Tahukah Anda bahwa serangan phishing meningkat hingga 1200%? Perkembangan teknologi AI (kecerdasan buatan) ternyata memiliki dua sisi. Di satu sisi, AI membantu bisnis menjadi lebih efisien. Namun di sisi lain, AI juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyerang perusahaan. Saat ini, serangan siber berbasis AI semakin berkembang. Contohnya seperti phishing berbasis AI, penyalahgunaan akun (credential abuse), hingga ransomware yang semakin cerdas. Oleh karena itu, perusahaan perlu lebih siap dengan cara mengamankan data, menggunakan solusi backup modern, dan menerapkan strategi backup 3-2-1-1-0. Dampak Serangan Siber Berbasis AI pada Bisnis Serangan siber berbasis AI kini sudah menjadi hal yang umum. AI memiliki kemampuan belajar sendiri (self-learning) dan beradaptasi dengan cepat, sehingga bisa mempercepat proses serangan, misalnya dengan membuat email phishing atau menyisipkan kode berbahaya. 1. Phishing Berbasis AI Phishing adalah metode penipuan dengan cara mengirim email palsu agar korban memberikan informasi penting seperti password. Dulu, email phishing mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan atau terlihat mencurigakan. Namun sekarang, dengan bantuan AI, email phishing menjadi jauh lebih meyakinkan. AI bisa membuat email yang: Terlihat profesional tanpa kesalahan Disesuaikan dengan target (personalized) Menggunakan data dari LinkedIn, media sosial, atau website perusahaan Bahkan, AI bisa menyesuaikan pesan untuk setiap orang, termasuk link berbahaya yang berbeda-beda. AI juga bisa menggunakan gaya bahasa yang santai agar terlihat lebih alami. Akibatnya, email phishing berbasis AI lebih sulit dideteksi oleh sistem keamanan maupun manusia. 2. Penyalahgunaan Akun (Credential Abuse) Serangan ini terjadi ketika hacker mencoba masuk ke sistem menggunakan akun yang valid. Dulu, hacker harus menebak atau mencuri password secara manual. Sekarang, AI bisa: Memprediksi pola password Menebak variasi password berdasarkan kebiasaan pengguna Menyesuaikan percobaan login secara otomatis AI juga bisa meniru perilaku pengguna, seperti: Login pada jam tertentu Menggunakan lokasi yang terlihat normal Hal ini membuat sistem keamanan sulit mendeteksi aktivitas mencurigakan. Jika berhasil masuk, AI bisa mengakses data penting atau bahkan menyebarkan ransomware. 3. Ransomware yang Lebih Cerdas Ransomware adalah malware yang mengunci data dan meminta tebusan. Versi terbaru ransomware yang didukung AI menjadi lebih berbahaya karena: Bisa “bersembunyi” terlebih dahulu (tidak langsung menyerang) Mengamati sistem sebelum menyerang Menentukan waktu terbaik untuk menyerang (misalnya saat libur atau saat sistem sibuk) Selain itu, ransomware juga bisa: Menonaktifkan sistem keamanan Menghindari deteksi dengan mematikan diri saat dianalisis Memilih data yang paling penting untuk diserang Hal ini membuat serangan menjadi lebih terencana dan berdampak besar pada bisnis. Mengapa Ketahanan Siber Itu Penting Dengan ancaman yang semakin canggih, risiko kehilangan data dan gangguan operasional menjadi semakin tinggi. Karena itu, perusahaan harus memiliki sistem perlindungan data yang kuat agar: Data tetap aman Bisa dipulihkan dengan cepat Bisnis tetap berjalan meskipun terjadi serangan Salah satu cara terbaik adalah dengan menerapkan strategi backup 3-2-1-1-0, yaitu memastikan data memiliki banyak salinan, tersimpan di tempat yang aman, dan bisa dipulihkan tanpa error. Solusi untuk Menghadapi Ancaman AI: Synology ActiveProtect Untuk menghadapi serangan berbasis AI, perusahaan membutuhkan solusi yang tidak hanya melakukan backup, tetapi juga melindungi data secara menyeluruh. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Synology ActiveProtect. ActiveProtect adalah perangkat backup yang sudah terintegrasi dengan hardware dan software (ActiveProtect Manager). Dengan solusi ini, perusahaan bisa: Melakukan backup otomatis Memulihkan data dengan cepat Mengamankan data dengan fitur keamanan canggih Fitur keamanan yang tersedia antara lain: Immutability (data tidak bisa diubah) Backup offline (tidak terhubung ke jaringan) Kontrol akses pengguna Pentingnya Pengaturan Akses (Access Control) Selain backup, pengaturan akses juga sangat penting. Perusahaan sebaiknya menerapkan prinsip least privilege, yaitu: Karyawan hanya diberi akses sesuai kebutuhan Tidak semua orang bisa mengakses data penting Hanya beberapa orang yang bisa melakukan backup atau recovery Dengan cara ini, risiko penyalahgunaan akses bisa dikurangi. Pentingnya Uji Coba dan Rencana Pemulihan Backup yang baik harus diuji secara rutin. Tujuannya untuk memastikan bahwa data benar-benar bisa dipulihkan saat dibutuhkan. Perusahaan juga perlu memiliki rencana pemulihan bencana (disaster recovery). ActiveProtect menyediakan fitur hypervisor bawaan yang bisa digunakan untuk melakukan simulasi pemulihan data. Kesimpulan Perkembangan AI membuat serangan siber menjadi lebih canggih, cepat, dan sulit dideteksi. Oleh karena itu, perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan sistem keamanan lama. Dibutuhkan solusi perlindungan data yang kuat, berlapis, dan modern. Dengan sistem seperti Synology ActiveProtect, perusahaan bisa: Mengurangi risiko kehilangan data Mempercepat proses pemulihan Menjaga operasional bisnis tetap berjalan Di era AI saat ini, ketahanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi setiap bisnis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Day: March 17, 2026
Mengapa Penting Melakukan Backup Virtual Machine di Era Ransomware Berbasis AI
Dengan semakin berkembangnya serangan ransomware yang menggunakan teknologi AI, menjaga keamanan data menjadi jauh lebih penting dibandingkan sebelumnya. Ancaman siber kini semakin sering terjadi dan semakin berbahaya, serta dapat berdampak besar pada bisnis di seluruh dunia. Menurut data, sekitar 71% perusahaan mengalami peningkatan frekuensi serangan siber dalam satu tahun terakhir, dan 61% melaporkan bahwa tingkat keparahan serangan juga meningkat. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang meremehkan risiko ini, sehingga tidak berinvestasi cukup dalam sistem keamanan data. Di sisi lain, perusahaan—terutama yang sedang berkembang—menghasilkan data dalam jumlah besar setiap hari. Banyak dari data tersebut disimpan dalam lingkungan virtual, seperti virtual machine (VM) yang berjalan di platform seperti Microsoft Hyper-V atau VMware vSphere. Bahkan, lebih dari 65% perusahaan menggunakan minimal tiga sistem virtualisasi (hypervisor). Karena banyak aktivitas bisnis dijalankan melalui virtual machine, maka VM ini harus dilindungi dengan baik. Jika tidak, risiko kehilangan data secara tiba-tiba atau terkena malware bisa mengganggu operasional bisnis secara serius. Strategi Backup yang Direkomendasikan Untuk melindungi data dari ransomware, perusahaan disarankan mengikuti strategi backup 3-2-1-1-0, yaitu: Menyimpan 3 salinan data Menggunakan 2 jenis media penyimpanan berbeda Menyimpan 1 salinan di lokasi lain (off-site) Menyimpan 1 salinan dalam kondisi offline (tidak terhubung ke jaringan) Memastikan 0 error dalam backup melalui proses verifikasi Dengan strategi ini, data akan lebih aman dan mudah dipulihkan jika terjadi masalah. Risiko Backup Virtual Machine Secara Manual Melakukan backup VM secara manual, apalagi dalam jumlah besar, bisa menjadi pekerjaan yang rumit dan memakan waktu. Selain itu, cara ini juga berisiko menimbulkan masalah seperti: Ada VM yang terlupakan dan tidak di-backup Kebijakan backup yang berbeda-beda antar tim IT Data tersebar di berbagai tempat (data silo) Penggunaan banyak tools backup yang berbeda Akibatnya, sistem backup menjadi tidak konsisten dan sulit dikelola. Bahkan, ada kemungkinan beberapa data tidak memiliki backup sama sekali. Untuk memastikan VM tetap aman, perusahaan perlu menyimpan backup di lokasi yang aman dan memastikan data tersebut bisa dipulihkan kapan saja jika dibutuhkan. Pentingnya Otomatisasi dan Monitoring Agar perlindungan VM lebih efektif, perusahaan sebaiknya menggunakan sistem backup otomatis. Dengan cara ini, semua data bisa terdeteksi dan dibackup secara rutin tanpa harus dilakukan manual. Selain itu, semua data VM sebaiknya dikelola dalam satu platform terpusat. Hal ini memudahkan tim IT untuk memantau dan mengelola VM, meskipun berada di lokasi yang berbeda. Verifikasi Backup Sangat Penting Tidak cukup hanya melakukan backup—perusahaan juga harus memastikan bahwa backup tersebut benar-benar bisa digunakan. Proses ini disebut verifikasi backup, yaitu pengecekan apakah data yang dibackup bisa dipulihkan dengan baik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mencoba menjalankan VM dari hasil backup menggunakan hypervisor. Dengan verifikasi ini, perusahaan bisa memastikan bahwa data benar-benar aman dan siap digunakan jika terjadi masalah. Kecepatan Backup dan Recovery Dalam sistem backup, kecepatan juga sangat penting. Proses backup tidak boleh terlalu lama, dan proses pemulihan (recovery) harus bisa dilakukan secepat mungkin. Dalam kondisi darurat, perusahaan idealnya bisa memulihkan data dalam hitungan menit. Hal ini penting untuk menjaga kelangsungan bisnis dan memenuhi target seperti: RPO (Recovery Point Objective): seberapa banyak data yang boleh hilang RTO (Recovery Time Objective): berapa lama waktu pemulihan yang diperbolehkan Selain itu, sistem recovery harus fleksibel, misalnya: Mengembalikan seluruh data (full restore) Mengembalikan sebagian data saja (file/folder tertentu) Mendukung pemulihan antar platform virtualisasi Manfaat Data Deduplication Data deduplication adalah proses menghapus data yang duplikat agar tidak disimpan berulang kali. Dengan fitur ini: Ukuran backup menjadi lebih kecil Penggunaan storage lebih efisien Proses backup dan recovery menjadi lebih cepat Kebutuhan Penyimpanan Data Jangka Panjang Beberapa data perusahaan harus disimpan dalam jangka waktu tertentu untuk memenuhi regulasi, seperti: HIPAA (kesehatan) GDPR (perlindungan data) ISO 27001 (standar keamanan informasi) Untuk itu, perusahaan perlu membuat kebijakan penyimpanan (retention policy) agar data disimpan sesuai kebutuhan. Solusi: Synology ActiveProtect Untuk mempermudah perlindungan VM, salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Synology ActiveProtect. ActiveProtect adalah perangkat khusus yang menyediakan berbagai fitur seperti: Backup dan recovery Monitoring sistem Keamanan tingkat lanjut Solusi ini mendukung platform seperti VMware vSphere dan Microsoft Hyper-V, sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan bisnis. Dengan ActiveProtect, perusahaan bisa: Mengikuti strategi 3-2-1-1-0 Menyimpan backup di lokasi lokal maupun cloud Melakukan verifikasi otomatis Memperbaiki data yang rusak (self-healing) Fitur Tambahan yang Membantu ActiveProtect juga memiliki fitur: Deduplication global untuk mengurangi data duplikat Backup berbasis blok (hanya menyimpan perubahan data) Pemulihan data secara cepat, baik sebagian maupun keseluruhan Dukungan penyimpanan ke cloud seperti AWS S3, Wasabi, atau Synology C2 Selain itu, perusahaan bisa memindahkan data lama ke penyimpanan yang lebih murah (tiering), sehingga menghemat biaya tanpa mengurangi keamanan. Kesimpulan Di era serangan siber yang semakin canggih, terutama ransomware berbasis AI, backup virtual machine menjadi sangat penting. Dengan sistem backup yang tepat, perusahaan bisa melindungi data, mempercepat pemulihan, dan memastikan bisnis tetap berjalan. Solusi seperti Synology ActiveProtect membantu perusahaan mengelola backup dengan lebih mudah, aman, dan efisien—sehingga siap menghadapi tantangan keamanan di masa depan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Gambaran Umum ActiveProtect Manager 1.2
Dengan semakin meningkatnya serangan siber yang didukung oleh teknologi AI, Synology memahami pentingnya menyediakan solusi perlindungan data yang kuat dan tahan terhadap ancaman. Oleh karena itu, Synology terus mengembangkan produk andalannya, yaitu ActiveProtect, yang merupakan perangkat khusus untuk backup data. Bagi perusahaan, menjaga kelangsungan bisnis (business continuity) sangatlah penting. Artinya, meskipun terjadi masalah seperti serangan ransomware atau kehilangan data, operasional bisnis tetap bisa berjalan. Selain itu, perusahaan juga perlu siap menghadapi insiden (incident response) dan memenuhi kebutuhan penyimpanan data dalam jangka panjang. Dengan menggunakan Synology ActiveProtect, perusahaan bisa mengelola perlindungan data menggunakan satu perangkat khusus yang dirancang untuk backup. Semua kebutuhan—mulai dari pencadangan, pemulihan, hingga keamanan—bisa dilakukan dalam satu sistem terintegrasi. Di dalam ActiveProtect terdapat sistem operasi bawaan yang disebut ActiveProtect Manager (APM). Dengan APM, perusahaan bisa menggabungkan pengelolaan, keamanan, dan skalabilitas dalam satu platform. Fitur yang tersedia juga cukup lengkap, seperti backup data, pemulihan (recovery), serta perlindungan dari ransomware. Beberapa fitur keamanan penting yang disediakan antara lain: Air-gapping, yaitu memisahkan data backup dari jaringan utama agar tidak mudah diserang. Backup immutability, yaitu data backup tidak bisa diubah atau dihapus oleh pihak yang tidak berwenang. Role-based access control, yaitu pengaturan akses berdasarkan peran pengguna. Dengan fitur-fitur ini, data perusahaan menjadi lebih aman dan terlindungi. Peningkatan di ActiveProtect Manager 1.2 Pada versi terbaru, yaitu ActiveProtect Manager 1.2, Synology melakukan berbagai peningkatan agar perusahaan bisa mengelola backup dengan lebih mudah dan efisien. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk melihat semua salinan backup (backup copies) dengan lebih jelas. Hal ini membantu perusahaan memenuhi standar strategi backup 3-2-1-1-0, yaitu memastikan data memiliki beberapa salinan dan tersimpan dengan aman di berbagai lokasi. Selain itu, APM 1.2 juga memungkinkan perusahaan untuk melindungi software terbaru yang mereka gunakan, serta mengelola seluruh sistem backup dari satu perangkat saja sesuai kebutuhan. Fitur-Fitur Utama ActiveProtect Manager 1.2 1. Server Manajemen yang Fleksibel untuk Berbagai Skala ActiveProtect kini tersedia dalam berbagai ukuran, sehingga bisa digunakan oleh bisnis kecil hingga besar. Pada versi APM 1.2, perangkat ActiveProtect seri DP (tower) kini bisa berfungsi sebagai server manajemen. Artinya, satu perangkat bisa digunakan untuk mengelola banyak server backup sekaligus. Selain itu, perangkat seperti DP7400 dan DP7200 telah ditingkatkan kemampuannya. Kini, keduanya bisa melindungi hingga 300.000 workload (beban kerja), seperti server, aplikasi, atau sistem lainnya. Semua backup bisa dipantau dan dikelola melalui satu dashboard (tampilan utama), sehingga memudahkan tim IT dalam mengontrol seluruh sistem. 2. Perlindungan Data Tanpa Celah Salah satu masalah umum dalam backup adalah adanya data yang tidak tercadangkan dengan baik atau terlewat. Dengan APM 1.2, Synology meningkatkan sistem perlindungan data agar semua backup dan salinannya tetap aman. Perusahaan bisa memastikan bahwa semua data terlindungi sesuai dengan target layanan (SLA). Pengguna juga bisa langsung melihat status backup dan salinannya melalui dashboard. Dengan begitu, jika ada masalah, bisa segera diketahui dan diperbaiki. 3. Perlindungan untuk Software Terbaru APM 1.2 juga mendukung berbagai sistem terbaru, seperti: Mac (macOS) Linux Microsoft Hyper-V (virtualisasi) Dengan dukungan ini, perusahaan bisa memastikan bahwa semua sistem yang mereka gunakan tetap terlindungi tanpa ketinggalan versi terbaru. Mengapa Ini Penting? Banyak perusahaan masih belum menyadari apakah sistem perlindungan data mereka sudah cukup aman atau belum. Padahal, ancaman seperti ransomware bisa terjadi kapan saja dan bisa berdampak besar pada bisnis. Dengan menggunakan solusi seperti ActiveProtect Manager 1.2, perusahaan bisa: Melindungi data secara menyeluruh Mengelola backup dengan lebih mudah Memastikan data bisa dipulihkan dengan cepat jika terjadi masalah Synology juga menyediakan panduan tambahan seperti Data Protection Security Checklist dan Cyber Recovery Guide untuk membantu perusahaan mengevaluasi dan meningkatkan keamanan data mereka. Kesimpulan ActiveProtect Manager 1.2 adalah solusi modern untuk perlindungan data yang dirancang agar mudah digunakan, aman, dan fleksibel. Dengan berbagai fitur seperti manajemen terpusat, perlindungan dari ransomware, dan dukungan untuk banyak sistem, perusahaan dapat menjaga data mereka dengan lebih baik. Di era digital saat ini, memiliki sistem backup yang kuat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan solusi seperti ActiveProtect, bisnis bisa lebih siap menghadapi ancaman siber dan memastikan operasional tetap berjalan dengan lancar. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Perluas Perlindungan Data Anda, Tidak Hanya di Data Center
Seiring meningkatnya ancaman keamanan siber, strategi backup (pencadangan data) tidak lagi hanya berfungsi sebagai “asuransi” untuk bencana alam atau kesalahan manusia. Saat ini, backup sudah menjadi bagian penting dari sistem pertahanan perusahaan. Backup yang baik bisa menentukan apakah sebuah bisnis tetap bisa berjalan normal saat terkena serangan ransomware atau kehilangan data secara tiba-tiba. Menurut Astra Security, rata-rata setiap 40 detik ada satu bisnis di dunia yang menjadi korban serangan ransomware. Menariknya, target serangan sekarang tidak hanya perusahaan besar. Usaha kecil hingga menengah, cabang perusahaan, toko retail, hingga lokasi proyek sementara juga sering menjadi target karena biasanya memiliki sistem keamanan yang lebih lemah. Contoh nyata kelemahan perlindungan data Faktanya, banyak bisnis masih menggunakan sistem backup yang tidak terintegrasi dengan baik. Bahkan, terkadang backup diabaikan, meskipun data tersebut sangat penting untuk operasional. Contohnya, ada perusahaan yang hanya memiliki satu kantor dan menggunakan sistem backup yang tidak sesuai standar, padahal mereka menjalankan aplikasi penting setiap hari. Jika terjadi kerusakan perangkat atau serangan siber, mereka tidak punya sistem pemulihan yang memadai. Selain itu, data dari proyek atau lokasi sementara juga sering dianggap kurang penting. Akibatnya, perusahaan ragu untuk berinvestasi dalam sistem backup yang baik. Mereka akhirnya memilih solusi yang “cukup” saja, bukan yang terbaik, sehingga berisiko kehilangan data penting. Pada bisnis retail atau perusahaan dengan banyak cabang, setiap lokasi mungkin hanya menyimpan sedikit data. Namun jika jumlah cabang semakin banyak, risiko akan meningkat. Pengelolaan backup secara manual bisa menyebabkan konfigurasi yang tidak konsisten dan kontrol data yang terpecah-pecah. Biasanya, masalah baru terlihat ketika sudah terlambat. Walaupun tidak semua perusahaan membutuhkan sistem backup besar seperti data center, semua bisnis tetap menghadapi risiko yang sama: serangan ransomware, kerusakan data, dan gangguan operasional. Solusi: sistem backup terpadu Untuk menghadapi berbagai kondisi tersebut, perusahaan membutuhkan solusi backup yang lengkap dan mudah digunakan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah Synology ActiveProtect, yaitu perangkat khusus untuk backup data. ActiveProtect dirancang untuk melindungi data baik yang ada di kantor (on-premise) maupun di cloud. Fitur utamanya meliputi pengurangan duplikasi data (deduplication), pembuatan dan penyimpanan backup, serta pemulihan data secara cepat. Solusi ini juga mendukung strategi backup yang dikenal sebagai 3-2-1-1-0, yaitu: 3 salinan data 2 media penyimpanan berbeda 1 salinan di lokasi berbeda 1 salinan tidak bisa diubah (immutable) 0 error saat proses backup Dengan strategi ini, perusahaan bisa memiliki sistem perlindungan data yang lebih aman dan terstruktur. ActiveProtect tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari perangkat kecil (desktop) hingga server besar (rackmount), sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Risiko pada kantor kecil dan cabang Kantor kecil atau cabang sering merasa tidak membutuhkan sistem backup yang besar. Padahal, mereka tetap memiliki risiko yang sama seperti kantor pusat. Untuk kondisi ini, perangkat ActiveProtect seri tower cocok digunakan untuk backup lokal dan pemulihan data dengan cepat. Data juga bisa disalin ke lokasi lain, seperti kantor pusat, sehingga jika terjadi masalah, data tetap aman. Risiko pada lokasi proyek sementara Lokasi proyek sementara juga menghasilkan data penting. Kehilangan data di lokasi ini bisa berdampak besar pada proyek, seperti keterlambatan atau masalah laporan. Solusinya, perangkat ActiveProtect bisa dipasang langsung di lokasi proyek untuk melakukan backup secara real-time. Data kemudian bisa disalin ke cloud secara berkala. Selain itu, pengelolaan backup bisa dilakukan secara terpusat dengan pengaturan akses berdasarkan peran pengguna. Pentingnya backup untuk bisnis kecil dan menengah Banyak bisnis kecil dan menengah hanya memiliki satu kantor yang menyimpan semua data penting. Jika tidak ada backup di luar lokasi (off-site), maka data tersebut sangat rentan terhadap serangan ransomware, kerusakan perangkat, atau kesalahan manusia. Untuk mengatasi ini, perangkat seperti ActiveProtect DP7400 bisa digunakan sebagai pusat backup. Data juga bisa disalin ke layanan cloud seperti AWS S3 atau Wasabi, sehingga ada cadangan di lokasi berbeda. Masalah pada bisnis retail dan banyak cabang Pada bisnis retail, data seperti transaksi dan sistem kasir tersebar di banyak lokasi. Jika dikelola secara manual, backup bisa menjadi tidak konsisten. Solusinya, setiap toko bisa menggunakan perangkat ActiveProtect untuk backup lokal, lalu data disalin ke pusat. Dengan cara ini, pengelolaan data menjadi lebih terpusat dan mudah diawasi. Skalabilitas sesuai pertumbuhan bisnis Seiring bisnis berkembang, kebutuhan backup juga meningkat. Sistem backup harus fleksibel agar tidak perlu diganti total. ActiveProtect memungkinkan perusahaan menambah server atau menggunakan cloud secara bertahap. Data dari berbagai lokasi bisa tetap dilindungi, sementara pusat data mengelola semuanya secara terintegrasi. Selain itu, fitur pengelolaan penyimpanan memungkinkan data lama dipindahkan ke penyimpanan yang lebih murah, sehingga biaya bisa lebih efisien tanpa mengurangi keamanan. Kesimpulan Dengan sistem manajemen terpusat, ActiveProtect membantu tim IT memantau backup dari berbagai lokasi dan memastikan semua data terlindungi dengan standar yang sama. Di era sekarang, serangan ransomware adalah ancaman nyata. Oleh karena itu, strategi backup seperti 3-2-1-1-0 bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan solusi seperti ActiveProtect, perusahaan dari berbagai ukuran dapat membangun sistem perlindungan data yang kuat, fleksibel, dan siap menghadapi tantangan keamanan di masa depan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan storage indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi storage.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!