmbantu kinerja Anda. Performa Synology Diskstation DS220+ Synology Diskstation DS220+ ini mendukung berbagai konfigurasi RAID dari Synology Hybrid RAID, JBOD, Basic, RAID 0 dan RAID 1 dan tergolong baca tulis hard disk sinology yang cukup baik. Sudah sangat cukup memadai penyimpanan beragam file dokumen maupun multimedia. Perlu Anda catat juga bahwa, karena performa Synology NAS Diskstation DS220+ ini berbasis jaringan, maka performa juga akan bergantung pada kecepatan jaringan internet Anda. Rekomendasi Pengguna Diskstation DS220+ Desain yang minimalis dengan performa yang cukup memadai Synology NAS Diskstation DS220+ ini cocok digunakan oleh Konten Kreator, Perusahaan, Penikmat multimedia. Dua slot HDD yang disediakan dapat digunakan sebagai media penyimpanan data yang berukuran besar, serta memiliki fitur copy yang sangat cepat. Selain itu, menyediakan penyimpanan cloud untuk mempermudah pekerjaan tim pada suatu perusahaan. Dan dapat diakses oleh semua pekerja pada perusahaan. Serta tidak memiliki kendala pula dalam penyimpanan data file dengan ukuran besar. Selain itu Anda juga dapat akses dimanapun, kapanpun menggunakan smartphone maupun PC.